Asia, Other Stories, Traveling

Makkah dan Madinah: Dua Persinggahan

img_20181015_055924_hdr-01.jpeg
Ka’bah di Masjidil Haram

Suatu siang, di antara lautan manusia di Masjidil Haram, air mata ini tertahan. Kemudian tak lama, tangis pecah. Tangis dalam sunyi. Tangis di antara entah berapa puluh ribu manusia yang terpekur menunduk ke tempat sujud di sekeliling Ka’bah.

Sunyi di antara takbir, i’tidal, dan sujud. Tangis di antara lantunan ayat-ayat Alquran dan bacaan-bacaan shalat yang dilafalkan lirih. Rasa sedih yang seringkali datang membuncah ketika mengingat bahwa semua ini takkan lama. Bahwa Makkah dan Madinah ini hanyalah persinggahan untuk kemudian kami melanjutkan hari-hari sebagaimana biasa.

Continue reading “Makkah dan Madinah: Dua Persinggahan”

Movies, Review

Kotaro Lives Alone: Tontonan Ringan yang Sarat Makna

kotaro 2

Sebuah apartemen sederhana tiba-tiba kedatangan warga baru: Kotaro Sato (Eito Kawahara), seorang anak berusia lima tahun yang tinggal sendirian. Shin Karino (Yu Yokoyama), seorang seniman manga yang menjadi tetangga sebelahnya, merasa heran akan kehadiran Kotaro. Terlebih lagi, sebetulnya pemilik apartemen tersebut melarang adanya anak kecil.

Lagi pula, mengapa Kotaro tinggal sendirian? Di manakah orang tuanya? Misteri itu pelan-pelan terkuak pada tiap episodenya.

Continue reading “Kotaro Lives Alone: Tontonan Ringan yang Sarat Makna”

Other Stories

Bahagia, Takut, dan Syukur

photo6109174831044996348
Berdua jadi bertiga (Kiri: April 2020, Kanan: Des 2020)

Beberapa tahun silam, saya pernah melihat sebuah unggahan yang muncul di explore Instagram. Ada seorang influencer, ibu dengan satu anak, yang curhat karena sempat merasa terkejut, sedih, dan belum siap dengan kehamilan anak kedua. Waktu itu anak pertamanya belum genap berusia dua tahun.

Katanya, ia masih ingin mencurahkan rasa sayangnya untuk si anak pertama.
Katanya, ia punya berbagai rencana yang ingin ia wujudkan dengan anak pertamanya.
Dan sebagainya..

Sebagian komentar menyemangati dan memvalidasi perasaan si Ibu. Lainnya? Bisa ditebak ya, jempol warganet kadang kejamnya sungguh luar biasa. Tapi, intinya, banyak juga yang bilang ibu itu tidak bersyukur. Padahal di luar sana, masih banyak ibu yang mendambakan hadirnya keturunan.

Continue reading “Bahagia, Takut, dan Syukur”

Books, Review

[Buku] Lebih Senyap dari Bisikan

lebih senyap dari bisikan

Ada hal yang tidak diberitahukan orang kepadamu tentang menjadi orang tua: kau akan merasakan kegembiraan luar biasa, rasa cinta yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga, tapi pada saat yang sama, dirimu menjadi rentan.

Seluruh eksistensimu bukan lagi milikmu sendiri. Ukuran kebahagiaanmu tiba-tiba berubah. Kau akan bahagia saat anakmu gembira, merana saat dia terluka, dan apa pun yang dia rasakan, kau akan merasakannya dua belas kali lipat. Kau mencoba melakukan segalanya dengan benar tapi kau bakal sering gagal.”

(Lebih Senyap dari Bisikan, halaman 58)

Ketidaksengajaan membawa saya pada sebuah cuitan @andinadwifatma di Twitter yang membahas tentang novel barunya. Setelah saya klik dan membaca utas tersebut, saya tak ragu untuk memesan bukunya melalui salah satu platform belanja daring.

Begitulah awal mula perjumpaan saya dengan novel ‘Lebih Senyap dari Bisikan’ yang baru terbit dan dicetak kali pertama bulan Juni lalu. Tanpa saya sadari, ternyata novel yang saya beli adalah edisi bertanda tangan penulisnya. Rupanya saya masuk barisan sejumlah pembaca pertama novel ini. Hehe..

Continue reading “[Buku] Lebih Senyap dari Bisikan”

Other Stories

Akhirnya punya asisten rumah tangga

Sebelum punya anak, memiliki asisten rumah tangga (ART) yang menginap di rumah tidak pernah masuk daftar kebutuhan kami. Kami pernah punya ART yang pulang-pergi, bekerja seminggu 2-3 kali. Mungkin hanya sekitar setahun, sisanya ya kami mengerjakan segala pekerjaan rumah berdua (catatan: baju yang perlu disetrika kami kirimkan ke jasa laundry terdekat haha..).

Pilihan memiliki asisten yang menginap mulai muncul ketika:
1) putri pertama kami lahir,
2) situasi sedang pandemi (tidak berani mempekerjakan asisten yang pulang pergi karena sulit mengontrol kegiatan di luar dan protokol kesehatannya).

