Asia, Eurotrip, Traveling

Bring me back to Istanbul

DSC09745 edit
Istanbul dan Galata Bridge

Kalau ditanya kota apa yang sudah pernah saya kunjungi tapi ingin dikunjungi lagi, salah satunya adalah Istanbul, Turki. Saya merasa, kunjungan pertama saya ke sana pada 2014 lalu terbilang singkat (semoga ada kunjungan selanjutnya.. aamiin). Rasanya ingin sekali slow traveling di sana, mengunjungi pasar-pasarnya, manyambangi masjid-masidnya yang begitu indah dan penuh sejarah, menikmati aneka kulinernya, dan tentu lebih banyak berinteraksi dengan orang-orangnya yang amat ramah dan bersahabat.

Continue reading “Bring me back to Istanbul”

Advertisements
Eurotrip, Traveling

Gereja Misterius di Kapadokia

“Jadi kalian nanti ke kiri… kemudian ke kanan ya!” ujar seorang bapak penjual souvenir di Kapadokia (Turki: Kapadokya, bahasa Inggris: Cappadocia), Turki. Informasi itu ia sampaikan dalam rangka menjawab pertanyaan kami – saya dan Mbak Ami – mengenai arah ke Goreme Open Air Museum. Jarak ke museum tersebut katanya sekitar 1,5 km. Baiklah… rasa-rasanya kami kuat berjalan di bawah terik matahari musim panas Kapadokia. Memang tidak ada pilihan lain karena tidak ada kendaraan umum dan kami juga tidak ikut tur.

Continue reading “Gereja Misterius di Kapadokia”

Eurotrip, Traveling

Teşekkür

DSC09365n
Salah satu menara Masjid Sultanahmet, Istanbul.

Kebaikan itu universal.

Taksi yang kami tumpangi dari Taksim sudah memasuki area Sultanahmet, Istanbul, Turki. Di sana terdapat banyak pilihan akomodasi untuk para wisatawan, dari hotel mewah sampai hostel bagi para backpacker. Banyak pula restoran dan toko souvenir yang menambah suasana touristy di sekitarnya.

Daerah Sultanahmet terdiri dari banyak jalan dan gang sempit, sebagian hanya bisa dilewati satu mobil saja. Wajar jika saat memberikan alamat hotel dimana kami akan tinggal, sang supir taksi tidak mengetahui persis lokasinya. Namun, sebagaimana yang saya baca di salah satu panduan wisata di internet, biasanya supir taksi di Istanbul berinisiatif untuk menelepon hotelnya untuk memeroleh info dan petunjuk jalan yang lebih rinci. Setelah melihat deretan angka di lembaran reservasi hotel yang saya sodorkan padanya, ia langsung menelepon hotel. Berbicara dalam bahasa Turki, ia menyebutkan alamat kemudian manggut-manggut. Nampaknya persoalan jalan sudah beres, pikir saya.

Continue reading “Teşekkür”

Eurotrip, Traveling

Secangkir Teh di Kayseri

Salah satu masjid di pusat kota Kayseri
Salah satu masjid di pusat kota Kayseri

Seumur-umur baru kali ini dihadiahi secangkir teh panas oleh seorang supir bus.

Beberapa hari lalu, saya dan seorang kawan, Mbak Ami, menginap di rumah Burak, seorang Couchsurfer di Kayseri, Turki. Kayseri bukanlah kota tujuan wisata seperti Istanbul. Tidak banyak orang bisa berbahasa Inggris. Dan karena saya juga tidak bisa berbahasa Turki, maka berkomunikasi biasanya menggunakan bahasa tubuh. Persoalan bertanya nomor bus dan menjelaskan tujuan saja bisa memakan waktu cukup lama. Kemarin kami dua kali salah naik bus karena supirnya salah paham. 

Continue reading “Secangkir Teh di Kayseri”