Indonesia, Traveling

[SumateraTrip-12] 24 Jam Terlama

(Cerita sebelumnya di SINI)

Saya tahu saya tidak pantas mengatakan 24 jam adalah waktu yang lama untuk sebuah perjalanan. Banyak orang di dunia ini yang membutuhkan waktu berpuluh-puluh jam untuk mencapai tempat yang dituju, bahkan dengan moda transportasi yang paling tidak nyaman. Kini setiap kali saya melihat bus lintas Sumatera, atau bahkan Jawa-Sumatera, saya memandang para penumpangnya dengan penuh penghormatan. Mereka punya daya tahan dan kesabaran yang luar biasa.

Cerita dimulai pada suatu siang yang gelap dan diguyur hujan. Saya menelepon agen bus Bukittinggi-Medan di Terminal Bus Aur Kuning, Bukittinggi.

Continue reading “[SumateraTrip-12] 24 Jam Terlama”

Advertisements
Indonesia, Traveling

[SumateraTrip-11] Berkunjung ke Istana, Mencicipi Nasi Kapau

Sebelum saya meninggalkan Bukittinggi (cerita sebelumnya di SINI), saya sempat mampir ke Batusangkar. Dengan berkendara motor, kota ini dapat ditempuh dalam waktu 1-1,5 jam. Tujuan utama ke Batusangkar tentu untuk mengunjungi Istana Pagaruyung.

Sepanjang jalan ketika hamper sampai di istana tersebut, terdapat banyak rumah adat Minang berukuran sedang dan cukup besar. Sampai-sampai beberapa kali saya mengira rumah-rumah tersebut termasuk komplek Istana Pagaruyung. Barulah di depan pagar dengan gapura bertuliskan Istano Basa Pagaruyung, motor yang dikendarai Hari berbelok masuk ke area parkir. Ini dia tempat yang kami tuju.

Continue reading “[SumateraTrip-11] Berkunjung ke Istana, Mencicipi Nasi Kapau”

Indonesia, Traveling

[SumateraTrip-10] 44 Kelokan Menuju Danau Maninjau

Meninggalkan Bukittinggi menuju Maninjau

Kelok 44 namanya. Saya rasa banyak orang sudah familiar dengan nama itu. Kelokan ini terletak di perbukitan menuju Danau Maninjau, tepatnya masuk wilayah Kabupaten Agam. Saya berangkat pukul 2 siang dari Bukittinggi, setelah sebelumnya jalan-jalan di sekitar Jam Gadang.

Saya sebenarnya sudah bertanya kepada Hari  mengenai moda transportasi apa yang dapat saya ambil untuk menuju Danau Maninjau. Katanya ada semacam minibus dari terminal, namun Hari menawarkan untuk diantarnya saja supaya saya juga bisa ke Puncak Lawang. Puncak Lawang adalah bukit dimana kita bisa melihat Danau Maninjau dari atas. Wah pasti bagus sekali untuk memotret, pikir saya.

Continue reading “[SumateraTrip-10] 44 Kelokan Menuju Danau Maninjau”

Indonesia, Traveling

[SumateraTrip-9] Serba-serbi Bukittinggi

Jam gadang! Mungkin itu yang pertama terlintas di benak kebanyakan orang saat mendengar nama kota yang satu ini. Di balik itu, jauh puluhan tahun yang lalu, Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah kebangsaan. Kota ini pernah ditunjuk sebagai ibukota Pemerintahan darurat Republik Indonesia ( PDRI ) pada Desember 1948 sampai dengan Juni 1949, setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Setelah itu, Bukittinggi menjadi ibukota provinsi Sumatera, Sumatera Tengah (mencakup Sumbar, Jambi, dan Riau), dan Sumatera Barat sampai akhirnya ibukota dipindahkan ke Padang. Sebelum Indonesia merdeka pun Belanda dan Jepang telah menjadikan Bukittinggi sebagai kota penting, yaitu sebagai basis militer.

Continue reading “[SumateraTrip-9] Serba-serbi Bukittinggi”

Indonesia, Traveling

[SumateraTrip-8] Haru di Rumah Heru

“Kasih tahu ya kalau sudah hampir sampai. Nanti dijemput Hari, adiknya Heru.”

