Other Stories

Tiada Hari Tanpa Sepeda

Ala postingan instagram, #throwback Thursday alias #tbt kali ini saya mau membahas seputar sepeda. Di Belanda, bersepeda itu udah kayak bernapas (perumpamaan dari mana sih ini? Lebay juga ya.. 😏). Maksudnya, tiada hari tanpa bersepeda. Ke kampus, belanja ke pasar atau nongkrong ke Centrum, berkunjung ke rumah teman, piknik ke kincir angin belakang asrama, dan ke stasiun pun naik sepeda. Bahkan kalau mau bepergian ke luar kota, sepeda sampai menginap di parkiran stasiun berhari-hari.

Continue reading “Tiada Hari Tanpa Sepeda”

Advertisements
Other Stories

Obrolan Meja Makan

IMG-20160804-WA0024
Mengendarai odong-odong di Alun-alun Kidul Jogja

Terkadang ketika kita sedang traveling dan menjadi turis, kita cenderung ingin mencoba hal-hal baru, terutama yang khas dari kota yang kita kunjungi. Hal ini juga berlaku saat saya tinggal di negeri orang untuk belajar dalam jangka waktu tertentu. Berhubung saya tidak akan lama di negara tersebut, saya menyempatkan untuk mengunjungi tempat-tempat yang menarik hati saya. Saat mengobrol dengan orang lokal, saya baru tersadar bahwa mereka sendiri pun seringkali belum pernah ke tempat yang pernah saya kunjungi atau melakukan hal yang sebenarnya umum bagi para turis. Sebut saja foto dengan kostum Belanda di Volendam, hehe. Bisa jadi tidak banyak orang Belanda sendiri yang melakukannya.

Continue reading “Obrolan Meja Makan”

Other Stories

Berpuasa pada Musim Panas

DSC00256wm
Suasana Ramadhan di Belanda, musim panas 2014. Just like another day.

Berpuasa bukanlah persoalan di mana dan siapa yang berpuasa lebih lama. Tentu saja bukan. Tetapi pastinya ada cerita tersendiri dalam menjalankan puasa di perantauan, dengan cuaca yang panas, waktu puasa yang lebih lama dari biasanya, ditambah lagi berpuasa di tengah masyarakat dengan mayoritas tidak beragama islam.

Continue reading “Berpuasa pada Musim Panas”

Eurotrip, Traveling

7 Cara Asyik Menikmati Keukenhof

DSC01686n
Menikmaati Keukenhof

Jika berkunjung ke Belanda pada musim semi, sempatkanlah mampir ke Keukenhof. Meskipun sudah lama tahu tentang festival tulip di Belanda, nama Keukenhof pertama kali saya kenal  lewat buku Negeri Van Oranje yang saya baca pada 2011 silam. Membaca cerita tentang Keukenhof, terbayang sebuah taman luas berhias tulip yang berwarna-warni. Musim semi memang ditandai dengan kehadiran berbagai bunga dan dedaunan pohon yang sempat menghilang pada musim dingin. Tak mengherankan jika musim semi menjadi musim favorit bagi banyak orang.

Continue reading “7 Cara Asyik Menikmati Keukenhof”

Movies, Review

Nostalgia Lewat Negeri Van Oranje

Dari beberapa film Indonesia yang sedang tayang di bioskop pada awal tahun ini, saya memilih untuk menonton Negeri Van Oranje. Sejauh ini saya belum mendengar review luar biasa tentang film ini, namun saya semata-mata ingin bernostalgia akan masa-masa studi dan tinggal di Belanda. Film karya Endri Pelita ini diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh  Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan Rizki Pandu Permana.

Novelnya sendiri sudah pernah saya baca pada awal 2011. Novel yang ringan, menghibur, dan disisipi informasi mengenai serba-serbi studi di Belanda serta budaya sehari-hari masyarakat Belanda. Dari buku inilah kali pertama saya mengetahui bahwa orang Belanda kalau cipika-cipiki itu tiga kali alih-alih dua kali seperti di Indonesia. Hehe… Saat membacanya, sama sekali tak ada pikiran saya kelak akan berkuliah di Belanda.

