Menyusuri Jejak VOC di Amsterdam (bagian 2)

Pada awalnya, tur napak tilas Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) merupakan sebuah inisiatif dari Persatuan Pelajar Indonesia di Groningen (PPIG), Belanda. Sejak masih berupa wacana, saya termasuk yang paling bersemangat dan langsung mendaftar saat rencana ini pada akhirnya direalisasikan. Namun sayangnya, pada waktu yang sudah dijadwalkan yaitu pekan pertama di awal Maret 2014, saya tidak bisa…

Menjelajahi Rijksmuseum Amsterdam

Dengan kartu ‘sakti’ bernama Museumkaart, selama 2013 – 2014 saya berkesempatan mengunjungi lebih dari sepuluh museum di Belanda. Dari semuanya, saya sangat menikmati setiap kunjungan karena masing-masing museum menawarkan cerita dan keunikan tersendiri. Kali ini saya mulai dengan salah satu museum di Amsterdam dan salah satu museum yang menjadi icon Belanda, yaitu Rijksmuseum.

Mengunjungi Museum di Belanda: Kartu ‘Sakti’  

Sebelum saya bercerita lebih jauh mengenai museum-museum di Belanda, saya akan bercerita terlebih dahulu tentang sebuah kartu ‘sakti’. Saya rasa, salah satu keputusan terbaik saya saat tinggal di Belanda adalah memiliki kartu museum atau disebut dengan Museumkaart. Dengan kartu ‘sakti’ ini, sang pemegang kartu bisa memasuki puluhan museum di Belanda dengan gratis dalam jangka waktu…

Ilusi Mata di de Mata

Karena bukan anak mal, saya dan suami saya, Chendra, mencari tujuan lain untuk mengisi akhir pekan. Ada beberapa referensi yang kami temukan, namun akhirnya kami memutuskan mengunjungi De Mata Trick Eye Museum karena letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Berlokasi di lantai dasar XT Square, Jalan Veteran, Yogyakarta, museum ini konon merupakan museum gambar tiga dimensi (3D)…

Mengapresiasi Karya Seni

Selain menampilkan koleksi Gustav Rau (baca cerita selengkapnya di SINI), di lantai yang berbeda, Groninger Museum memamerkan hasil karya Jaime Hayon bertajuk Funtastico. Ia disebut-sebut sebagai salah satu desainer paling berpengaruh saat ini, di antaranya versi majalah Times dan Wallpaper. Apa saja hasil karyanya? Bisa dibilang beragam dari mulai furnitur rumah tangga, keramik, instalasi taman…

Gustav Rau dan Koleksinya di Groninger Museum

Siapakah gerangan pria bernama Gustav Rau? Itulah pertanyaan pertama yang muncul saat kali pertama masuk ke Groninger Museum kemarin siang. Pasalnya Groninger Museum bekerja sama dengan The United Nations Children’s Fund (UNICEF) saat ini sedang memamerkan koleksi lukisan (yang dahulunya) milik Gustav Rau. Gustav Rau (1922-2002) lahir di Stuttgart, Jerman. Ayahnya adalah seorang pengusaha di…

Mengunjungi Rumah Anne Frank

I think yesterday I made the most of my dagkaart (a day-ticket to use train anywhere in Netherland). I traveled all the way from Groningen to Waalwijk (which took 3,5 hrs) for a family reunion. I left Waalwijk at 2 pm and headed to Amsterdam. I’ve been waiting to visit House of Anne Frank. And…

[SumateraTrip-9] Serba-serbi Bukittinggi

Jam gadang! Mungkin itu yang pertama terlintas di benak kebanyakan orang saat mendengar nama kota yang satu ini. Di balik itu, jauh puluhan tahun yang lalu, Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah kebangsaan. Kota ini pernah ditunjuk sebagai ibukota Pemerintahan darurat Republik Indonesia ( PDRI ) pada Desember 1948 sampai dengan Juni 1949, setelah Yogyakarta…

[SumateraTrip-6] Kenangan Batu Bara dan Orang Rantai

Gedung galeri dua lantai itu terlihat baru, namanya Galeri Info Box. Kami membayar Rp8.000 untuk pengalaman tak terlupakan di tempat ini. Begitu saya memasukinya, seorang petugas menyambut dengan ramah. “Mau ke Lubang Tambang Mbah Soero?” tanyanya. Saya mengiyakan. Kala itu saya datang bersama Chaul dan seorang temannya. Petugas itu memperkenalkan diri sebagai Pak Win. Sebelum…

[SumateraTrip-5] Sawahlunto: Cerita Kereta

Memasuki kota Sawahlunto, saya disuguhi pemandangan jalan yang bersih dan teratur, serta bangunan tua yang masih terawat. Saat berjalan menuju kost Chaul di kawasan Pasar Remaja, perasaan yang sama hadir seperti saat saya berjalan-jalan di kota tua Melaka, Malaysia. Memang jumlah bangunan tua di Sawahlunto tak sebanyak di Melaka, namun cukup mengingatkan saya akan Melaka…

[SumateraTrip-3] Museum yang Terabaikan

Mendengar orang sekeliling berbahasa Minang, saya beberapa kali harus menyadarkan diri sendiri bahwa saya sedang berada di Padang, Sumatera Barat. Iya, tentu sebelumnya saya pernah mendengar juga orang berbahasa Minang, namun tidak masif seperti ini. Hehe… Bagi saya, mendengar orang bercakap-cakap dengan bahasa daerah ini menyenangkan. Nadanya yang khas rasanya enak didengar.