Begitulah kira-kira bunyi pesan singkat yang dikirim oleh Mama Heru. Hujan baru saja reda saat saya tiba di Bukittinggi. Ya, hujan sering sekali menjadi saksi kedatangan dan kepergian saya di suatu kota pada perjalanan ini. Tak lama saya berhenti di depan ruko pertokoan sampai akhirnya seorang pengendara motor menepi. Wajahnya mirip Heru, ah ini pasti Hari!

Continue reading “[SumateraTrip-8] Haru di Rumah Heru”

Indonesia, Traveling

[SumateraTrip-7] Sendiri di Singkarak

Sawahlunto baru memulai kesibukan pagi sementara saya dan Chaul berada di daerah Pasar Remaja menuju pool bis Jasa Malindo. “Ini, bawa aja…” Chaul menyodorkan sebuah kotak makan berisi lontong sayur. “Nggak usah, Ul. Kapan gue balikinnya? Gampang lah nanti gue beli sarapan sendiri. Makasih banyak, Ul.” Adegan saling menyodorkan kotak makan berlangsung beberapa saat sampai akhirnya saya menyerah. Tak tega karena pagi itu Chaul sudah ditunggu temannya untuk berangkat bersama ke Puskesmas Silungkang untuk jaga.

Continue reading “[SumateraTrip-7] Sendiri di Singkarak”

Indonesia, Traveling

[SumateraTrip-6] Kenangan Batu Bara dan Orang Rantai

Gedung galeri dua lantai itu terlihat baru, namanya Galeri Info Box. Kami membayar Rp8.000 untuk pengalaman tak terlupakan di tempat ini. Begitu saya memasukinya, seorang petugas menyambut dengan ramah. “Mau ke Lubang Tambang Mbah Soero?” tanyanya. Saya mengiyakan. Kala itu saya datang bersama Chaul dan seorang temannya. Petugas itu memperkenalkan diri sebagai Pak Win. Sebelum memasuki lokasi lubang tambang, kami diminta ke sebuah ruangan untuk mengenakan helm dan sepatu bot. Hal ini bertujuan untuk melindungi pengunjung dari tetesan air dari atas dinding serta sebagian daerah dasar yang masih tergenang air.

Continue reading “[SumateraTrip-6] Kenangan Batu Bara dan Orang Rantai”

Indonesia, Traveling

[SumateraTrip-5] Sawahlunto: Cerita Kereta

Memasuki kota Sawahlunto, saya disuguhi pemandangan jalan yang bersih dan teratur, serta bangunan tua yang masih terawat. Saat berjalan menuju kost Chaul di kawasan Pasar Remaja, perasaan yang sama hadir seperti saat saya berjalan-jalan di kota tua Melaka, Malaysia. Memang jumlah bangunan tua di Sawahlunto tak sebanyak di Melaka, namun cukup mengingatkan saya akan Melaka yang merupakan salah satu World Heritage itu. Kanan dan kiri jalan di Pasar Remaja dipenuhi ruko berbagai toko yang sekaligus menjadi hunian di lantai atasnya, yang sebagian bergaya oriental.

Continue reading “[SumateraTrip-5] Sawahlunto: Cerita Kereta”

Indonesia, Traveling

[SumateraTrip-3] Museum yang Terabaikan

Mendengar orang sekeliling berbahasa Minang, saya beberapa kali harus menyadarkan diri sendiri bahwa saya sedang berada di Padang, Sumatera Barat. Iya, tentu sebelumnya saya pernah mendengar juga orang berbahasa Minang, namun tidak masif seperti ini. Hehe… Bagi saya, mendengar orang bercakap-cakap dengan bahasa daerah ini menyenangkan. Nadanya yang khas rasanya enak didengar.

Continue reading “[SumateraTrip-3] Museum yang Terabaikan”

Indonesia, Traveling

[SumateraTrip-2] Padang dalam Kenangan

Saya hanya berada di Padang selama dua hari. Salah satu hal yang membuat saya senang adalah fakta bahwa saya tidak perlu mencari warung makan berlabel Warung Padang untuk menyantap rendang. Hahaha… Karena hampir semua warung makan menyediakan hidangan ala Minang. Rasanya memang agak berbeda dengan kalau kita makan di Warung Padang di tempat-tempat lain selain Sumbar yang belum tentu sang koki adalah orang Minang asli.

Continue reading “[SumateraTrip-2] Padang dalam Kenangan”