Asia, Other Stories, Traveling

Makkah dan Madinah: Dua Persinggahan

img_20181015_055924_hdr-01.jpeg
Ka’bah di Masjidil Haram

Suatu siang, di antara lautan manusia di Masjidil Haram, air mata ini tertahan. Kemudian tak lama, tangis pecah. Tangis dalam sunyi. Tangis di antara entah berapa puluh ribu manusia yang terpekur menunduk ke tempat sujud di sekeliling Ka’bah.

Sunyi di antara takbir, i’tidal, dan sujud. Tangis di antara lantunan ayat-ayat Alquran dan bacaan-bacaan shalat yang dilafalkan lirih. Rasa sedih yang seringkali datang membuncah ketika mengingat bahwa semua ini takkan lama. Bahwa Makkah dan Madinah ini hanyalah persinggahan untuk kemudian kami melanjutkan hari-hari sebagaimana biasa.

Continue reading “Makkah dan Madinah: Dua Persinggahan”

Eurotrip, Traveling

Granada (4): Adiós!

IMG_1409.CR2
Chendra, saya, dan Mabel

Pagi itu, saya dan Chendra tersadar bahwa hari perpisahan dengan Granada akhirnya tiba juga. Kami mulai membereskan pakaian dan barang-barang bawaan kami untuk kemudian dimasukkan ke dalam ransel. Sambil beres-beres, saya melihat sekeliling paviliun Mabel, tempat kami menghabiskan tiga hari di Granada. Entah mengapa, dalam waktu singkat tersebut terasa banyak nostalgia di tiap sudut rumah Mabel itu, termasuk  ‘insiden’ jendela yang membuat Chendra harus dilarikan ke rumah sakit setempat. Bukan pengalaman yang menyenangkan memang, namun ada banyak hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian.

Tok tok tok. Continue reading “Granada (4): Adiós!”

Movies, Review

Reply 1988: Drama Korea yang Keluar Jalur

Pernahkan membaca buku atau menonton film/serial dan berakhir merasa sayang sama tokoh-tokohnya? Itulah yang saya rasakan setelah menonton Reply 1988, drama Korea (drakor) yang tayang perdana di TVN tahun 2016.

Meskipun saya bukan pecinta drakor garis keras, saya terkadang menonton jika ada rekomendasi drama yang bagus dan saat saya cukup punya waktu untuk menonton (karena keinginan untuk menonton tak selalu sejalan dengan tersedianya waktu dan energi ya, hehe..). Jadi, bisa dihitung sih judul drama yang sudah saya tonton.

Continue reading “Reply 1988: Drama Korea yang Keluar Jalur”
Traveling

Liburan Naik Kereta Api (tut tut tuuut….)

Adakah yang merencanakan liburan awal tahun ini?

Selain lebaran, akhir dan awal tahun adalah masa-masa liburan high season  di Indonesia. Sebetulnya, saya termasuk yang memilih traveling pada low season dengan alasan harga tiket dan akomodasi yang tidak terlalu mahal, serta tujuan wisata yang tidak terlalu ramai. Namun, ada kalanya terpaksa traveling pada saat high season karena menyesuaikan dengan aktivitas pekerjaan atau jadwal teman/anggota keluarga lainnya.

kelas kereta
Foto: Pegipegi

Jika kita berencana melakukan perjalanan pada waktu tersebut, tentu transportasi dan akomodasi menjadi salah satu pertimbangan yang penting. Untuk perjalanan dengan jarak menengah (terutama di dalam P. Jawa), kereta api masih menjadi moda transportasi pilihan. Tak jarang saya dan suami road trip dengan membawa mobil sih, namun terkadang ingin juga perjalanan santai tanpa harus menyetir dan bisa duduk beristirahat di kendaraan.

Continue reading “Liburan Naik Kereta Api (tut tut tuuut….)”

Movies, Review

Marriage Story (2019)

download.jpg

Rasanya, deskripsi Netflix tentang film ini – a marriage coming apart and a family staying togetheramatlah sesuai. Sebagian orang mungkin merasa frustasi menonton film ini. Sebagian mungkin bosan. Hal ini dikarenakan begitu banyak rentetan dialog (termasuk argumen) di dalamnya. Jujur saja, ini memang bukan film yang menghibur, namun bagi saya pribadi, banyak pelajaran di dalamnya.

Marriage Story bercerita tentang sepasang suami-istri Charlie (Adam Driver) dan Nicole (Scarlett Johansson) serta anak semata wayang mereka, Henry. Jika hanya menonton trailer di bawah ini, kita mungkin akan mengira ini adalah kisah cinta romantis. Namun, nyatanya, narasi manis dari Charlie tentang Nicole dan sebaliknya, adalah usaha dari konselor pernikahan mereka agar keduanya dapat mengingat kembali alasan mereka saling mencintai dan melihat sisi positif dari masing-masing. Sayangnya, hal itu tidak terjadi.

