Books, Review

I am Sarahza

whatsapp-image-2018-05-03-at-17-16-08-e1525343579403.jpegDi mana ada harapan, di situ ada kehidupan.

 

Sekitar tahun lalu, saya pernah membaca salah satu post Hanum Salsabiela di akun instagramnya. Ia bercerita singkat tentang bagaimana ikhtiarnya dan suaminya, Rangga Almahendra, menanti keturunan selama lebih dari sepuluh tahun. Di akun instagramnya, pernah juga saya membaca cerita tentang sepasang nenek dan kakek yang tidak sengaja mereka temui di Kaliurang. Waktu itu, Hanum baru saja menjalani program kehamilan, namun belum berhasil. Kepada kakek dan nenek tersebut, Rangga, suami Hanum, memberikan sedekah beberapa lembar rupiah, yang ternyata sebagian dari uang tersebut disedekahkan lagi oleh nenek dan kakek ke kotak amal masjid. Allah Mahatahu dari mana jalan kita mendapatkan rezeki. Bisa jadi dari sedikit harta yang kita sedekahkan, mungkin juga dari doa tulus orang-orang tak dikenal yang kita bantu.

Continue reading “I am Sarahza”

Advertisements
Books, Review

A Strangeness in My Mind

A picture of Istanbul’s transformation through the life of a boza seller

WhatsApp Image 2018-04-22 at 21.29.34I really need a while to reflect after reading this novel. The love story, family conflict, and overall transformation of a city. In addition to personal life of the characters, Orhan Pamuk has successfully brought various issues through ‘A Strangeness in My Mind’: history, politics, as well as social and development issues (urbanization to be more specific).

This is the first time I read Pamuk’s work (and I am eager to read more of his). The reason I was interested in the book was because the story revolves in Istanbul, one of my favorite cities (that I’ve visited so far). I have to admit that I used to see Istanbul as an outsider who came to the city for a few days and visited those popular touristy destinations. However, this book tells the other side — ups and downs — of the city. Pamuk lets the readers get to know Istanbul through the life of boza seller (boza is a kind of Turkish traditional drink) named Mevlut.

Continue reading “A Strangeness in My Mind”

Books, Review

The Life-Changing Magic of Tidying Up

WhatsApp Image 2018-02-15 at 14.54.50

First of all, I am actually not a person who often reads self-help books. However, I must say that I really like this book by Marie Kondo. The word ‘life-changing’ on its title is not an exaggeration I guess. Our mindset, our confidence, our motivation to work, and so on, somehow starts from our house condition. I’ve read another book titled ‘Happiness Project’ and it considers decluttering as the first step to happiness as well. And yes.. I agree.

I know.. the reviews here are quite polarized, from those who really like it to those who have no idea or just simply can not relate to what the author has written on the book. I totally understand. 😀 But here I want to summarize what I think about the book.

Continue reading “The Life-Changing Magic of Tidying Up”

Books, Review

Sembilan Buku di 2017 (Bagian 1)

Hanya sembilan?

Mungkin angka ini terbilang sedikit ya dibandingkan teman-teman lain yang hobi baca buku. Hehe. Saya memang nggak bisa baca buku cepet-cepet dan butuh suasana yang kondusif untuk baca. Jadi ya bacanya pelan-pelan, menyempatkan di sela-sela aktivitas. Kalau lagi traveling, malah saya bakalan serius baca. Biasanya, saat perjalanan di kereta atau pesawat, malah menjadi waktu yang pas untuk baca tanpa disela pekerjaan. Berhubung tahun ini nggak banyak melakukan perjalanan jauh, jadi yaa begitulah. *alasan yang dibuat-buat* :p

Continue reading “Sembilan Buku di 2017 (Bagian 1)”

Books, Review

The Year of The Runaways

Other than Economics-related textbook, not so many books I read last year. One of those few books I read was The Year of The Runaways by Sunjeev Sahota that I bought from Book Depository. Lucky me, last year I got US$ 80 (or 85, I forgot) voucher from Google for participating in their survey (to be exact, it was giving them feedback on bahasa Indonesia translation in their feature). I spent most of the value of the voucher for buying books online. 😀

Continue reading “The Year of The Runaways”

Books, Review

Perjalanan ‘The Traveling Students’

Menghela napas dulu ah.

