Kartupos dari Sumatera

Berhubung koleksi kartupos Indonesia saya untuk kirim-kirim ke teman dan berkegiatan di Postcrossing makin menipis, saya kepikiran untuk mencetak beberapa kartupos baru. Maklum…suami punya usaha percetakan, jadi suka merasa sayang aja kalau keseringan beli. :p Kali ini saya membuka folder-folder lama dan pilihan jatuh pada tema Sumatera. Pada 2012 lalu, saya melakukan solo backpacking dari Sumatera…

[SumateraTrip-12] 24 Jam Terlama

(Cerita sebelumnya di SINI) Saya tahu saya tidak pantas mengatakan 24 jam adalah waktu yang lama untuk sebuah perjalanan. Banyak orang di dunia ini yang membutuhkan waktu berpuluh-puluh jam untuk mencapai tempat yang dituju, bahkan dengan moda transportasi yang paling tidak nyaman. Kini setiap kali saya melihat bus lintas Sumatera, atau bahkan Jawa-Sumatera, saya memandang…

[SumateraTrip-11] Berkunjung ke Istana, Mencicipi Nasi Kapau

Sebelum saya meninggalkan Bukittinggi (cerita sebelumnya di SINI), saya sempat mampir ke Batusangkar. Dengan berkendara motor, kota ini dapat ditempuh dalam waktu 1-1,5 jam. Tujuan utama ke Batusangkar tentu untuk mengunjungi Istana Pagaruyung. Sepanjang jalan ketika hamper sampai di istana tersebut, terdapat banyak rumah adat Minang berukuran sedang dan cukup besar. Sampai-sampai beberapa kali saya…

[SumateraTrip-10] 44 Kelokan Menuju Danau Maninjau

Kelok 44 namanya. Saya rasa banyak orang sudah familiar dengan nama itu. Kelokan ini terletak di perbukitan menuju Danau Maninjau, tepatnya masuk wilayah Kabupaten Agam. Saya berangkat pukul 2 siang dari Bukittinggi, setelah sebelumnya jalan-jalan di sekitar Jam Gadang. Saya sebenarnya sudah bertanya kepada Hari  mengenai moda transportasi apa yang dapat saya ambil untuk menuju Danau…

[SumateraTrip-9] Serba-serbi Bukittinggi

Jam gadang! Mungkin itu yang pertama terlintas di benak kebanyakan orang saat mendengar nama kota yang satu ini. Di balik itu, jauh puluhan tahun yang lalu, Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah kebangsaan. Kota ini pernah ditunjuk sebagai ibukota Pemerintahan darurat Republik Indonesia ( PDRI ) pada Desember 1948 sampai dengan Juni 1949, setelah Yogyakarta…

[SumateraTrip-8] Haru di Rumah Heru

“Kasih tahu ya kalau sudah hampir sampai. Nanti dijemput Hari, adiknya Heru.” Begitulah kira-kira bunyi pesan singkat yang dikirim oleh Mama Heru. Hujan baru saja reda saat saya tiba di Bukittinggi. Ya, hujan sering sekali menjadi saksi kedatangan dan kepergian saya di suatu kota pada perjalanan ini. Tak lama saya berhenti di depan ruko pertokoan…

[SumateraTrip-7] Sendiri di Singkarak

Sawahlunto baru memulai kesibukan pagi sementara saya dan Chaul berada di daerah Pasar Remaja menuju pool bis Jasa Malindo. “Ini, bawa aja…” Chaul menyodorkan sebuah kotak makan berisi lontong sayur. “Nggak usah, Ul. Kapan gue balikinnya? Gampang lah nanti gue beli sarapan sendiri. Makasih banyak, Ul.” Adegan saling menyodorkan kotak makan berlangsung beberapa saat sampai…

[SumateraTrip-6] Kenangan Batu Bara dan Orang Rantai

Gedung galeri dua lantai itu terlihat baru, namanya Galeri Info Box. Kami membayar Rp8.000 untuk pengalaman tak terlupakan di tempat ini. Begitu saya memasukinya, seorang petugas menyambut dengan ramah. “Mau ke Lubang Tambang Mbah Soero?” tanyanya. Saya mengiyakan. Kala itu saya datang bersama Chaul dan seorang temannya. Petugas itu memperkenalkan diri sebagai Pak Win. Sebelum…

[SumateraTrip-5] Sawahlunto: Cerita Kereta

Memasuki kota Sawahlunto, saya disuguhi pemandangan jalan yang bersih dan teratur, serta bangunan tua yang masih terawat. Saat berjalan menuju kost Chaul di kawasan Pasar Remaja, perasaan yang sama hadir seperti saat saya berjalan-jalan di kota tua Melaka, Malaysia. Memang jumlah bangunan tua di Sawahlunto tak sebanyak di Melaka, namun cukup mengingatkan saya akan Melaka…

[SumateraTrip-4] Mencari Puskesmas Silungkang

Siang berganti sore. Langit cerah berganti mendung. Saya diantarkan Dewi ke pool minibus Jasa Malindo tak jauh dari Simpang Aru, Padang. Waktu dua hari rasanya terlewat begitu saja. Dalam waktu singkat itu, saya merasakan kehangatan keluarga meskipun saya jauh dari rumah. Dewi, Nisa, Deby, dan Bram merupakan tuan rumah yang sangat baik. Mereka menjamu saya…

[SumateraTrip-3] Museum yang Terabaikan

Mendengar orang sekeliling berbahasa Minang, saya beberapa kali harus menyadarkan diri sendiri bahwa saya sedang berada di Padang, Sumatera Barat. Iya, tentu sebelumnya saya pernah mendengar juga orang berbahasa Minang, namun tidak masif seperti ini. Hehe… Bagi saya, mendengar orang bercakap-cakap dengan bahasa daerah ini menyenangkan. Nadanya yang khas rasanya enak didengar.

[SumateraTrip-2] Padang dalam Kenangan

Saya hanya berada di Padang selama dua hari. Salah satu hal yang membuat saya senang adalah fakta bahwa saya tidak perlu mencari warung makan berlabel Warung Padang untuk menyantap rendang. Hahaha… Karena hampir semua warung makan menyediakan hidangan ala Minang. Rasanya memang agak berbeda dengan kalau kita makan di Warung Padang di tempat-tempat lain selain…