Continue reading “Marriage Story (2019)”

Movies, Review

Bebas (2019)

1568023604-image
Foto: Miles Production

Aaah… Rasanya masih tersisa rasa bahagia seusai menonton film Bebas. Seperti biasa, saya lebih tergerak ke bioskop saat ada film Indonesia yang bikin penasaran. Kali ini, pilihan jatuh ke film Bebas. Apalagi ini adalah produksi Miles Film dan disutradarai Riri Riza, sehingga saya menaruh kepercayaan tersendiri.

Bebas merupakan adaptasi dari film Korea berjudul Sunny. Karena saya belum menonton Sunny, maka saya tidak punya perbandingan apapun di kepala. Sekilas, mungkin film ini terlihat seperti kisah persahabatan anak muda biasa: yang gaul, punya geng, populer, dan punya pengaruh di sekolah. Tetapi, Bebas lebih dari itu. Dalam film ini beriringan dua lini waktu yang berbeda, yaitu Geng Bebas saat SMA dan tokoh-tokoh geng tersebut versi dewasa, di mana masing-masing menjalani kehidupan yang berbeda. Ada Kris, Vina, Jessica, Gina, Jojo, dan Suci.

Continue reading “Bebas (2019)”

Movies, Review

Bumi Manusia – Film (2019)

Selama beberapa bulan belakangan, kabar mengenai film Bumi Manusia sudah ramai diperbincangkan. Dari diskusi hangat sampai debat sudah santer di kalangan warganet. Terlebih, film yang diadaptasi dari mahakarya Pramoedya Ananta Toer ini disutradarai Hanung Bramantyo. Sontak banyak warganet khawatir Hanung akan mendramatisasi ala sinetron (bagi yang pernah menonton film besutan Hanung seperti Ayat-Ayat Cinta dan Rudy Habibie mungkin cukup paham).

Sebetulnya, bukan kabar baru bahwa Bumi Manusia akan diangkat ke layar lebar. Pada masa kuliah dulu (katakanlah sekitar sepuluh tahun lalu), sempat beredar kabar bahwa buku ini akan diadaptasi menjadi film dengan arahan sutradara Garin Nugroho. Tahun berganti namun tak kunjung ada kelanjutan dari kabar tersebut. Rupanya, selama beberapa tahun belakangan memang ada sejumlah usaha dari sineas Indonesia untuk memfilmkan ‘Bumi Manusia’. Namun akhirnya Hanunglah yang mendapat kepercayaan (dan tentunya rezeki) untuk menyutradarainya (baca: Kenapa Film Bumi Manusia Harus Saya?)

Continue reading “Bumi Manusia – Film (2019)”

Other Stories

Silent, please…

Grateful to start this year with the opportunity to learn another language: sign language. A few years ago, I watched a video of Jenny, one of Couchsurfing (https://www.couchsurfing.com/) members, who have traveled around to the world and learned various sign languages along the way (search on YouTube: ‘Couchsurfing through a silent world’). She herself is deaf and of course traveling solo is not as easy as for common travelers (I’ve also shared about her video in this post). ⁣

Continue reading “Silent, please…”

Other Stories

Jalan

IMG_0342-2

Dulu sewaktu kuliah di Jogja selama empat tahun, saya pernah punya cita-cita suatu saat bisa menetap di kota ini.⁣

Ya, suatu saat. Entah berapa tahun lagi. Dua puluh lima tahun mungkin. Setelah saya menjalani karier yang saya impikan. Setelah saya keliling dunia. Setelah saya lelah dengan hiruk-pikuk kota metropolitan, saya ingin kembali ke Jogja.⁣

Nyatanya, jalan membawa saya kembali ke Jogja hanya empat tahun setelah saya meninggalkan kota ini. Saya pindah bersama suami, menanggalkan KTP lama dan resmi menjadi penduduk Jogja. ⁣

Continue reading “Jalan”

Other Stories

Tips Gagal

WhatsApp Image 2019-02-10 at 22.21.18Pada akhir 2017, saya membaca beberapa artikel yang menginspirasi dan membuat saya merenung, salah satunya tulisan yang berjudul ‘A Year of Buying Nothing’. Sang penulis mempraktikkan hidup setahun dengan hanya membeli barang-barang yang dibutuhkan (umumnya kebutuhan rutin seperti sabun, sampo, dsb), membuat daftarnya sejak awal tahun, dan konsisten pada daftar tersebut.

Wah, boleh juga nih dicoba, pikir saya. Meskipun, pikir saya lagi, agak sulit menerapkan batasan untuk pembelian buku. Selalu saja ada buku yang menarik setiap saat. Ya sudah, kita mulai dari pembelian pakaian saja bagaimana?⁣

Continue reading “Tips Gagal”