Kami maju-mundur untuk memutuskan hal tersebut. Sampai dengan usia K tujuh bulan, dengan segala jungkir baliknya, kami masih sanggup mengelola kehidupan sehari-hari kami, yaitu bekerja dari rumah (WfH), mengurus bayi, dan melakukan pekerjaan domestik.

Continue reading “Akhirnya punya asisten rumah tangga”
Indonesia, Traveling

Mendadak ke Museum

Tampak depan Gedung Pameran Temporer Sonobudoyo

Menjelang akhir pekan kemarin, saya kepikiran mau cari lokasi jalan pagi selain sekitaran rumah. Tujuannya, tentu karena saya butuh refreshing dari suasana yang itu-itu saja. 😄 Kepikiran lah ke sekitar Alun-alun Utara Jogja, mengingat kalau di Alun-alun Selatan alias Alkid kan biasanya cukup ramai orang berolahraga dan berjualan.

Karena satu dan lain hal (di antaranya karena harus mampir ke suatu tempat dan ban mobil bocor huhu..), kami sampai tujuan lebih siang dari yang direncanakan. Tapi ya sudahlah.. si Ibu nggak mau rugi dong, tetap harus ada aktivitas jalan kaki. Hehe..

Sewaktu kami jalan ke arah utara menuju titik nol, dikarenakan sudah cukup panas, kami bermaksud berteduh sebentar di depan Gedung Pameran Temporer Museum Sonobudoyo. Petugasnya terlihat senang ada pengunjung yang datang dan kami malah jadi ngobrol. Dari petugas tersebut, kami jadi tahu bahwa sedang ada pameran Harmoni Cina – Jawa dalam Seni Pertunjukan di gedung tersebut (bukan di gedung utama museumnya).

Continue reading “Mendadak ke Museum”

Other Stories

Apa Kabar Selama Pandemi?

Sempat galau waktu cuti melahirkan mau selesai beberapa bulan lalu. Rencana sebelumnya, K akan dititipkan di day care dekat kantor selama saya bekerja. Tapi dengan kondisi pandemi, tentu daycare langsung dicoret dari rencana (kebanyakan daycare tutup, tapi ada juga beberapa yang sudah kembali buka). Saya dan suami juga belum mantap untuk punya asisten rumah tangga (ART) di rumah, jadi ya semua dikerjakan berdua.

2018 & 2020 – berfoto di pinggir sawah yang sama dekat rumah

Alhamdulillah.. kabar baik datang pada akhir Juni lalu. Meskipun kantor saya sudah mulai menerapkan bekerja di kantor lagi dengan sistem shift, ibu hamil dan ibu yang punya anak kecil boleh tetap bekerja dari rumah. ❤ Jadilah selama empat bulanan ini, kegiatan di rumah aja makin heboh dengan saya dan suami yang work from home (WFH) sambil mengasuh bayi. Semoga bisa cerita tentang up and down WFH with baby di tulisan terpisah ya.

Continue reading “Apa Kabar Selama Pandemi?”

Other Stories

Hamil dan Melahirkan di Masa Pandemi

Saat hamil 32 minggu

Beberapa pekan terakhir sebelum melahirkan, rumah sakit telah memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat. Cek suhu tubuh sebelum masuk, physical distancing, dsb, termasuk dokter pun mengenakan APD saat memeriksa pasien. Kontrol ke rumah sakit rasanya menjadi saat yang mendebarkan. Kontrol yang seharusnya sepekan sekali, akhirnya agak dikurangi, selama pergerakan bayi di dalam perut masih aktif. Dalam periode tersebut, saya juga periksa ke bidan alih-alih ke rumah sakit untuk menghindari keramaian.

Continue reading “Hamil dan Melahirkan di Masa Pandemi”

Other Stories

Sudah Bahagia?

“Waah udah bahagia ya, sekarang udah punya anak.”⁣⁣

Beberapa kali kami mendapat komentar yang kurang lebih sama. Kami percaya, tidak ada maksud yang tidak baik dari kalimat tersebut.
⁣⁣
Alhamdulillaah.. sebelum dikaruniai anak pun kami berusaha untuk senantiasa bersyukur dengan apa yang Allah berikan, karena sejatinya rezeki itu berbagai macam bentuknya. ⁣⁣
⁣⁣
Alhamdulillah dikaruniakan kesehatan, pasangan yang baik, keluarga yang suportif, pekerjaan, waktu luang untuk melakukan hal-hal yang semoga bermanfaat, dan masih banyak lagi.⁣⁣

Continue reading “Sudah Bahagia?”
Movies, Review

Reply 1988: Drama Korea yang Keluar Jalur

Pernahkan membaca buku atau menonton film/serial dan berakhir merasa sayang sama tokoh-tokohnya? Itulah yang saya rasakan setelah menonton Reply 1988, drama Korea (drakor) yang tayang perdana di TVN tahun 2016.

Meskipun saya bukan pecinta drakor garis keras, saya terkadang menonton jika ada rekomendasi drama yang bagus dan saat saya cukup punya waktu untuk menonton (karena keinginan untuk menonton tak selalu sejalan dengan tersedianya waktu dan energi ya, hehe..). Jadi, bisa dihitung sih judul drama yang sudah saya tonton.

Continue reading “Reply 1988: Drama Korea yang Keluar Jalur”