Other Stories

Perempuan

“Dari perempuanlah pertama-tama manusia itu menerima didikannya, di haribaannyalah anak itu belajar merasa, berpikir, dan berkata-kata.”

[Raden Ajeng Kartini, dalam suratnya kepada Rosa Manuela Mandris Abendanon (saya lupa tahunnya, quote ini saya catat dari buku biografi Kartini yang saya baca lebih dari setahun lalu)]

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”

[Surat Raden Ajeng Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902]

Continue reading “Perempuan”

Other Stories

Guru… Dan selalu Guru

“Sekolah itu jangan disuruh-suruh. Sekolah itu harus kesadaran sendiri,” ujar lelaki yang mendedikasikan hidupnya bagi pendidikan itu.

Back to (primary) school! 😉

Napak tilas masa kecil ini membawa saya ke kediaman seseorang bernama Samuel Erubun pada akhir Januari 2009. Ia adalah guru saya semasa SD di SDN Harapan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Bersama seorang teman SD bernama Risma, saya datang ke rumahnya di komplek guru sebuah SD di Cipanas, tempat istrinya mengajar.

Ketika kami datang, ia sedang santai di depan rumahnya dengan lagu “Poco-poco” yang terdengar mengalun dari dalam rumah.

“Milarian saha?” (nyari siapa?) tanyanya ramah dengan bahasa Sunda. Masih seperti dulu, bahasa Sunda namun dengan logat khas Timur sana, Maluku.

“Milarian Bapa, hehe…” saya dan Risma menjawab sambil tertawa bersamaan.

“Ieu Icha, Pa… “ (Ini Icha, Pak..) kata saya mencoba mengingatkan. Saya maklum kalau pada awalnya ia lupa. Terakhir saya mengunjungi beliau tahun 2005 silam.

Continue reading “Guru… Dan selalu Guru”