Lost in Chinese Garden

Singapura bukanlah destinasi wisata favorit saya. Namun ketika ada ekstra satu hari setelah bekerja di sana, tentu saya tak ingin menyia-nyiakannya. Setelah beberapa malam menginap di hotel ‘spektakuler’ (cerita sebelumnya di SINI), Sabtu sore setelah pekerjaan selesai, saya turun kasta dengan menginap di backpacker hostel di daerah Lavender. Saya sebelumnya sudah berencana untuk ke suatu…

Mabuhay, Manila!

Pertama-tama, jangan nodong oleh-oleh dulu ya. 😉 Jadi ceritanya kemarin itu business trip ke Manila pada tanggal 19-23 Januari dalam rangka meeting suatu organisasi kerjasama regional (sebut saja namanya Bunga #eh). Peran saya di situ adalah pembantu umum, jadi pikir-pikir dulu kalau mau merasa kagum. :p (siapa juga yang kagum?)

[AseanTrip] EPILOG

Lalu lintas sore itu padat. Apakah kemacetan jam pulang kantor berlaku juga disini? Taksi kami melaju menuju Tan Son Nhat International Airport, Ho Chi Minh City, Vietnam. Sementara di luar sana motor dan mobil saling klakson seolah siapa yang klaksonnya paling keras ialah yang berkuasa di jalanan. Ketidaksabaran pengendara di kota ini seringkali memakan korban….

[AseanTrip-23] Downtown Ho Chi Minh City

Cerita sebelumnya di SINI ———————————- [15 Oktober 2010] Kalau sudah di Ho Chi Minh City (HCMC), atau dikenal juga dengan sebutan Saigon, ya tentu saja berjalan-jalan juga di pusat kotanya. Hari-hari sebelumnya, sesudah ikut paket tur, saya juga nyicil berjalan-jalan di sekitar hostel. Asyiknya, tempat wisata utama di kota ini banyak mengumpul di Distrik 1…

[AseanTrip-22] Menyusuri Mekong Delta di My Tho

Cerita sebelumnya di SINI ——————————– [14 Oktober 2010] Mekong lagi?? Iya, betul. Saya di Vietnam dan lagi-lagi bertemu dengan sungai yang melewati enam negara ini. Setelah di hari sebelumnya pergi ke Cu Chi dengan jasa agen perjalanan, kali ini saya dan Pupu ke My Tho, juga dengan jasa tersebut. Bisa jadi kami memang sudah malas…

[AseanTrip-21] Lorong-Lorong Gelap Cu Chi Tunnel

[13 Oktober 2010] Saya berjalan menyusuri lorong gelap, lebarnya satu setengah kali lebar tubuh saya, sedangkan tingginya tak cukup untuk berdiri, maka siapapun yang masuk harus berjalan sambil jongkok. Udara di dalamnya tentu sangat pengap, cahaya pun nyaris tak ada. Keadaan tersebut membuat beberapa wisatawan yang sudah masuk mengurungkan niat dan naik meninggalkan terowongan tersebut…

[AseanTrip-20] Tiba di Ho Chi Minh City

[12 Oktober 2010] Pagi itu, saya dan Pupu berangkat ke terminal bus Phnom Penh diantarkan Somarika dan ibunya. Beruntung sekali selama di Phnom Penh kami berdua ditemani oleh teman-teman Cambodia yang begitu baik. Perjalanan bus kali ini akan membelah perbatasan Cambodia dan Vietnam. Kami berangkat dengan penuh harap semoga hal-hal buruk di Poipet Border tidak…

[AseanTrip-19] Phnom Penh and Very Good Friends

[11 Oktober 2010] Reuni Pukul 9 pagi saya dan Pupu turun ke lobi. Ternyata disana sudah duduk manis tiga orang gadis Cambodia: Seylene, Thanine, dan Somarika. Ketiganya adalah teman saya dan Pupu. Kami bertemu Thanine pada November 2009 di Jepang saat mengikuti sebuah Student Conference yang diadakan ASEAN dan JICA. Sedangkan dengan Rika dan Seylene,…

[AseanTrip18] Mendadak ke Phnom Penh

10 Oktober 2010 Sebetulnya saya dan Pupu memang sudah merencanakan ke Phnom Penh. Kenapa disebut mendadak? Karena keberangkatan kesana lebih cepat dari rencana awal kami. Siang itu, di perjalanan pulang dari Angkor Wat, Tina, sang supir tuk-tuk memberi tahu kami lokasi sebuah gedung kesenian. Katanya kalau malam hari disana ada pertunjukan tari tradisional Cambodia, Apsara…

[AseanTrip-17] Angkor Wat dan Kejayaan Masa Silam

[10 Oktober 2010] Sebelum matahari terbit, kami sudah siap di lobi guesthouse. Setelah pengalaman buruk dalam perjalanan Bangkok-Siem Reap di hari sebelumnya, rasa-rasanya berada di gueshouse ini membuat saya dan Pupu merasa aman. Orang-orangnya ramah dan dapat dipercaya. Pada pagi buta itu kami diperkenalkan dengan seorang supir tuk-tuk bernama Tina. Namanya feminin ya? Hehe… Tapi…

[AseanTrip-16] (Hampir) Diculik Supir Tuk-tuk di Siem Reap

[Masih 9 Oktober 2010] Kami memasuki Siem Reap ketika matahari sudah terbenam. Jujur saja saya tidak ada firasat buruk sampai supir taksi tiba-tiba menepi dan memberhentikan mobil. Dia kemudian berkata, “You can ride tuk-tuk from here.” Belum sempat saya berkata-kata, ia sudah membuka pintu dan mempersilakan kami keluar. Carrier di bagasi pun sudah dikeluarkan. “What…

[AseanTrip-15] Cerita dari Poipet Border

9 Oktober 2010 Pagi yang cerah. Saya dan Pupu sudah siap menuju Cambodia. Kami akan memasuki wilayah negara tersebut lewat Poipet Border kemudian menuju Siem Reap, tempat Angkor Wat yang legendaris itu berada. Kami sudah mengecek jadwal bus Bangkok – Aranyaprathet. Bus pertama berangkat sekitar jam 6 pagi. Kami yang agak pemalas ini merasa waktu…