Asia, Other Stories, Traveling

Makkah dan Madinah: Dua Persinggahan

img_20181015_055924_hdr-01.jpeg
Ka’bah di Masjidil Haram

Suatu siang, di antara lautan manusia di Masjidil Haram, air mata ini tertahan. Kemudian tak lama, tangis pecah. Tangis dalam sunyi. Tangis di antara entah berapa puluh ribu manusia yang terpekur menunduk ke tempat sujud di sekeliling Ka’bah.

Sunyi di antara takbir, i’tidal, dan sujud. Tangis di antara lantunan ayat-ayat Alquran dan bacaan-bacaan shalat yang dilafalkan lirih. Rasa sedih yang seringkali datang membuncah ketika mengingat bahwa semua ini takkan lama. Bahwa Makkah dan Madinah ini hanyalah persinggahan untuk kemudian kami melanjutkan hari-hari sebagaimana biasa.

Continue reading “Makkah dan Madinah: Dua Persinggahan”

Advertisements
Eurotrip, Traveling

Granada (4): Adiós!

IMG_1409.CR2
Chendra, saya, dan Mabel

Pagi itu, saya dan Chendra tersadar bahwa hari perpisahan dengan Granada akhirnya tiba juga. Kami mulai membereskan pakaian dan barang-barang bawaan kami untuk kemudian dimasukkan ke dalam ransel. Sambil beres-beres, saya melihat sekeliling paviliun Mabel, tempat kami menghabiskan tiga hari di Granada. Entah mengapa, dalam waktu singkat tersebut terasa banyak nostalgia di tiap sudut rumah Mabel itu, termasuk  ‘insiden’ jendela yang membuat Chendra harus dilarikan ke rumah sakit setempat. Bukan pengalaman yang menyenangkan memang, namun ada banyak hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian.

Tok tok tok. Continue reading “Granada (4): Adiós!”

Movies, Review

Crazy Rich Asians (2018)

Kisah cinta lelaki kaya dan perempuan biasa saja? Banyak! Dari sinetron, telenovela, sampai film, tema itu nampaknya cukup sering diangkat. Terdengar klise? Bisa jadi. Tapi kisah itu dikemas dengan apik dalam film Crazy Rich Asians.

Sebelum film ini dirilis, saya melihat beberapa teman yang berbagi tentang novel Crazy Rich Asians di media sosial. Melihat judul dan cover bukunya, saya berpikir ini adalah chicklit dan awalnya tidak terlalu tertarik. Tetapi kemudian saya membaca beberapa review kalau ceritanya bagus, baik buku maupun filmnya. Hal itulah yang kemudian menggerakkan saya pergi ke bioskop.

Continue reading “Crazy Rich Asians (2018)”

Other Stories

Ada Apa dengan Pajak Ekspor Jasa?

industry-2633878_1920
Foto: Pixabay

Sektor jasa merupakan salah satu sektor yang saat ini menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Hal ini juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan Rencana Strategis Kementerian Perdagangan. DDTC Fiscal Research (2018) dalam rekomendasi kebijakannya menyebutkan bahwa sektor jasa berperan penting dalam pembangunan Indonesia melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kapasitas dan kualitas tenaga kerja tersebut. Selain itu, sektor jasa (misalnya transportasi dan logistik) juga berperan sebagai pendukung (enabler) sektor lainnya. Manifestasi dari prioritas pemerintah terhadap sektor jasa di antaranya adalah upaya untuk mengembangkan sektor jasa sekaligus memperbaiki neraca perdagangan sektor jasa yang selama ini seringkali negatif. Dengan kata lain, pemerintah berikhtiar untuk meningkatkan kinerja ekspor jasa.

Adakah yang belum familier dengan ekspor jasa?

Continue reading “Ada Apa dengan Pajak Ekspor Jasa?”

Other Stories

Baik-baik saja

heart-700141_1920
Foto: Pixabay

Suatu waktu saya pernah mengobrol dengan seorang teman via DM Instagram. Kalau tidak salah, ia kala itu menanggapi tulisan di blog saya yang membahas pertanyaan ‘Udah Isi?.

“Kalau gue biasanya jawab, ‘rezekinya masih yang lain’,” katanya.

Saya sepakat dengan pernyataan tersebut.

Iya, rezeki setiap orang berbeda-beda. Ada yang diberikan rezeki (dan amanah) anak tak lama setelah menikah, ada yang punya karir bagus, ada yang melanjutkan sekolah, ada yang memulai bisnis sendiri, dan mungkin ada yang (kelihatannya) punya semuanya. 🙂

Continue reading “Baik-baik saja”

Other Stories

Ambassador

WhatsApp Image 2018-07-04 at 8.21.38 AM (1)
One morning with Johannes and Astrid

I’ve been an active member of Couchsurfing since 2012 and so far I am beyond grateful to encounter and interact with many wonderful people along the way. This week we hosted two German travelers, Johannes and Astrid, through Couchsurfing platform (yess.. we’re now hosting again after more than a year off). They have been traveling by bike for fourteen months now, started from Armenia through Iran, some ex Soviet countries, Mongolia, China, India and Southeast Asian countries.

