Eurotrip, Traveling

Granada (4): Adiós!

IMG_1409.CR2
Chendra, saya, dan Mabel

Pagi itu, saya dan Chendra tersadar bahwa hari perpisahan dengan Granada akhirnya tiba juga. Kami mulai membereskan pakaian dan barang-barang bawaan kami untuk kemudian dimasukkan ke dalam ransel. Sambil beres-beres, saya melihat sekeliling paviliun Mabel, tempat kami menghabiskan tiga hari di Granada. Entah mengapa, dalam waktu singkat tersebut terasa banyak nostalgia di tiap sudut rumah Mabel itu, termasuk  ‘insiden’ jendela yang membuat Chendra harus dilarikan ke rumah sakit setempat. Bukan pengalaman yang menyenangkan memang, namun ada banyak hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian.

Tok tok tok. Continue reading “Granada (4): Adiós!”

Advertisements
Books, Review

A Strangeness in My Mind

A picture of Istanbul’s transformation through the life of a boza seller

WhatsApp Image 2018-04-22 at 21.29.34I really need a while to reflect after reading this novel. The love story, family conflict, and overall transformation of a city. In addition to personal life of the characters, Orhan Pamuk has successfully brought various issues through ‘A Strangeness in My Mind’: history, politics, as well as social and development issues (urbanization to be more specific).

This is the first time I read Pamuk’s work (and I am eager to read more of his). The reason I was interested in the book was because the story revolves in Istanbul, one of my favorite cities (that I’ve visited so far). I have to admit that I used to see Istanbul as an outsider who came to the city for a few days and visited those popular touristy destinations. However, this book tells the other side — ups and downs — of the city. Pamuk lets the readers get to know Istanbul through the life of boza seller (boza is a kind of Turkish traditional drink) named Mevlut.

Continue reading “A Strangeness in My Mind”

Movies, Review

Jelita Sejuba (2018)

Jelita

Beberapa waktu lalu, Putri Marino mengunggah poster film terbarunya di akun Instagram. Judul filmnya adalah ‘Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara’. Sewaktu melihat nama-nama pemainnya, banyak nama yang tidak saya kenal, termasuk pemeran utama prianya, Wafda Saifan. Meskipun begitu, saya penasaran ingin menonton Jelita Sejuba. Alasan sederhananya, karena saya suka akting Putri Marino dalam film Posesif. Berperan sebagai Lala, akting Putri terlihat alami, effortless, dan jujur. Kualitas aktingnya pun dibuktikan dengan raihan Piala Citra 2017 untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik. Jadi, saya punya ekspektasi bahwa film ini pun akan bagus.

Continue reading “Jelita Sejuba (2018)”

Other Stories, Review

Mudik: Dulu dan Sekarang

Setelah menikah, tujuan mudik jadi semakin banyak. Kalau biasanya mudik ‘hanya’ seputar keluarga Mama atau Papa (keduanya di Jawa Barat tetapi beda kota), semenjak menikah, tujuan mudik bertambah keluarga Ibu dan Bapak mertua yang mana ada di Jawa Barat, DIY, dan Jawa Timur. Wah, makin panjang saja daftar tujuan yang dikunjungi. Alhamdulillaah..

Lho, belum juga bulan puasa, kok udah bahas mudik? 😀

Continue reading “Mudik: Dulu dan Sekarang”

Asia, Eurotrip, Traveling

Bring me back to Istanbul

DSC09745 edit
Istanbul dan Galata Bridge

Kalau ditanya kota apa yang sudah pernah saya kunjungi tapi ingin dikunjungi lagi, salah satunya adalah Istanbul, Turki. Saya merasa, kunjungan pertama saya ke sana pada 2014 lalu terbilang singkat (semoga ada kunjungan selanjutnya.. aamiin). Rasanya ingin sekali slow traveling di sana, mengunjungi pasar-pasarnya, manyambangi masjid-masidnya yang begitu indah dan penuh sejarah, menikmati aneka kulinernya, dan tentu lebih banyak berinteraksi dengan orang-orangnya yang amat ramah dan bersahabat.