Jadi ceritanya buku ‘The Traveling Students’ diilhami oleh banyak teman di sekitar yang bertanya,

“Gimana sih caranya bisa ikutan pertukaran pelajar dan konferensi mahasiswa di luar negeri?”

“Susah nggak sih adaptasi di lingkungan baru?”

“Gimana kalau nggak bisa bahasanya?”

dan lain sebagainya.

Continue reading “Perjalanan ‘The Traveling Students’”

Books, Review

Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali

PAT dari dekat sekali.2Setelah membaca beberapa karya Pramoedya Ananta Toer, saya memang semakin penasaran dengan pribadi penulis yang satu ini. Memang, sebelumnya saya sudah pernah membaca beberapa literatur mengenai penulis yang pernah bertahun-tahun dipenjara tanpa proses pengadilan ini. Namun melihat buku yang ditulis oleh adiknya sendiri, saya pun tertarik untuk membacanya lebih lanjut.

“Saya merasa…sayalah ‘keranjang sampah Mas Pram’ untuk hal-hal yang tidak dapat, tidak tepat, atau tidak pantas dikemukakannya kepada orang lain.” begitu tulis Koesalah. Buku ini merupakan kumpulan catatan harian Koesalah mengenai Pram (panggilan akrab Pramoedya) yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu tahun 1981-1986, 1987-1992, dan 1992-2006. Jadi Anda jangan membayangkan sebuah biografi yang kaku dan terdiri dari paragraf-paragraf panjang yang sistematis mengenai riwayat hidup Pram. Catatan harian Koesalah kebanyakan terdiri dari dialog-dialog dengan Pram ataupun cerita singkat mengenai pribadi dan kehidupan sehari-harinya.

Continue reading “Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali”

Books, Review

Tetralogi Buru: Rumah Kaca

rumah kacaKejutan!!
Itulah yang akan terasa pada lembar-lembar awal buku terakhir dari Tetralogi Buru. Apakah gerangan kejutan itu?

Setelah tiga episode sebelumnya cerita terpusat pada seorang Minke sebagai tokoh sudut pandang orang pertama, di buku ke-4 ini Pram menghadirkan sosok Pangemanann (dengan dua “n”) sebagai tokoh pencerita. Pangemanann sendiri pernah hadir dalam bagian akhir buku “Jejak Langkah”. Ia adalah seorang pejabat kepolisian yang mengabdi pada Gubermen Hindia Belanda.

Tokoh ini digambarkan sebagai orang yang gamang. Pada dasarnya, ia adalah seorang yang baik, seorang Menado yang mendapat pendidikan Eropa dan dibesarkan oleh orang tua angkat asal Eropa pula. Ia menghormati kebebasan dan tak suka penindasan. Sebagai pribadi, ia pun menghormati dan mengagumi seorang Pribumi bernama Minke yang telah membawa banyak perubahan pada semangat pergerakan melawan kolonialisme. Namun, pengabdiannya pada Gubermen ternyata membawanya pada suatu tugas dilematis yang kemudian mengubahnya bagai seorang iblis kejam yang tak pernah mengizinkan Pribumi maju seiring dengan zaman dan pemikiran yang semakin modern.

Continue reading “Tetralogi Buru: Rumah Kaca”

Books, Review

Tetralogi Buru: Jejak Langkah

jejak-langkah

“Sudah lama aku dengar dan aku baca ada suatu negeri di mana semua orang sama di depan Hukum. Tidak seperti di Hindia ini. Kata dongeng itu juga: negeri itu memashurkan, menjunjung dan memuliakan kebebasan, persamaan, dan pesaudaraan. Aku ingin melihat negeri dongengan itu dalam kenyataan.”

(Pramoedya Ananta Toer)

Akhirnya setelah melewati waktu yang cukup melelahkan, saya selesai juga membaca buku ketiga dari Tetralogi Buru: Jejak Langkah. Mengapa saya bilang lelah, karena selain bukunya yang lebih tebal (700-an halaman), semakin banyak tokoh yang muncul dalam buku ini, juga konflik dan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan sejarah, yang untuk memahaminya harus runtut dan sistematis.

Continue reading “Tetralogi Buru: Jejak Langkah”