Mengunjungi Museum di Belanda: Kartu ‘Sakti’  

DSC01452n
Pintu masuk Nederlands Scheepvaartmuseum (Maritime Museum), Amsterdam

Sebelum saya bercerita lebih jauh mengenai museum-museum di Belanda, saya akan bercerita terlebih dahulu tentang sebuah kartu ‘sakti’. Saya rasa, salah satu keputusan terbaik saya saat tinggal di Belanda adalah memiliki kartu museum atau disebut dengan Museumkaart. Dengan kartu ‘sakti’ ini, sang pemegang kartu bisa memasuki puluhan museum di Belanda dengan gratis dalam jangka waktu satu tahun setelah penggunaan kali pertama (daftar museum dapat dilihat di sini). Pada saat saya membelinya pada 2013 lalu, harga kartu ini adalah 50 euro ditambah 5 euro biaya untuk pendaftaran. Saat ini harganya adalah 54.95 euro untuk dewasa dan 27.5 euro untuk anak dan remaja sampai dengan usia 18 tahun, sedangkan biaya pendaftarannya masih sama, yaitu 5 euro.

Kalau dikonversi ke rupiah jadi terasa mahal ya? Namun, dengan hitungan harga tiket museum di Belanda, harga Museumkaart yang valid selama setahun ini sangatlah reasonable. Berdasarkan pengalaman, harga tiket masuk museum di Belanda berkisar antara 8 euro s.d. 15 euro. Anggaplah rata-rata 10 euro, maka dengan mengunjungi lima museum saja harga kartu ini sudah impas. Hehe.. Dengan catatan, sang pemegang kartu memang penyuka museum.

Museumkaart dan Groninger Museum, Groningen (foto: Foto: http://blog.n8.nl/)
Museumkaart dan Groninger Museum, Groningen (foto: http://blog.n8.nl/)

Untuk mendapatkan kartu ini cukup mudah karena selain bisa dipesan secara online melalui website resminya, Museumkaart dijual di museum-museum besar di Belanda. Dahulu saya membelinya di Rijksmuseum, Amsterdam. Saya juga terkesan dengan petugas museumnya yang bagi saya cukup fair dengan menanyakan terlebih dahulu, “Are you sure you want to buy the museum card? Do you plan to visit at least three museums in Netherlands?” Dengan mantap saya menjawab, “YES!”

Karena saya adalah orang asing, bisa jadi ia bertanya untuk memastikan apakah saya memang akan memanfaatkannya dengan optimal. Sayang kan kalau saya ternyata adalah turis yang hanya berwisata di sana dalam jangka waktu pendek dan tidak banyak mengunjungi museum. Tahun 2013 – 2014 lalu saya tinggal di Belanda selama setahun untuk studi. Jadi ya memang tidak akan terbuang percuma biaya Museumkaart tersebut.

Selama saya tinggal di Belanda, ada lebih dari sepuluh museum yang saya kunjungi. Mungkin di Indonesia mengunjungi museum bukanlah hal yang populer, apalagi jika dibandingkan dengan berkunjung ke mal. 😀 Padahal di Indonesia cukup banyak museum yang terbilang bagus dan terawat. Selain Museum Nasional, Museum Fatahillah, dan beberapa museum yang ada di daerah Kota Tua Jakarta, ada pula di antaranya Museum Ullen Sentalu di Jogja, House of Sampoerna di Surabaya, Museum Kata di Belitong, serta Museum Angkut dan Museum Satwa di Malang. Kabar baiknya, saat ini semakin banyak warga dan komunitas yang peduli dan sadar museum, misalnya saja Komunitas Histeria Indonesia dan komunitas Yogyakarta Night at The Museum.

Bicara tentang museum, saat di Belanda dan beberapa negara maju lainnya yang pernah saya kunjungi, gambaran yang saya dapatkan tentang museum jauh dari kesan kuno, tak terawat, membosankan, dan hal-hal lainnya yang membuat museum tidak menarik. Museum justru menjadi tempat penting yang tidak saja menyimpan sejarah dan menyajikan pengetahuan, namun juga bersifat interaktif dengan memberikan pengalaman dan melibatkan pengunjung dalam berbagai aktivitas. Museum pun ditata apik dengan memanfaatkan teknologi.

Seperti apa ceritanya? Tunggu tulisan saya tentang museum-museum di Belanda ya! 🙂

1865143963390123180513

Advertisements

12 Comments Add yours

  1. winnymarch says:

    enak banget punya itu kartu ya bisa ke museum. andai disini juga ada gitu kartu sakti kayak museum kaart versi indonesia

    Like

    1. maisya says:

      Aku juga berandai-andai demikian, Win. Hehe.. Tapi dibarengi juga dengan perawatan museum yang baik supaya masyarakat lebih tertarik. Seru juga kalau pengelola museumnya aktif promosi dan mengadakan event seru. 🙂

      Like

      1. winnymarch says:

        amin semoga cepat

        Like

  2. adhyasahib says:

    orang sini memang suka banget ngunjungin museum, beberapa kegiatan dari sekolah bahasa dsini juga kebanyakan mengunjungi museum 🙂

    Like

    1. maisya says:

      Dan kebayanyak museumnya juga memang menarik ya. :)_

      Like

  3. denaldd says:

    Walaupun aku tidak terlalu suka ke museum, tapi sejak pindah ke Den Haag, beli juga Museumkaart ini buat menemani suami yang memang hobi sekali berkunjung ke Museum. Pada akhirnya memang berguna 🙂 btw, aku sukaaa banget Musium Ullen Sentalu, kangen balik kesana

    Like

    1. maisya says:

      Ahh itu juga salah satu museum favoritku, Mbak Deny. Aku udah beberapa kali ke sana dan gak pernah bosan dengan cerita dan suasananya. 🙂

      Like

  4. Salam kenal mbak Icha. Saya juga merasakan banyak rmanfaat punya museumkaart di Belanda. Ditunggu cerita museumnya.

    Like

    1. maisya says:

      Salam kenal juga! Makasih sudah mampir dan membaca ya. Semoga segera saya lanjutkan tulisannya.

      Like

  5. inspiratif sekali tulisannyaa. saya sangat tertarik dengan belanda apalagi dengan arsitektur coastalnya.
    salam Nanto de nanto, mahasiswa ITS Surabaya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s