Eurotrip, Traveling

Budapest: Info dan Tips

It’s all about the money

Mata uang Hungaria adalah forint atau sering disingkat menjadi HUFffffttt. Saat saya berkunjung ke Budapest awal bulan ini, nilai tukar terhadap euro sekitar 290 forint per euro. Saya waktu itu tiba di bandara Budapest pukul 19.30 dan langsung mencari tempat penukaran uang. Alangkah kagetnya saya ketika melihat kurs beli 230 forint/euro dan kurs jualnya 320/euro. Luar biasa! Itu semacam perampokan namanya. Marginnya nggak kira-kira.

Saya tengok kanan-kiri tetapi tidak ada tempat penukaran lain. Karena hari sudah malam dan khawatir tidak sempat mencari tempat lain, saya menyerahkan dengan pasrah selembar uang 50 euro saya kepada petugas penukaran uang bernama Interchange (nggak kepikiran kalau bisa menukarkan sebagian saja dan minta kembalian euro).

Continue reading “Budapest: Info dan Tips”

Advertisements
Eurotrip, Traveling

Menjejaki Budapest (2)

(Cerita sebelumnya bisa dibaca di SINI)

Dohány Street Synagogue

Berdasarkan data sensus Hungaria tahun 2011, terdapat 10.965 penduduk Yahudi (0.11% dari total populasi) di sana. Menurut estimasi sebenarnya jumlah penduduk Yahudi lebih dari itu, yaitu sekitar 120.000 jiwa, namun tidak semuanya menyatakan diri sebagai Yahudi pada saat sensus. Yahudi memiliki sejarah panjang di Hungaria. Pada awal 1900-an, orang-orang Yahudi menguasai sebagian besar perekonomian Hungaria meskipun secara jumlah mereka hanya merupakan lima persen dari total populasi. Mereka tersebar dalam berbagai profesi, menjadi pemilik modal dan mayoritas pemegang saham perusahaan besar, serta duduk di kursi pemerintahan. Dalam dunia pendidikan pun mereka memimpin sebagai doktor dan peneliti berbagai bidang. Tak heran karena seperempat bangku universitas di Hungaria saat itu diduduki oleh orang Yahudi.

Pagi itu saya berdiri di depan Dohány Street Synagogue. Saya tidak yakin terjemahan bahasa Indonesia yang tepat untuk kata ini, yang jelas synagogue adalah tempat berkumpul dan beribadah bagi umat Yahudi. Dohány Street Synagogue merupakan synagogue terbesar di Eropa dan ketiga terbesar di dunia. Di dalamnya terdapat museum dan ruangan yang memang masih digunakan untuk ibadah dan bisa menampung sampai dengan 3000 orang.

Continue reading “Menjejaki Budapest (2)”

Eurotrip, Traveling

Menjejaki Budapest (1)

Selamat pagi, Budapest!

Pagi itu saya, Kiki, dan Fafa bangun agak siang. Padahal malam sebelumnya Kiki sempat mengajak berburu sunrise, entah di Fishermen’s Bastion atau Citadella, saya lupa. Yang jelas, ekspresi saya saat itu adalah, “seriously?” Nggak kebayang aja dinginnya. Brrrr… Saya langsung angkat tangan. Lagipula malam itu kami mengobrol sampai larut. Maklum kami bertiga sudah cukup lama tidak bertemu. Obrolan random dari soal kuliah sampai cita-cita memajukan industri garmen Indonesia. Haha… Obrolan garmen itu gara-gara saya cerita topik global value chain di salah satu mata kuliah dan kenyataan bahwa sebenarnya baju-baju bermerek terkenal itu kebanyakan dibuat di negara berkembang, termasuk Indonesia. Andaikan kita punya modal (dan mau mengerjakan) branding dan marketing yang oke, kita bisa go international juga. Jadi Indonesia nggak hanya dapat sedikit (value added) dari nilai keseluruhan produk itu. Obrolan ini jadi makin nyambung karena sebelumnya Fafa pernah bekerja di industri itu. Jadi dia cukup tahu seluk beluknya.

Anyway… Maaf ngelantur. Kapan-kapan saya bikin tulisan terpisah deh soal topik itu. Menarik banget soalnya.

Continue reading “Menjejaki Budapest (1)”

Eurotrip, Traveling

Surprising Budapest

Buda and Pest became one city named Budapest in 1873. Danube River lies in between, makes the city even more beautiful. Day or night, anytime is the best time to enjoy Budapest.

Dahulu saya sering bertanya-tanya seperti apa ya negara-negara di Eropa Timur itu. Sebut saja Hungaria, Polandia, Ceko, Romania, dan lainnya (namun ada klasifikasi berbeda dari beberapa institusi internasional mengenai negara-negara Eropa Tengah dan Timur). Mungkin kita lebih familiar dan sering mendengar cerita tentang betapa romantisnya Paris dan Venesia, atau betapa indahnya kanal-kanal di Amsterdam.

“Kebanyakan orang bertanya-tanya, ‘Ngapain kok sekolah di Polandia?’ Kebanyakan orang berpikir negara-negara Eropa Timur itu masih ketinggalan,” ujar Fafa saat kami berdiri menunggu tram siang itu. Fafa adalah mahasiswa master di salah satu program Erasmus Mundus yang berkuliah di beberapa Negara sekaligus, yaitu Italia, Polandia, dan semester ini sedang magang di Budapest, Hungaria.

Continue reading “Surprising Budapest”

Eurotrip, Traveling

Teaser: Budapest and Praha

Kalau kebanyakan orang tergila-gila pada Paris dan sangat mendambakan untuk naik ke menara Eiffel, entah mengapa saya biasa saja. Atau mungkin ingin naik gondola di Venesia? Hmm..kalau ada kesempatan sih mau juga. Namun sejujurnya saya malah lebih tertarik mengunjungi kota ataupun negara yang saya belum terlalu familiar.

September lalu, saya mendapat kabar bahwa teman saya, Kiki, mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus untuk exchange staff ke Corvinus University, Budapest. Kebetulan teman saya, Fafa, semester ini juga sedang internship di Budapest dalam program masternya. Duh, sepertinya ini bukan kebetulan belaka. Saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan reuni di Eropa ini.

Budapest
Budapest

Continue reading “Teaser: Budapest and Praha”