Continue reading “Nostalgia Lewat Negeri Van Oranje”

Eurotrip, Traveling

Menyusuri Jejak VOC di Amsterdam (bagian 2)

IMG_20140322_134514_661 ed
Suasana gudang East Indiaman The Amsterdam

Pada awalnya, tur napak tilas Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) merupakan sebuah inisiatif dari Persatuan Pelajar Indonesia di Groningen (PPIG), Belanda. Sejak masih berupa wacana, saya termasuk yang paling bersemangat dan langsung mendaftar saat rencana ini pada akhirnya direalisasikan. Namun sayangnya, pada waktu yang sudah dijadwalkan yaitu pekan pertama di awal Maret 2014, saya tidak bisa ikut karena ada tugas kampus yang harus diselesaikan.

Continue reading “Menyusuri Jejak VOC di Amsterdam (bagian 2)”

Eurotrip, Traveling

Menyusuri Jejak VOC di Amsterdam (bagian 1)

DSC01447n

Sebuah replika kapal yang besar dan kokoh dengan bendera merah putih biru terlihat dari kejauhan. Perlahan tapi pasti, saya terus berjalan ke arahnya. Belakangan saya mengetahui bahwa itu adalah replika East Indiaman the Amsterdam, salah satu kapal kebangaan Belanda yang hilang pada pelayaran perdananya pada 1749. Pada musim semi yang masih terbilang dingin itu, saya masih sering memasukkan kedua tangan ke dalam saku jaket. Saya tak sabar untuk segera masuk ke ruangan yang hangat. Yang saya tuju adalah Het Scheepvartmuseum atau Museum Maritim yang berlokasi di Kattenburgerplein 1, Amsterdam, Belanda. Di samping museum inilah kapal East Indiaman the Amsterdam tertambat.

Continue reading “Menyusuri Jejak VOC di Amsterdam (bagian 1)”

Eurotrip, Traveling

Menjelajahi Rijksmuseum Amsterdam

Dengan kartu ‘sakti’ bernama Museumkaart, selama 2013 – 2014 saya berkesempatan mengunjungi lebih dari sepuluh museum di Belanda. Dari semuanya, saya sangat menikmati setiap kunjungan karena masing-masing museum menawarkan cerita dan keunikan tersendiri. Kali ini saya mulai dengan salah satu museum di Amsterdam dan salah satu museum yang menjadi icon Belanda, yaitu Rijksmuseum.

Rijksmuseum (tampak luar) pada musim panas 2014 (foto: Chendra)
Rijksmuseum (tampak luar) pada musim panas 2014 (foto: Chendra)

Continue reading “Menjelajahi Rijksmuseum Amsterdam”

Eurotrip, Traveling

Mengunjungi Museum di Belanda: Kartu ‘Sakti’  

DSC01452n
Pintu masuk Nederlands Scheepvaartmuseum (Maritime Museum), Amsterdam

Sebelum saya bercerita lebih jauh mengenai museum-museum di Belanda, saya akan bercerita terlebih dahulu tentang sebuah kartu ‘sakti’. Saya rasa, salah satu keputusan terbaik saya saat tinggal di Belanda adalah memiliki kartu museum atau disebut dengan Museumkaart. Dengan kartu ‘sakti’ ini, sang pemegang kartu bisa memasuki puluhan museum di Belanda dengan gratis dalam jangka waktu satu tahun setelah penggunaan kali pertama (daftar museum dapat dilihat di sini). Pada saat saya membelinya pada 2013 lalu, harga kartu ini adalah 50 euro ditambah 5 euro biaya untuk pendaftaran. Saat ini harganya adalah 54.95 euro untuk dewasa dan 27.5 euro untuk anak dan remaja sampai dengan usia 18 tahun, sedangkan biaya pendaftarannya masih sama, yaitu 5 euro.

Continue reading “Mengunjungi Museum di Belanda: Kartu ‘Sakti’  “

Other Stories

(relatif) panas

DSC00276wp
Orang-orang berjemur di pinggir Sungai Amstel, Amsterdam.

Seminggu ini cuaca panas. Iya sih, wajar..namanya juga musim panas. Walaupun saya lahir dan besar di negara tropis, tapi saat menghadapi suhu udara yang mencapai 30 derajat C bahkan lebih, saya mulai kelabakan. Kemarin video chat sama suami lewat Skype dan dia berkomentar bahwa baru kali ini lihat saya ngipas-ngipas selama di Belanda. Hahaha..

Continue reading “(relatif) panas”