Other Stories

Cerita Tengah Tahun (bagian 1)

289182303_176378724761624_7046811009430601010_n

Makin ke sini, selain belum banyak menyempatkan diri untuk membuat tulisan di sini, ternyata saya suka overthinking soal menulis di blog. Seringkali sudah mencatat di aplikasi Keep tentang topik yang mau ditulis, tetapi merasa perlu duduk di depan laptop, meluangkan waktu khusus, untuk kemudian serius menulis. Padahal seringkali juga, waktu saya untuk itu tidak banyak. Hehe.

Sedangkan, untuk menulis caption di IG feeds atau IG story, saya sempat ya. Mungkin karena merasa tidak ada beban dan bisa dilakukan bertahap. Hmm.. setiap platform memang ada ‘seni’-nya tersendiri ya. 😀

Di pertengahan tahun 2022, ternyata ini baru unggahan kedua saya di blog. Tulisan ini tidak akan khusus membahas soal jalan-jalan, pengasuhan/keluarga, atau ulasan. Mungkin malah kombinasi ketiganya, ditambah sejumlah refleksi pribadi. Sekadar mencatat berbagai cuplikan kejadian dan pengalaman untuk dibaca lagi di kemudian hari.

Apa kabar diriku sebagai seorang Ibu?

Jawaban singkatnya: I feel content. Ada tantangannya, banyak senangnya juga. Rasa senang dan syukur kami pun ternyata bisa disebabkan oleh hal yang sangat beragam, yang tak pernah kami alami sebelumnya. Sesederhana anak mau makan (yaa.. tentu prosesnya tidak sederhana sih hehe..) atau berat badannya naik sekian ratus gram.

Hamil, menyusui, melahirkan, masa post partum, dan menjadi orang tua baru, selain perjalanan yang menguras daya tahan fisik, juga banyak melibatkan aspek emosional. Setiap orang sangat mungkin punya cerita yang berbeda.

Perjalanan selama dua tahun ini (my daughter turned two last April <3) sesungguhnya membuat saya lebih banyak berproses mengenal diri sendiri. Sedikit demi sedikit memahami perspektif kedua orang tua (terutama Mama) saat membesarkan kami yang empat bersaudara. Memvalidasi luka diri (termasuk luka pengasuhan) dan belajar memaafkan. Ini tentu adalah proses yang kontinyu.

Makin sadar juga bahwa emosi itu bukan hanya senang dan sedih, karena sejatinya, spektrumnya banyak sekali. Dan terkadang, kita merasakan beberapa emosi berbeda dalam waktu yang sama. Bisa saja saya merasa lelah, marah, sekaligus merasa bersalah secara bersamaan. Ketika saya merasa lelah mengurus bayi yang baru lahir dan butuh jeda, seketika ada rasa bersalah yang menghinggapi. Rasanya ada banyak percakapan dengan diri sendiri di kepala saya.

“Kok kamu nggak bersyukur? Ini adalah bayi yang kamu nantikan kehadirannya selama bertahun-tahun.”

Tapi kemudian saya juga belajar. Nggak apa-apa kok merasa capek. Nggak apa-apa kok butuh jeda. Itu bukan karena saya nggak sayang sama si bayi kecil yang menggemaskan ini.

Mungkin dulu generasi orang tua kita terbiasa untuk menunjukkan emosi yang baik saja. Apa itu kecewa? Apa itu sedih? Sudahlah, kita harus banyak berterima kasih dan bersyukur…

Saya ingat, sewaktu kecil, kalau bertemu orang baru, terkadang rasanya masih sungkan dan ada rasa enggan berinteraksi. Namun demi sopan santun, saya dipaksa untuk menyapa, bersalaman, serta bersikap ramah dan bersahabat saat itu juga. Ini sebenarnya membuat tidak nyaman. Dan bertahun-tahun kemudian, barulah saya tahu, setiap anak memang punya sifat bawaan yang berbeda. Pun dalam interaksi, ada yang lebih cepat cair, ada yang butuh waktu lebih lama untuk bisa merasa nyaman dengan lingkungan barunya.

Tidak, saya tidak sedang menyalahkan orang tua di masa lalu. Saya dan orang tua masa kini hanya lebih beruntung mendapat paparan informasi dan ilmu lebih banyak, serta akses pengetahuan tentang pengasuhan yang lebih luas. Oleh karenanya, sayang jika kesempatan belajar ini tidak dimanfaatkan dengan baik.

WhatsApp Image 2022-06-19 at 4.57.54 AM

Oh ya, sekitar setahun lalu, saya membeli sebuah buku yang judulnya ‘Kamus Perasaan Anak’ (terjemahan Korea). Meskipun ini masuk ke kategori buku anak, saya rasa, orang dewasa pun bisa belajar dari buku ini. Harapannya, nanti kami (saya, suami, dan anak) bisa belajar bersama untuk menamai emosi dan belajar untuk meregulasinya dengan baik. Berikut secuplik isi bukunya. Menurut saya, buku ini bisa jadi media yang baik juga untuk membuka diskusi tentang kejadian sehari-hari yang dialami orang tua dan anak.

