Asia, Traveling

Osaka 360 Derajat (bagian 2)

Tempozan Ferris Wheel

Seumur-umur saya naik ferris wheel atau kincir sepertinya hanya di Dufan dan di pasar malam saja deh. Jadi mumpung gratisan saya mau banget melihat Osaka dari ketinggian. Tempozan ferris wheel ini letaknya satu area dengan dermaga pemberangkatan Cruise Ship Santa Marina. Tetapi gara-gara terlalu lama antre Tsutenkaku Tower (cerita sebelumnya di SINI), akhirnya rencana berkapal pesiar ala Syahrini (eh Syahrini sih naik jet pribadi ya?!) pun gagal. Sebenarnya masih ada waktu 15 menit sampai pemberangkatan terakhir. Namun berhubung saya pasti harus sambil membaca peta saat mencari lokasinya, saya pesimis pas sampai sana masih terkejar.

Penampakan Tempozan Ferris Wheel
Penampakan Tempozan Ferris Wheel

Continue reading “Osaka 360 Derajat (bagian 2)”

Advertisements
Asia, Traveling

Osaka 360 Derajat (bagian 1)

Suhunya 360 derajat? Jelas bukan lah. Walaupun musim panas di Jepang tahun ini konon sampai memakan korban jiwa, alhamdulillah saya bertahan dihantam sinar mentari yang sangat panas dan suhu yang setiap harinya mendekati 40 derajat celcius.

Lalu 360 derajat itu apa? Oke, oke..sabar dulu. Nanti kita akan sampai ke cerita itu. πŸ˜€

Hari kedua Osaka, saya menjadi solo traveler lagi karena Sabtu itu Raras harus pergi bekerja demi sesuap sushi dan segenggam berlian. Β Hari kedua di Osaka namun menjadi hari pertama bagi saya untuk mengeksplor kota ini sebab hari sebelumnya saya hanya numpang istirahat.

Continue reading “Osaka 360 Derajat (bagian 1)”

Asia, Traveling

Antara Saya dan Koper: Benci Tapi Rindu

(Tulisan ini sebetulnya sebagai upaya membayar utang menulis, menyambung tulisan sebelumnya tentang perjalanan di Kyoto. Oh ya, masih ada janji yang belum terlunasi juga menyambung cerita backpacking Sumatera. Aaarghh..banyak utang!)

***

Saya tenggelam di tengah keramaian stasiun subway Karasima-oike di Kyoto. Tenggelam sambil menggeret koper, menggendong ransel, serta menggenggam peta. Koper yang saya bawa pun bukan koper kecil yang biasanya saya bawa saat ada perjalanan dinas, namun koper yang lebih besar karena meeting kali ini memakan waktu sampai seminggu (dan ditambah belanja oleh-oleh juga :p).

Continue reading “Antara Saya dan Koper: Benci Tapi Rindu”