Tetralogi Buru: Rumah Kaca

Kejutan!! Itulah yang akan terasa pada lembar-lembar awal buku terakhir dari Tetralogi Buru. Apakah gerangan kejutan itu? Setelah tiga episode sebelumnya cerita terpusat pada seorang Minke sebagai tokoh sudut pandang orang pertama, di buku ke-4 ini Pram menghadirkan sosok Pangemanann (dengan dua “n”) sebagai tokoh pencerita. Pangemanann sendiri pernah hadir dalam bagian akhir buku “Jejak…

Tetralogi Buru: Jejak Langkah

“Sudah lama aku dengar dan aku baca ada suatu negeri di mana semua orang sama di depan Hukum. Tidak seperti di Hindia ini. Kata dongeng itu juga: negeri itu memashurkan, menjunjung dan memuliakan kebebasan, persamaan, dan pesaudaraan. Aku ingin melihat negeri dongengan itu dalam kenyataan.” (Pramoedya Ananta Toer) Akhirnya setelah melewati waktu yang cukup melelahkan, saya…

Tetralogi Buru: Anak Semua Bangsa

“Semua yang terjadi di kolong langit adalah urusan setiap orang yang berpikir” (Pramoedya Ananta Toer) Anak Semua Bangsa adalah episode kedua dari Tetralogi Buru. Di awal cerita – yang merupakan lanjutan dari buku sebelumnya – saya sudah hanyut dan banjir air mata mengetahui kelanjutan nasib Minke, Annelies, dan keluarganya yang diperlakukan tidak adil oleh Belanda. Jika…

Tetralogi Buru: Bumi Manusia

“Kita kalah, Ma,” bisikku. “Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.” Telah lebih dari lima tahun setelah saya menutup laman terakhir dari buku yang merupakan bagian pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer ini. Sebuah perasaan yang saat itu muncul adalah: saya ingin segera melanjutkan membaca buku berikutnya. Ada bagian dari hidup ini yang…

Memayungi Drupadi

“Dia membisikkan betapa dia mencintai kekuatanku. Kemudian aku bertanya-tanya: apakah dia mencintaiku karena aku kuat dan mandiri sehingga dia tak perlu melindungi seperti seorang Bima memayungi Drupadi? Atau karena dia memang mencintaiku karena dia tak bisa bernafas seandainya aku pergi dari sisinya? Mengapa aku tak ingin mencari jawabannya?” Vivienne Deveraux dalam novel ‘Pulang’ karya Leila…

Bersyukur

“Aku salat dan bersyukur Tuhan memberikan Saidah di sampingku, Mas. Tanpa dia, aku akan jadi kapal oleng. Dengan dia, aku bisa tenang dan seimbang,” tutur Bang Amir kepada Dimas Suryo dalam novel ‘Pulang’ karya Leila S. Chudori. Sama seperti Bang Amir, aku pun bersyukur untuk kehadirannya. Semoga kami bisa saling menguatkan dan menyeimbangkan agar tak…

Amba: Cinta, Sejarah, dan Puisi

Sinopsis Tahun 2006: Amba pergi ke Pulau Buru. Ia mencari seorang yang dikasihinya, yang memberinya seorang anak di luar nikah. Laki-laki itu Bhisma, dokter lulusan Leipzig, JermanTimur, yang hilang karena ditangkap pemerintah Orde Baru dan dibuang ke Pulau Buru. Ketika kamp tahanan politik itu dibubarkan dan para tapol dipulangkan, Bhisma tetap tak kembali. Novel berlatar…