WhatsApp Image 2022-06-19 at 4.57.31 AM

Bersama sejumlah teman, saya juga masih aktif bergerak di Ruang Keluarga. Banyak dinamika, ada on-off nya juga, mengingat kami mengerjakannya sebagai kegiatan di luar aktivitas/pekerjaan utama kami. Selain itu, sejak tahun lalu, saya juga bergabung menjadi relawan Keluarga Kita (Rangkul). Berbagai kegiatan tersebut merupakah ikhtiar untuk terus belajar dan berbagi, khususnya di bidang literasi dan pendidikan keluarga. Karena, nyatanya menjalani peran dalam keluarga, termasuk sebagai orang tua, lebih baik ketika dilakukan secara berkesadaran dan dengan perbaikan terus-menerus.

Apakah Kami Melakukan Perjalanan selama setengah tahun ini?

Selama pandemi, perjalanan tentu jauh lebih terbatas dibandingkan sebelumnya. Namun setelah gelombang ketiga di Indonesia sekitar Februari lalu, kondisi sebenarnya relatif membaik jika dilihat dari kasus covid-19 harian di Indonesia. Vaksinasi booster untuk orang dewasa juga cakupannya semakin luas, meski memang kami masih menunggu-nunggu vaksinasi untuk anak di bawah enam tahun.

WhatsApp Image 2022-06-19 at 6.10.47 AM

Terbatasnya akses dan banyaknya pertimbangan untuk melakukan perjalanan jauh, membuat kami melihat lagi momen berharga yang sebenarnya bisa didapat dari aktivitas bersama, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar. Yang terpenting adalah anak mendapatkan stimulasi yang baik dan cukup. Hal itu bisa diperoleh dari bersepeda di lingkungan sekitar rumah, mengunjungi taman, dan juga tempat-tempat wisata di Jogja yang kami rasa cukup aman.

Sesekali kami juga staycation. Akhir Maret lalu, kami menginap di Ayom Java Village di Colomadu, Karanganyar. Lumayan, jalan-jalan ke luar Jogja, tapi nggak terlalu jauh. Itinerary kami sederhana saja. Berangkat dari Jogja pagi (sekitar jam 9.30), mampir makan siang di Grandis Barn, check in di Ayom dan menginap sampai besok siangnya, lalu mengunjungi Museum de Tjolomadoe sebelum kembali ke Jogja. Sayangnya, museum tersebut ternyata tutup beberapa hari itu karena sedang digunakan sebagai venue untuk salah satu agenda dalam rangkaian pertemuan G20.

Melakukan perjalanan bersama anak merupakan sebuah exercise tersendiri. Ada yang bilang, jalan-jalan bersama anak itu semacam mengasuh anak tapi ya pindah tempat saja. Hehe. Malahan, kalau mau santai sih lebih enak di rumah ya.. Tapi melakukan perjalanan bersama adalah kesempatan untuk memberikan lebih banyak paparan informasi tentang dunia di luar lingkungan sehari-hari anak, belajar beradaptasi (bukan hanya anak, tapi juga orang tuanya), termasuk juga responsif dengan berbagai situasi yang dinamis dan tak terduga. Iya, capek.. Tapi, selalu ada cerita dan pengetahuan baru setiap habis melakukan perjalanan.

289421257_1378156069320780_7705141295018905513_n

Perjalanan yang juga berkesan adalah mudik kedua kami ke Bekasi setelah pandemi (sebelumnya bulan Oktober tahun 2021 lalu). Kali ini K sudah lebih besar dan semakin lancar komunikasinya. Meskipun total hanya empat hari kami di Bekasi, alhamdulillaah bisa bersilaturahim dengan Enin-Aki, Eyang, serta om tante dan sepupu-sepupu K. Liburan kemarin juga menjadi kesempatan pertama kami mencoba kereta MRT di Jakarta. Hehe. K yang selama ini selalu suka dan tertarik pada kereta, akhirnya bisa naik kereta. Yeay! Biasanya dia suka minta naik mobil untuk lewat rel kereta demi melihat kereta yang lewat.

Sebelumnya, kami memang berencana suatu saat mau mencoba kereta bandara dari Jogja kota ke Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo. Kami menunggu dulu sampai K bisa dan terbiasa pakai masker (karena bagaimanapun, ruangan tertutup seperti kerata lebih berisiko ya). Qadarullah dia malah lebih dulu mencoba kereta di Jakarta. Lucunya, ketika di dalam kereta, dia bertanya, “Mana kereta yang lewat?” Hey, kamu kan sekarang di dalam kereta. 😀

(bersambung)

signature

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s