Other Stories

Kemudahan Layanan Keuangan Lewat Satu Gerbang

Sekitar sebelas tahun lalu, saya terkesima saat seorang teman membayar ongkos bus dengan menggunakan uang elektronik. Cukup pindai kartu di mesin dekat pintu masuk bus, mesin akan berbunyi pertanda transaksi pembayaran berhasil. Teman saya pun langsung duduk di bus dengan tenang. Sementara saya, setelah grasak-grusuk, barulah menemukan uang pecahan seribu won di dompet untuk membayar ongkos.

Pengalaman tersebut terjadi di sebuah bus di kota Daejeon, saat kali pertama saya menggunakan bus kota di Korea. Karena pengalaman itulah, saya kemudian membeli uang elektronik di salah satu convenient store untuk mempermudah berbagai transaksi. Kartu tersebut bisa digunakan baik untuk bus maupun kereta bawah tanah. Selain alasan kepraktisan, jika membayar menggunakan uang elektronik, tarifnya 10% lebih murah dibandingkan membayar tunai. Tentu ini menjadi insentif tersendiri bagi masyarakat sebagai konsumen.

Continue reading “Kemudahan Layanan Keuangan Lewat Satu Gerbang”

Advertisements
Other Stories

Bertemu Syahid

Enam tahun lalu.

Eh, enam tahun? Selama itukah? Yang berarti juga, aku sudah enam tahun lebih tua dan murid-muridku kini sudah beranjak remaja.

Cerita ini masih tersimpan rapi, namun aku pikir terlalu sayang jika tak dituliskan. Waktu itu, dua muridku di SDN 4 Telukjatidawang, Tambak, Bawean, akan ikut babak penyisihan Olimpiade Sains Kuark (OSK) di Surabaya. Mereka adalah Syahid dan Jannah. Kala itu mereka duduk di kelas enam SD.

Continue reading “Bertemu Syahid”

Other Stories

Tiada Hari Tanpa Sepeda

Ala postingan instagram, #throwback Thursday alias #tbt kali ini saya mau membahas seputar sepeda. Di Belanda, bersepeda itu udah kayak bernapas (perumpamaan dari mana sih ini? Lebay juga ya..¬†ūüėŹ). Maksudnya, tiada hari tanpa bersepeda. Ke kampus, belanja ke pasar atau nongkrong ke Centrum, berkunjung ke rumah teman, piknik ke kincir angin belakang asrama, dan ke stasiun pun naik sepeda. Bahkan kalau mau bepergian ke luar kota, sepeda sampai menginap di parkiran stasiun berhari-hari.

Continue reading “Tiada Hari Tanpa Sepeda”

Other Stories

Bukan Tesis Biasa

“Mbak, tolong bacakan daftar isinya ya, Mbak…”

Tadi adalah sore kedua pertemuan saya dengan T, mahasiswi S2 jurusan Pendidikan di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Sebuah gang sempit di Jalan Parangtritis membawa saya menuju Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (Yaketunis). Di sana ada SLB dan MTsLB Tunanetra serta asrama bagi para siswa dan alumninya (yang kini sudah di jenjang perguruan tinggi). T merupakan salah seorang alumni sekolah tersebut.

Kunjungan singkat saya bukanlah sesuatu yang besar sebenarnya. Saya membantu T mengerjakan tesisnya yang sudah hampir rampung, sekadar melengkapi yang kurang di sana-sini, proofread dan mengoreksi typo, merapikan margin, dan membantunya merevisi dan menyesuaikan dengan masukan dari pembimbing tesisnya. Hal-hal tersebut adalah hal yang ‘sederhana’ untuk kita, namun untuk seorang tunanetra, tentu perlu usaha lebih.

Continue reading “Bukan Tesis Biasa”

Other Stories

Sebuah Awal untuk Akhir yang Lebih Baik

“When you pay attention to the beginning of the story, you can change the whole story.”

– The Beginning of Life

Pagi itu saya sudah sampai di suatu sudut Jalan Prawirotaman IV (Karangkajen), Yogyakarta. Perjalanan ke sana hanya perlu berkendara motor sebentar dari rumah. Milas namanya. Baru-baru ini seorang teman memberi tahu bahwa Milas adalah singkatan dari ‚Äėmimpi lama sekali‚Äô. Wah, saya baru mengetahuinya. Selama ini saya mengenal Milas sebagai sebuah restoran vegetarian. Ternyata Milas juga memiliki sebuah playgroup yang berlokasi di area yang sama dengan restorannya. Di sanalah kemarin saya menonton film The Beginning of Life, film dokumenter karya sutradara Estella Renner,¬†sekaligus berdiskusi santai dengan sesama penonton (yang ternyata kebanyakan adalah wali murid playgroup tersebut).

