Asia, Other Stories, Traveling

Makkah dan Madinah: Dua Persinggahan

img_20181015_055924_hdr-01.jpeg
Ka’bah di Masjidil Haram

Suatu siang, di antara lautan manusia di Masjidil Haram, air mata ini tertahan. Kemudian tak lama, tangis pecah. Tangis dalam sunyi. Tangis di antara entah berapa puluh ribu manusia yang terpekur menunduk ke tempat sujud di sekeliling Ka’bah.

Sunyi di antara takbir, i’tidal, dan sujud. Tangis di antara lantunan ayat-ayat Alquran dan bacaan-bacaan shalat yang dilafalkan lirih. Rasa sedih yang seringkali datang membuncah ketika mengingat bahwa semua ini takkan lama. Bahwa Makkah dan Madinah ini hanyalah persinggahan untuk kemudian kami melanjutkan hari-hari sebagaimana biasa.

Continue reading “Makkah dan Madinah: Dua Persinggahan”

Advertisements
Other Stories

Ramadhan di Rantau: Berkenalan dengan Malta

WhatsApp Image 2018-06-02 at 4.02.22 PM (1)
Putri di Malta (foto: dok. pribadi)

Pernah mendengar sebuah negara bernama Malta? Kalau diintip di peta, negara kepulauan ini berada di selatan Italia, di tengah Laut Mediterania. Dengan populasi sekitar 400.000 orang, Malta merupakan salah satu negara terkecil dengan penduduk terpadat. Negara ini terdiri dari tiga pulau, yaitu Malta, Gozo, dan Comino. Sewaktu saya masih di Belanda, cukup sering ‘berseliweran’ tiket pesawat ke Malta saat sedang browsing tiket. Sayangnya, kala itu belum ada rezeki untuk mengunjungi negara tersebut.

Continue reading “Ramadhan di Rantau: Berkenalan dengan Malta”

Other Stories

Ramadhan di Rantau: Suka Duka di Negeri Sakura

Surprise!

Sebelum beranjak ke Malta, cerita Ramadhan di Rantau kali ini akan singgah dulu ke Negeri Sakura. Ya, kali ini saya ngobrol-ngobrol dengan seorang teman yang sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di Jepang. Gibran (30) memulai perjalanannya di Jepang pada 2006 ketika ia mendapatkan beasiswa Monbukagakusho (beasiswa pemerintah Jepang) untuk studi jenjang D3. Masih dengan beasiswa, ia melanjutkan studi sampai dengan jenjang S2. Kini Gibran sudah bekerja dan berkeluarga di sana. Ia tinggal di kota Fuji bersama istrinya, Sofya, dan putrinya Hana. Sofya merupakan peraih beasiswa yang sama dengan Gibran dan kini bekerja di bidang suplemen kesehatan.

Continue reading “Ramadhan di Rantau: Suka Duka di Negeri Sakura”

Other Stories

Ramadhan di Rantau: Hijrah ke Negeri Kiwi

Alhamdulillaah.. hari ketiga puasa Ramadhan 1439 H.

Dua tahun lalu, saya pernah menceritakan pengalaman saya berpuasa di Belanda lewat tulisan ‘Berpuasa pada Musim Panas’. Waktu itu Ramadhan dimulai pada awal Juli, sewaktu Eropa sedang musim panas dan udara memang sedang panas-panasnya. Itu adalah kali pertama saya berpuasa selama sekitar dua puluh jam dan alhamdulillaah tidak seberat yang saya pikirkan sebelumnya.

Ternyata, cukup banyak respons positif untuk tulisan tersebut, baik langsung melalui blog maupun melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter. Tentu cerita berpuasa di belahan bumi yang berbeda bukan untuk membanding-bandingkan, tetapi justru harapannya sebagai sesama muslim kita bisa saling menguatkan. Beda tempat, pasti beda tantangannya. Dengan mengetahui berbagai kisah orang lain, kita bisa semakin bersyukur dengan apa pun kondisi kita.

Continue reading “Ramadhan di Rantau: Hijrah ke Negeri Kiwi”

Books, Review

I am Sarahza

whatsapp-image-2018-05-03-at-17-16-08-e1525343579403.jpegDi mana ada harapan, di situ ada kehidupan.

