Movies, Review

Crazy Rich Asians (2018)

Kisah cinta lelaki kaya dan perempuan biasa saja? Banyak! Dari sinetron, telenovela, sampai film, tema itu nampaknya cukup sering diangkat. Terdengar klise? Bisa jadi. Tapi kisah itu dikemas dengan apik dalam film Crazy Rich Asians.

Sebelum film ini dirilis, saya melihat beberapa teman yang berbagi tentang novel Crazy Rich Asians di media sosial. Melihat judul dan cover bukunya, saya berpikir ini adalah chicklit dan awalnya tidak terlalu tertarik. Tetapi kemudian saya membaca beberapa review kalau ceritanya bagus, baik buku maupun filmnya. Hal itulah yang kemudian menggerakkan saya pergi ke bioskop.

Continue reading “Crazy Rich Asians (2018)”

Advertisements
Movies, Review

Sebulan Pengabdi Setan

Sudah lebih dari 30 hari dan ‘Pengabdi Setan’ masih tayang di bioskop. *tepuk tangan* Kalau diingat-ingat, kali terakhir saya nonton film horor di bioskop itu tahun 2011 atau 2012. Waktu itu nonton Insidious. Itu pun sebetulnya hanya karena ikutan nonton bareng beberapa teman. Nah, kalau terakhir nonton film horor Indonesia… itu lebih lama lagi. Film ‘Bangsal 13’ itu tahun berapa ya?  Hehe. Oh… 2004 (habis googling), berarti sudah lebih dari sepuluh tahun. Maklum laaah.. film horor Indonesia beberapa tahun belakangan identik dengan horor berbalut adegan vulgar. Seolah-olah, hal vulgar menjadi satu-satunya yang dianggap bisa menarik perhatian penonton, bukan cerita yang digarap serius maupun aktor dan aktris dengan kemampuan akting yang baik.

Continue reading “Sebulan Pengabdi Setan”

Movies, Review

Mendamba Banda

REMPAH-REMPAH. Komoditi perdagangan yang saya kenal lewat pelajaran Sejarah. Sewaktu duduk di bangku sekolah dasar, saya merasa tidak mendapat jawaban mengapa orang Belanda sampai repot-repot berlayar melintasi samudera demi rempah-rempah. Sebut saja pala dan cengkeh, dua dari sekian hasil bumi yang diincar oleh Belanda. Semasa kecil, saya mengenal keduanya karena di sekitar lingkungan sekolah saya ada pohon cengkeh, sedangkan pala saya kenal lewat jajanan di kantin sekolah (manisan pala). Apa yang spesial dari keduanya sampai-sampai bisa menyebabkan pertumpahan darah?

Seiring waktu, saya punya semakin banyak sumber informasi mengenai pertanyaan yang ada di kepala saya semasa SD dulu, salah satunya lewat film.

Continue reading “Mendamba Banda”

Movies, Review

Mari Ber-Ziarah

Tepuk tangan penonton memenuhi salah satu ruang bioskop Empire XXI Yogyakarta begitu film yang diputar berakhir.  Muncullah di layar nama-nama pemeran dalam film tersebut: Mbah Ponco Sutiyem sebagai Mbah Sri, Rukman Rosadi sebagai Prapto, dan sederetan nama lain, yang umumnya bukan merupakan aktor dan aktris kondang. Dari deretan nama tersebut, ada pula nama Hanung Bramantyo yang menjadi cameo pada salah satu adegan.

Film tersebut adalah ‘Ziarah’, karya sutradara muda BW Purbanegara. Continue reading “Mari Ber-Ziarah”

Other Stories

Sebuah Awal untuk Akhir yang Lebih Baik

“When you pay attention to the beginning of the story, you can change the whole story.”

– The Beginning of Life

Pagi itu saya sudah sampai di suatu sudut Jalan Prawirotaman IV (Karangkajen), Yogyakarta. Perjalanan ke sana hanya perlu berkendara motor sebentar dari rumah. Milas namanya. Baru-baru ini seorang teman memberi tahu bahwa Milas adalah singkatan dari ‘mimpi lama sekali’. Wah, saya baru mengetahuinya. Selama ini saya mengenal Milas sebagai sebuah restoran vegetarian. Ternyata Milas juga memiliki sebuah playgroup yang berlokasi di area yang sama dengan restorannya. Di sanalah kemarin saya menonton film The Beginning of Life, film dokumenter karya sutradara Estella Renner, sekaligus berdiskusi santai dengan sesama penonton (yang ternyata kebanyakan adalah wali murid playgroup tersebut).

Continue reading “Sebuah Awal untuk Akhir yang Lebih Baik”

Movies, Review

Potret Perempuan dalam ‘Siti’

Setelah beberapa kali ketinggalan screening film Siti di Jogja, akhirnya saya sempat menonton di bioskop Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada akhir pekan lalu. Buat saya, Siti bukanlah film yang akan dilupakan begitu saja. Penokohannya kuat, konfliknya intens dan menguras emosi. Mungkin terlebih karena saya perempuan, selama menonton film ini saya jadi membayangkan kalau saya ada di posisi Siti. That’s tough.

Continue reading “Potret Perempuan dalam ‘Siti’”

Movies, Review

Nostalgia Lewat Negeri Van Oranje

Dari beberapa film Indonesia yang sedang tayang di bioskop pada awal tahun ini, saya memilih untuk menonton Negeri Van Oranje. Sejauh ini saya belum mendengar review luar biasa tentang film ini, namun saya semata-mata ingin bernostalgia akan masa-masa studi dan tinggal di Belanda. Film karya Endri Pelita ini diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh  Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan Rizki Pandu Permana.

Novelnya sendiri sudah pernah saya baca pada awal 2011. Novel yang ringan, menghibur, dan disisipi informasi mengenai serba-serbi studi di Belanda serta budaya sehari-hari masyarakat Belanda. Dari buku inilah kali pertama saya mengetahui bahwa orang Belanda kalau cipika-cipiki itu tiga kali alih-alih dua kali seperti di Indonesia. Hehe… Saat membacanya, sama sekali tak ada pikiran saya kelak akan berkuliah di Belanda.

Continue reading “Nostalgia Lewat Negeri Van Oranje”

Movies, Review

Disconnect (2013)

“A hard-working lawyer, attached to his cell phone, can’t find the time to communicate with his family. A couple is drawn into a dangerous situation when their secrets are exposed online. A widowed ex-cop struggles to raise a mischievous son who cyber-bullies a classmate. An ambitious journalist sees a career-making story in a teen that performs on an adult-only site. They are strangers, neighbors and colleagues and their stories collide in this riveting dramatic thriller about ordinary people struggling to connect in today’s wired world.”

(http://www.disconnectthemovie.com/)

Hampir setiap hari atau bahkan setiap hari kita tersambung internet. Pagi-pagi sambil sarapan, menikmati perjalanan ke kantor, atau kapanpun saat sedang luang rasanya jari-jari ini tidak bisa tidak menyentuh berbagai tombol aplikasi online di ponsel kita. Ada yang bilang teknologi itu mendekatkan yang jauh, namun bisa juga justru menjauhkan yang dekat. Internet, khususnya, memberikan banyak kemudahan untuk beraktivitas dan berkomunikasi. Namun jika kita tidak menggunakannya dengan bijak, internet bisa jadi merugikan dan membahayakan.

Continue reading “Disconnect (2013)”