Movies, Review

Kotaro Lives Alone: Tontonan Ringan yang Sarat Makna

kotaro 2

Sebuah apartemen sederhana tiba-tiba kedatangan warga baru: Kotaro Sato (Eito Kawahara), seorang anak berusia lima tahun yang tinggal sendirian. Shin Karino (Yu Yokoyama), seorang seniman manga yang menjadi tetangga sebelahnya, merasa heran akan kehadiran Kotaro. Terlebih lagi, sebetulnya pemilik apartemen tersebut melarang adanya anak kecil.

Lagi pula, mengapa Kotaro tinggal sendirian? Di manakah orang tuanya? Misteri itu pelan-pelan terkuak pada tiap episodenya.

Continue reading “Kotaro Lives Alone: Tontonan Ringan yang Sarat Makna”

Books, Review

[Buku] Lebih Senyap dari Bisikan

lebih senyap dari bisikan

Ada hal yang tidak diberitahukan orang kepadamu tentang menjadi orang tua: kau akan merasakan kegembiraan luar biasa, rasa cinta yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga, tapi pada saat yang sama, dirimu menjadi rentan.

Seluruh eksistensimu bukan lagi milikmu sendiri. Ukuran kebahagiaanmu tiba-tiba berubah. Kau akan bahagia saat anakmu gembira, merana saat dia terluka, dan apa pun yang dia rasakan, kau akan merasakannya dua belas kali lipat. Kau mencoba melakukan segalanya dengan benar tapi kau bakal sering gagal.”

(Lebih Senyap dari Bisikan, halaman 58)

Ketidaksengajaan membawa saya pada sebuah cuitan @andinadwifatma di Twitter yang membahas tentang novel barunya. Setelah saya klik dan membaca utas tersebut, saya tak ragu untuk memesan bukunya melalui salah satu platform belanja daring.

Begitulah awal mula perjumpaan saya dengan novel ‘Lebih Senyap dari Bisikan’ yang baru terbit dan dicetak kali pertama bulan Juni lalu. Tanpa saya sadari, ternyata novel yang saya beli adalah edisi bertanda tangan penulisnya. Rupanya saya masuk barisan sejumlah pembaca pertama novel ini. Hehe..

Continue reading “[Buku] Lebih Senyap dari Bisikan”

Movies, Review

Reply 1988: Drama Korea yang Keluar Jalur

Pernahkan membaca buku atau menonton film/serial dan berakhir merasa sayang sama tokoh-tokohnya? Itulah yang saya rasakan setelah menonton Reply 1988, drama Korea (drakor) yang tayang perdana di TVN tahun 2016.

Meskipun saya bukan pecinta drakor garis keras, saya terkadang menonton jika ada rekomendasi drama yang bagus dan saat saya cukup punya waktu untuk menonton (karena keinginan untuk menonton tak selalu sejalan dengan tersedianya waktu dan energi ya, hehe..). Jadi, bisa dihitung sih judul drama yang sudah saya tonton.

Continue reading “Reply 1988: Drama Korea yang Keluar Jalur”
Movies, Review

Marriage Story (2019)

download.jpg

Rasanya, deskripsi Netflix tentang film ini – a marriage coming apart and a family staying togetheramatlah sesuai. Sebagian orang mungkin merasa frustasi menonton film ini. Sebagian mungkin bosan. Hal ini dikarenakan begitu banyak rentetan dialog (termasuk argumen) di dalamnya. Jujur saja, ini memang bukan film yang menghibur, namun bagi saya pribadi, banyak pelajaran di dalamnya.

Marriage Story bercerita tentang sepasang suami-istri Charlie (Adam Driver) dan Nicole (Scarlett Johansson) serta anak semata wayang mereka, Henry. Jika hanya menonton trailer di bawah ini, kita mungkin akan mengira ini adalah kisah cinta romantis. Namun, nyatanya, narasi manis dari Charlie tentang Nicole dan sebaliknya, adalah usaha dari konselor pernikahan mereka agar keduanya dapat mengingat kembali alasan mereka saling mencintai dan melihat sisi positif dari masing-masing. Sayangnya, hal itu tidak terjadi.

Continue reading “Marriage Story (2019)”

Movies, Review

Bebas (2019)

1568023604-image
Foto: Miles Production

Aaah… Rasanya masih tersisa rasa bahagia seusai menonton film Bebas. Seperti biasa, saya lebih tergerak ke bioskop saat ada film Indonesia yang bikin penasaran. Kali ini, pilihan jatuh ke film Bebas. Apalagi ini adalah produksi Miles Film dan disutradarai Riri Riza, sehingga saya menaruh kepercayaan tersendiri.

Bebas merupakan adaptasi dari film Korea berjudul Sunny. Karena saya belum menonton Sunny, maka saya tidak punya perbandingan apapun di kepala. Sekilas, mungkin film ini terlihat seperti kisah persahabatan anak muda biasa: yang gaul, punya geng, populer, dan punya pengaruh di sekolah. Tetapi, Bebas lebih dari itu. Dalam film ini beriringan dua lini waktu yang berbeda, yaitu Geng Bebas saat SMA dan tokoh-tokoh geng tersebut versi dewasa, di mana masing-masing menjalani kehidupan yang berbeda. Ada Kris, Vina, Jessica, Gina, Jojo, dan Suci.