Continue reading “Sebuah Awal untuk Akhir yang Lebih Baik”

Other Stories

Obrolan Meja Makan

IMG-20160804-WA0024
Mengendarai odong-odong di Alun-alun Kidul Jogja

Terkadang ketika kita sedang traveling dan menjadi turis, kita cenderung ingin mencoba hal-hal baru, terutama yang khas dari kota yang kita kunjungi. Hal ini juga berlaku saat saya tinggal di negeri orang untuk belajar dalam jangka waktu tertentu. Berhubung saya tidak akan lama di negara tersebut, saya menyempatkan untuk mengunjungi tempat-tempat yang menarik hati saya. Saat mengobrol dengan orang lokal, saya baru tersadar bahwa mereka sendiri pun seringkali belum pernah ke tempat yang pernah saya kunjungi atau melakukan hal yang sebenarnya umum bagi para turis. Sebut saja foto dengan kostum Belanda di Volendam, hehe. Bisa jadi tidak banyak orang Belanda sendiri yang melakukannya.

Continue reading “Obrolan Meja Makan”

Other Stories

Nggak ada noda ya nggak belajar

269161_10150230080017396_2287645_n
Guru-guru dan kepala sekolah turun tangan membangun ruang kelas

Pagi itu wajah-wajah ceria telah hadir di SDN 4 Telukjatidawang, Bawean. 11 Juli 2011, hari pertama di tahun ajaran 2011-2012. Bagi kebanyakan anak, pertanyaan yang muncul ketika kembali bersekolah adalah ‚Äúsaya akan belajar apa‚ÄĚ. Tidak demikian dengan murid-murid di sekolahku. Wajah ceria mereka disambut oleh kenyataan bahwa pembangunanan ruang kelas mereka belumlah selesai. Maka pertanyaan yang muncul adalah ‚Äúsaya akan belajar di mana‚ÄĚ.

Continue reading “Nggak ada noda ya nggak belajar”

Other Stories

Berpuasa pada Musim Panas

DSC00256wm
Suasana Ramadhan di Belanda, musim panas 2014. Just like another day.

Berpuasa bukanlah persoalan di mana dan siapa yang berpuasa lebih lama. Tentu saja bukan. Tetapi pastinya ada cerita tersendiri dalam menjalankan puasa di perantauan, dengan cuaca yang panas, waktu puasa yang lebih lama dari biasanya, ditambah lagi berpuasa di tengah masyarakat dengan mayoritas tidak beragama islam.

Continue reading “Berpuasa pada Musim Panas”

Other Stories

Yang Menyakitkan

pengungsi suriah di Serbia 2
Foto: CNN Indonesia dari REUTERS

Selain banyak kebaikan, di dunia ini banyak sekali konflik dan tindak kejahatan yang terjadi, baik itu yang skalanya perseorangan maupun masif. Sebagian banyak diberitakan di media massa, sebagian lagi tidak. Sebagian yang tidak diberitakan di media massa, mungkin viral di media sosial, namun sebagian lagi tidak. Dan di luar yang kita ketahui, masih banyak duka yang tidak terungkap dan mungkin tak pernah kita dengar.

Continue reading “Yang Menyakitkan”

Other Stories

The Teamwork: Komunitas Blogger Ikatan Alumni Insan Cendekia & Dormi[s]tory

Cerita di balik buku Dormi[s]tory dari Komunitas Blogger Ikatan Alumni Insan Cendekia (IAIC). Bangga jadi bagian dari tim keren ini. ^^

.bhella,bhello.

More than 700 books have been ordered since we opened #Dormistory pre-order yesterday!

Dormi[s]tory¬†is a wholeheartedly-written book by Komunitas Blogger Ikatan Alumni Insan Cendekia for our beloved MAN Insan Cendekia Serpong (MAN ICS).¬†It has been three exciting days since we first¬†published teasers for our community‚Äôs¬†very first project!¬†Alhamdulillah. Thankyou everyone who has placed his/her order. We are truly loaded with joy ūüôā

IMG_9411

This (early) achievement and euphoria happened because of the amazing teamwork behind it. And not to mention, the amazing bond within Ikatan Alumni Insan Cendekia, whom later we call it as IAIC…

Komunitas Blogger IAIC

Before I started telling you about the memorable process and teamwork of making Dormi[s]tory, I would like to introduce  you about the community. Komunitas Blogger IAIC was established in late 2015 based on an initiative from IAIC committee of batch 2015-2016. The idea was to gather thousands alumni, who have similar hobby or profession in writing, to…

View original post 1,603 more words