Movies, Review

Kabei: Seorang Ibu di Masa Perang


Selalu ada potret sedih dalam suasana perang. Bukan hanya bagi negara yang dijajah, namun juga bagi yang menjajah. Seringkali perang adalah keputusan negara, bukan keinginan rakyat yang terlibat di dalamnya. Film Kabei menceritakan perjuangan seorang wanita yang menjalankan peran sebagai istri, ibu, sekaligus tulang punggung keluarga semenjak suaminya ditangkap oleh pemerintah Jepang karena dianggap melakukan tindak kriminal menentang perang.

Continue reading “Kabei: Seorang Ibu di Masa Perang”

Movies, Review

Doubt (2008)

Saya jatuh cinta pada film ini, sebuah film yang diadaptasi dari novel karya John Patrick Shanley (peraih Pulitzer) yang berjudul Doubt: A Parable. Film ini mengisahkan kehidupan di sebuah gereja dan sekolah Katolik. Secara bijak, tentu kita dapat mengambil nilai-nilai kebaikan dari agama mana pun yang mengajarkan cinta kasih dan kejujuran.

Untuk Anda penyuka film ringan, sayangnya Doubt bukanlah jawabannya. Film berlatar tahun 1964 di Bronx, New York, ini termasuk film serius. Cerita dibuka oleh Father Flynn (Philip Seymour Hoffman) yang menyampaikan sebuah ceramah tentang ‘Keraguan’. Sister Aloysius (Meryl Streep), kepala sekolah yang amat keras dan konservatif, entah sebab apa mencurigai bahwa Father Flynn lah yang sedang dilanda keraguan dalam dirinya. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Father Flynn.

Continue reading “Doubt (2008)”

Movies, Review

Belajar Kebesaran Hati dan Kesungguhan dari Brooke Ellison

Saya secara tidak sengaja menemukan DVD tergeletak di ruang TV. Ketika saya tengok, film tersebut rasanya belum pernah saya tonton. Tanpa basa-basi, saya pun langsung menyalakan DVD player dan duduk manis di depan TV.

One mother. One daughter. One journey.

The Brooke Ellison Story (2004) diangkat dari kisah nyata dan pernah dibukukan. Brooke (Lacey Chabert) mengalami kecelakaan sewaktu kecil yang menyebabkan dirinya lumpuh dan harus selalu menggunakan alat bantu pernapasan. Setelah setahun dirawat di pusat rehabilitasi, orang tuanya (Mary Elizabeth Mastrantonio dan John Slattery) sepakat membawa Brooke pulang ke rumah dan kembali bersekolah, meskipun awalnya banyak yang menentang hal tersebut.

Continue reading “Belajar Kebesaran Hati dan Kesungguhan dari Brooke Ellison”