Continue reading “Bebas (2019)”

Movies, Review

Bumi Manusia – Film (2019)

Selama beberapa bulan belakangan, kabar mengenai film Bumi Manusia sudah ramai diperbincangkan. Dari diskusi hangat sampai debat sudah santer di kalangan warganet. Terlebih, film yang diadaptasi dari mahakarya Pramoedya Ananta Toer ini disutradarai Hanung Bramantyo. Sontak banyak warganet khawatir Hanung akan mendramatisasi ala sinetron (bagi yang pernah menonton film besutan Hanung seperti Ayat-Ayat Cinta dan Rudy Habibie mungkin cukup paham).

Sebetulnya, bukan kabar baru bahwa Bumi Manusia akan diangkat ke layar lebar. Pada masa kuliah dulu (katakanlah sekitar sepuluh tahun lalu), sempat beredar kabar bahwa buku ini akan diadaptasi menjadi film dengan arahan sutradara Garin Nugroho. Tahun berganti namun tak kunjung ada kelanjutan dari kabar tersebut. Rupanya, selama beberapa tahun belakangan memang ada sejumlah usaha dari sineas Indonesia untuk memfilmkan ‘Bumi Manusia’. Namun akhirnya Hanunglah yang mendapat kepercayaan (dan tentunya rezeki) untuk menyutradarainya (baca: Kenapa Film Bumi Manusia Harus Saya?)

Continue reading “Bumi Manusia – Film (2019)”

Movies, Review

Crazy Rich Asians (2018)

Kisah cinta lelaki kaya dan perempuan biasa saja? Banyak! Dari sinetron, telenovela, sampai film, tema itu nampaknya cukup sering diangkat. Terdengar klise? Bisa jadi. Tapi kisah itu dikemas dengan apik dalam film Crazy Rich Asians.

Sebelum film ini dirilis, saya melihat beberapa teman yang berbagi tentang novel Crazy Rich Asians di media sosial. Melihat judul dan cover bukunya, saya berpikir ini adalah chicklit dan awalnya tidak terlalu tertarik. Tetapi kemudian saya membaca beberapa review kalau ceritanya bagus, baik buku maupun filmnya. Hal itulah yang kemudian menggerakkan saya pergi ke bioskop.

Continue reading “Crazy Rich Asians (2018)”

Books, Review

I am Sarahza

whatsapp-image-2018-05-03-at-17-16-08-e1525343579403.jpegDi mana ada harapan, di situ ada kehidupan.

 

Sekitar tahun lalu, saya pernah membaca salah satu post Hanum Salsabiela di akun instagramnya. Ia bercerita singkat tentang bagaimana ikhtiarnya dan suaminya, Rangga Almahendra, menanti keturunan selama lebih dari sepuluh tahun. Di akun instagramnya, pernah juga saya membaca cerita tentang sepasang nenek dan kakek yang tidak sengaja mereka temui di Kaliurang. Waktu itu, Hanum baru saja menjalani program kehamilan, namun belum berhasil. Kepada kakek dan nenek tersebut, Rangga, suami Hanum, memberikan sedekah beberapa lembar rupiah, yang ternyata sebagian dari uang tersebut disedekahkan lagi oleh nenek dan kakek ke kotak amal masjid. Allah Mahatahu dari mana jalan kita mendapatkan rezeki. Bisa jadi dari sedikit harta yang kita sedekahkan, mungkin juga dari doa tulus orang-orang tak dikenal yang kita bantu.

Continue reading “I am Sarahza”

Books, Review

A Strangeness in My Mind

A picture of Istanbul’s transformation through the life of a boza seller

WhatsApp Image 2018-04-22 at 21.29.34I really need a while to reflect after reading this novel. The love story, family conflict, and overall transformation of a city. In addition to personal life of the characters, Orhan Pamuk has successfully brought various issues through ‘A Strangeness in My Mind’: history, politics, as well as social and development issues (urbanization to be more specific).

This is the first time I read Pamuk’s work (and I am eager to read more of his). The reason I was interested in the book was because the story revolves in Istanbul, one of my favorite cities (that I’ve visited so far). I have to admit that I used to see Istanbul as an outsider who came to the city for a few days and visited those popular touristy destinations. However, this book tells the other side — ups and downs — of the city. Pamuk lets the readers get to know Istanbul through the life of boza seller (boza is a kind of Turkish traditional drink) named Mevlut.

Continue reading “A Strangeness in My Mind”

Movies, Review

Jelita Sejuba (2018)

Jelita

Beberapa waktu lalu, Putri Marino mengunggah poster film terbarunya di akun Instagram. Judul filmnya adalah ‘Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara’. Sewaktu melihat nama-nama pemainnya, banyak nama yang tidak saya kenal, termasuk pemeran utama prianya, Wafda Saifan. Meskipun begitu, saya penasaran ingin menonton Jelita Sejuba. Alasan sederhananya, karena saya suka akting Putri Marino dalam film Posesif. Berperan sebagai Lala, akting Putri terlihat alami, effortless, dan jujur. Kualitas aktingnya pun dibuktikan dengan raihan Piala Citra 2017 untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik. Jadi, saya punya ekspektasi bahwa film ini pun akan bagus.

Continue reading “Jelita Sejuba (2018)”