Continue reading “Bring me back to Istanbul”

Other Stories

Kemudahan Layanan Keuangan Lewat Satu Gerbang

Sekitar sebelas tahun lalu, saya terkesima saat seorang teman membayar ongkos bus dengan menggunakan uang elektronik. Cukup pindai kartu di mesin dekat pintu masuk bus, mesin akan berbunyi pertanda transaksi pembayaran berhasil. Teman saya pun langsung duduk di bus dengan tenang. Sementara saya, setelah grasak-grusuk, barulah menemukan uang pecahan seribu won di dompet untuk membayar ongkos.

Pengalaman tersebut terjadi di sebuah bus di kota Daejeon, saat kali pertama saya menggunakan bus kota di Korea. Karena pengalaman itulah, saya kemudian membeli uang elektronik di salah satu convenient store untuk mempermudah berbagai transaksi. Kartu tersebut bisa digunakan baik untuk bus maupun kereta bawah tanah. Selain alasan kepraktisan, jika membayar menggunakan uang elektronik, tarifnya 10% lebih murah dibandingkan membayar tunai. Tentu ini menjadi insentif tersendiri bagi masyarakat sebagai konsumen.

Continue reading “Kemudahan Layanan Keuangan Lewat Satu Gerbang”

Books, Review

The Life-Changing Magic of Tidying Up

WhatsApp Image 2018-02-15 at 14.54.50

First of all, I am actually not a person who often reads self-help books. However, I must say that I really like this book by Marie Kondo. The word ‘life-changing’ on its title is not an exaggeration I guess. Our mindset, our confidence, our motivation to work, and so on, somehow starts from our house condition. I’ve read another book titled ‘Happiness Project’ and it considers decluttering as the first step to happiness as well. And yes.. I agree.

I know.. the reviews here are quite polarized, from those who really like it to those who have no idea or just simply can not relate to what the author has written on the book. I totally understand. 😀 But here I want to summarize what I think about the book.

Continue reading “The Life-Changing Magic of Tidying Up”

Other Stories

Bertemu Syahid

Enam tahun lalu.

Eh, enam tahun? Selama itukah? Yang berarti juga, aku sudah enam tahun lebih tua dan murid-muridku kini sudah beranjak remaja.

Cerita ini masih tersimpan rapi, namun aku pikir terlalu sayang jika tak dituliskan. Waktu itu, dua muridku di SDN 4 Telukjatidawang, Tambak, Bawean, akan ikut babak penyisihan Olimpiade Sains Kuark (OSK) di Surabaya. Mereka adalah Syahid dan Jannah. Kala itu mereka duduk di kelas enam SD.

Continue reading “Bertemu Syahid”

Books, Review

Sembilan Buku di 2017 (Bagian 1)

Hanya sembilan?

Mungkin angka ini terbilang sedikit ya dibandingkan teman-teman lain yang hobi baca buku. Hehe. Saya memang nggak bisa baca buku cepet-cepet dan butuh suasana yang kondusif untuk baca. Jadi ya bacanya pelan-pelan, menyempatkan di sela-sela aktivitas. Kalau lagi traveling, malah saya bakalan serius baca. Biasanya, saat perjalanan di kereta atau pesawat, malah menjadi waktu yang pas untuk baca tanpa disela pekerjaan. Berhubung tahun ini nggak banyak melakukan perjalanan jauh, jadi yaa begitulah. *alasan yang dibuat-buat* :p

Continue reading “Sembilan Buku di 2017 (Bagian 1)”

Other Stories

Tiada Hari Tanpa Sepeda

Ala postingan instagram, #throwback Thursday alias #tbt kali ini saya mau membahas seputar sepeda. Di Belanda, bersepeda itu udah kayak bernapas (perumpamaan dari mana sih ini? Lebay juga ya.. 😏). Maksudnya, tiada hari tanpa bersepeda. Ke kampus, belanja ke pasar atau nongkrong ke Centrum, berkunjung ke rumah teman, piknik ke kincir angin belakang asrama, dan ke stasiun pun naik sepeda. Bahkan kalau mau bepergian ke luar kota, sepeda sampai menginap di parkiran stasiun berhari-hari.

Continue reading “Tiada Hari Tanpa Sepeda”