 

Sekitar tahun lalu, saya pernah membaca salah satu post Hanum Salsabiela di akun instagramnya. Ia bercerita singkat tentang bagaimana ikhtiarnya dan suaminya, Rangga Almahendra, menanti keturunan selama lebih dari sepuluh tahun. Di akun instagramnya, pernah juga saya membaca cerita tentang sepasang nenek dan kakek yang tidak sengaja mereka temui di Kaliurang. Waktu itu, Hanum baru saja menjalani program kehamilan, namun belum berhasil. Kepada kakek dan nenek tersebut, Rangga, suami Hanum, memberikan sedekah beberapa lembar rupiah, yang ternyata sebagian dari uang tersebut disedekahkan lagi oleh nenek dan kakek ke kotak amal masjid. Allah Mahatahu dari mana jalan kita mendapatkan rezeki. Bisa jadi dari sedikit harta yang kita sedekahkan, mungkin juga dari doa tulus orang-orang tak dikenal yang kita bantu.

Continue reading “I am Sarahza”

Other Stories

Berpuasa pada Musim Panas

DSC00256wm
Suasana Ramadhan di Belanda, musim panas 2014. Just like another day.

Berpuasa bukanlah persoalan di mana dan siapa yang berpuasa lebih lama. Tentu saja bukan. Tetapi pastinya ada cerita tersendiri dalam menjalankan puasa di perantauan, dengan cuaca yang panas, waktu puasa yang lebih lama dari biasanya, ditambah lagi berpuasa di tengah masyarakat dengan mayoritas tidak beragama islam.

Continue reading “Berpuasa pada Musim Panas”

Asia, Traveling

Kehidupan sebagai Muslim di Korea

Saya pernah mendengar beberapa orang berkomentar kira-kira seperti ini, “Yah… gitu deh, kalau udah kelamaan tinggal di luar negeri (yang bukan mayoritas muslim – pen) lama-lama bisa jadi liberal.”

Pertama, perlu dijelaskan liberal yang dimaksud itu seperti apa.

Kedua, sebenarnya saya tidak bermaksud membahas tentang liberal, moderat, maupun konservatif. Islam adalah islam (baca: Don’t Call Me a Moderate Muslim).  Melalui tulisan ini, saya sekadar ingin menceritakan pengalaman saya di Korea sebagai seorang muslim. Perjalanan setiap orang itu unik dan berbeda antara satu dan lainnya. Dalam perjalanan itu pula ada proses belajar, berpikir, dan pengalaman langsung yang tak tergantikan oleh sekadar teori. Continue reading “Kehidupan sebagai Muslim di Korea”

Eurotrip, Traveling

Granada (3): Mengagumi Alhambra

Beranjak dari kawasan Albaicin, seharian itu kami habiskan di komplek Alhambra. Alhambra berasal dari kata ‘Alhamra’ (الْحَمْرَاء) yang dalam bahasa Arab berarti ‘yang berwarna merah’. Penamaan ini dikarenakan bangunannya banyak dihiasi ubin, bata, dan keramik berwarna kemerahan. Di dalam komplek Alhambra terdapat istana (Nasrid Palace), benteng (Alcazaba), dan taman yang dikenal dengan nama Generalife. Komplek yang masih bertahan hingga saat ini dibangun untuk Emir Muslim yang terakhir di Spanyol dari Dinasti Nasrid. Jika kita menelusuri komplek ini, akan terasa bahwa berbagai bangunan yang ada di dalamnya seolah berdiri sendiri-sendiri. Hal ini wajar karena pada awal dibangunnya tidak ada grand design secara keseluruhan melainkan dibangun secara bertahap melewati berbagai rezim kekuasaan.

Continue reading “Granada (3): Mengagumi Alhambra”

Eurotrip, Traveling

Granada (2): Oase di Albaicin

Pensil seorang pelukis menari-nari, mentransfer rupa pemandangan yang berada di hadapannya ke atas kertas. Dengan luwes ia melukiskan Alhambra dari Mirador de San Nicolás, sebuah plaza di depan gereja San Nicolás, yang juga menjadi titik temu sekaligus puncak di kawasan Albaicin. Di puncak ini, kita bisa menyapukan pandangan ke berbagai arah dimana terlihat dengan jelas Alhambra, lanskap kota Granada, dan pegunungan Sierra Nevada. Usai dengan satu lukisan, pelukis itu memajang karyanya di sebuah meja dan menaruh nominal harga. Kemudian ia melanjutkan melukis lagi.

Continue reading “Granada (2): Oase di Albaicin”