Eurotrip, Traveling

Granada (4): Adiós!

IMG_1409.CR2
Chendra, saya, dan Mabel

Pagi itu, saya dan Chendra tersadar bahwa hari perpisahan dengan Granada akhirnya tiba juga. Kami mulai membereskan pakaian dan barang-barang bawaan kami untuk kemudian dimasukkan ke dalam ransel. Sambil beres-beres, saya melihat sekeliling paviliun Mabel, tempat kami menghabiskan tiga hari di Granada. Entah mengapa, dalam waktu singkat tersebut terasa banyak nostalgia di tiap sudut rumah Mabel itu, termasuk  ‘insiden’ jendela yang membuat Chendra harus dilarikan ke rumah sakit setempat. Bukan pengalaman yang menyenangkan memang, namun ada banyak hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian.

Tok tok tok. Continue reading “Granada (4): Adiós!”

Advertisements
Eurotrip, Traveling

Mengapa Malaga?

Artikel terbaru saya tentang Malaga baru saja dimuat di majalah Panorama edisi September – Oktober 2015. Versi online-nya ada juga di website Panorama namun hanya ulasan singkat di beberapa destinasi. Kali ini saya berkolaborasi lagi dengan suami yang saat jalan-jalan bertindak sebagai fotografer. Hehe..

Continue reading “Mengapa Malaga?”

Eurotrip, Traveling

Granada (3): Mengagumi Alhambra

Beranjak dari kawasan Albaicin, seharian itu kami habiskan di komplek Alhambra. Alhambra berasal dari kata ‘Alhamra’ (الْحَمْرَاء) yang dalam bahasa Arab berarti ‘yang berwarna merah’. Penamaan ini dikarenakan bangunannya banyak dihiasi ubin, bata, dan keramik berwarna kemerahan. Di dalam komplek Alhambra terdapat istana (Nasrid Palace), benteng (Alcazaba), dan taman yang dikenal dengan nama Generalife. Komplek yang masih bertahan hingga saat ini dibangun untuk Emir Muslim yang terakhir di Spanyol dari Dinasti Nasrid. Jika kita menelusuri komplek ini, akan terasa bahwa berbagai bangunan yang ada di dalamnya seolah berdiri sendiri-sendiri. Hal ini wajar karena pada awal dibangunnya tidak ada grand design secara keseluruhan melainkan dibangun secara bertahap melewati berbagai rezim kekuasaan.

Continue reading “Granada (3): Mengagumi Alhambra”

Eurotrip, Traveling

Granada (2): Oase di Albaicin

Pensil seorang pelukis menari-nari, mentransfer rupa pemandangan yang berada di hadapannya ke atas kertas. Dengan luwes ia melukiskan Alhambra dari Mirador de San Nicolás, sebuah plaza di depan gereja San Nicolás, yang juga menjadi titik temu sekaligus puncak di kawasan Albaicin. Di puncak ini, kita bisa menyapukan pandangan ke berbagai arah dimana terlihat dengan jelas Alhambra, lanskap kota Granada, dan pegunungan Sierra Nevada. Usai dengan satu lukisan, pelukis itu memajang karyanya di sebuah meja dan menaruh nominal harga. Kemudian ia melanjutkan melukis lagi.

Continue reading “Granada (2): Oase di Albaicin”

Eurotrip, Traveling

Granada (1): Yang Tak Terduga

Menanti di depan Terminal Bis Granada
Menanti di depan Terminal Bis Granada

Jika mendengar kata Granada, ada satu sosok yang tak bisa saya lupakan: Mabel. Dia adalah host Airbnb di kota tersebut saat saya dan suami, Chendra, melakukan perjalanan ke beberapa kota di Andalusia, Spanyol, pada musim panas tahun 2014.

Di depan terminal bus Granada, kami menanti dengan harap-harap cemas. Berdasarkan komunikasi terakhir, Mabel meminta kami menyeberang jalan di depan terminal dan menunggunya di sana. Ia berbaik hati akan menjemput kami. Sepuluh menit berselang. Ditambah lima menit lagi mungkin, saya tidak ingat. Yang jelas saat itu, saya dan Chendra, merasa amat kegerahan pada suhu udara yang sudah nyaris mencapai 40 derajat celcius. Tetapi kami tetap bersyukur bahwa Mabel akan menjemput sehingga kami tak ambil pusing mencari informasi kendaraan umum.

Continue reading “Granada (1): Yang Tak Terduga”