Continue reading “Ambassador”

Other Stories

Ramadhan di Rantau: Berkenalan dengan Malta

WhatsApp Image 2018-06-02 at 4.02.22 PM (1)
Putri di Malta (foto: dok. pribadi)

Pernah mendengar sebuah negara bernama Malta? Kalau diintip di peta, negara kepulauan ini berada di selatan Italia, di tengah Laut Mediterania. Dengan populasi sekitar 400.000 orang, Malta merupakan salah satu negara terkecil dengan penduduk terpadat. Negara ini terdiri dari tiga pulau, yaitu Malta, Gozo, dan Comino. Sewaktu saya masih di Belanda, cukup sering ‘berseliweran’ tiket pesawat ke Malta saat sedang browsing tiket. Sayangnya, kala itu belum ada rezeki untuk mengunjungi negara tersebut.

Continue reading “Ramadhan di Rantau: Berkenalan dengan Malta”

Other Stories

Internasionalisasi Pendidikan Tinggi

university-2119707_1920
Foto: Pixabay

Bukan hanya toko atau perusahaan yang bisa membuka cabang. Institusi pendidikan tinggi pun sudah lumrah memiliki cabang di negara lain. Dengan demikian, kita tak hanya mengenal perusahaan transnasional, namun juga lembaga pendidikan transnasional. Di negara-negera tetangga seperti Malaysia dan Singapura, terdapat sejumlah cabang dari universitas asing. Saya jadi ingat, ada beberapa teman yang berkuliah di negara tetangga namun kampusnya adalah kampus asal Eropa. Selain kedua negara tetangga, contoh lainnya adalah Tiongkok. Universitas-universitas asing berlomba memasuki pasar Tiongkok. Ya, bagaimanapun juga, pendidikan tinggi merupakan bagian dari sektor jasa yang tentu saja mencari pasar yang paling potensial.

Continue reading “Internasionalisasi Pendidikan Tinggi”

Other Stories

Ramadhan di Rantau: Suka Duka di Negeri Sakura

Surprise!

Sebelum beranjak ke Malta, cerita Ramadhan di Rantau kali ini akan singgah dulu ke Negeri Sakura. Ya, kali ini saya ngobrol-ngobrol dengan seorang teman yang sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di Jepang. Gibran (30) memulai perjalanannya di Jepang pada 2006 ketika ia mendapatkan beasiswa Monbukagakusho (beasiswa pemerintah Jepang) untuk studi jenjang D3. Masih dengan beasiswa, ia melanjutkan studi sampai dengan jenjang S2. Kini Gibran sudah bekerja dan berkeluarga di sana. Ia tinggal di kota Fuji bersama istrinya, Sofya, dan putrinya Hana. Sofya merupakan peraih beasiswa yang sama dengan Gibran dan kini bekerja di bidang suplemen kesehatan.

Continue reading “Ramadhan di Rantau: Suka Duka di Negeri Sakura”

Other Stories

Ramadhan di Rantau: Hijrah ke Negeri Kiwi

Alhamdulillaah.. hari ketiga puasa Ramadhan 1439 H.

Dua tahun lalu, saya pernah menceritakan pengalaman saya berpuasa di Belanda lewat tulisan ‘Berpuasa pada Musim Panas’. Waktu itu Ramadhan dimulai pada awal Juli, sewaktu Eropa sedang musim panas dan udara memang sedang panas-panasnya. Itu adalah kali pertama saya berpuasa selama sekitar dua puluh jam dan alhamdulillaah tidak seberat yang saya pikirkan sebelumnya.

Ternyata, cukup banyak respons positif untuk tulisan tersebut, baik langsung melalui blog maupun melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter. Tentu cerita berpuasa di belahan bumi yang berbeda bukan untuk membanding-bandingkan, tetapi justru harapannya sebagai sesama muslim kita bisa saling menguatkan. Beda tempat, pasti beda tantangannya. Dengan mengetahui berbagai kisah orang lain, kita bisa semakin bersyukur dengan apa pun kondisi kita.

Continue reading “Ramadhan di Rantau: Hijrah ke Negeri Kiwi”

Books, Review

I am Sarahza

whatsapp-image-2018-05-03-at-17-16-08-e1525343579403.jpegDi mana ada harapan, di situ ada kehidupan.

 

Sekitar tahun lalu, saya pernah membaca salah satu post Hanum Salsabiela di akun instagramnya. Ia bercerita singkat tentang bagaimana ikhtiarnya dan suaminya, Rangga Almahendra, menanti keturunan selama lebih dari sepuluh tahun. Di akun instagramnya, pernah juga saya membaca cerita tentang sepasang nenek dan kakek yang tidak sengaja mereka temui di Kaliurang. Waktu itu, Hanum baru saja menjalani program kehamilan, namun belum berhasil. Kepada kakek dan nenek tersebut, Rangga, suami Hanum, memberikan sedekah beberapa lembar rupiah, yang ternyata sebagian dari uang tersebut disedekahkan lagi oleh nenek dan kakek ke kotak amal masjid. Allah Mahatahu dari mana jalan kita mendapatkan rezeki. Bisa jadi dari sedikit harta yang kita sedekahkan, mungkin juga dari doa tulus orang-orang tak dikenal yang kita bantu.

Continue reading “I am Sarahza”