Movies, Review

Bauran Rasa dalam Tabula Rasa

Pernahkah kamu punya mimpi namun tersandung banyak kendala?

Setelah sekian lama absen dari dunia per-bioskop-an, film pertama yang saya tonton adalah Tabula Rasa. Kalau sekadar mendengar judulnya, jujur saja saya tidak bisa menebak genre filmnya. Film cinta-cintaan kah? Waktu itu saya malas googling. Lalu suami saya, Chendra, bilang ada film Indonesia  yang bagus yang bercerita tentang masakan padang. Eh, jangan-jangan Tabula Rasa itu ya? Kami pun kemudian berselancar ke situs 21cineplex. And yes, it matches!

***

Adalah Hans (Jimmy Kobogau), pemuda dari Serui, Papua, yang bermimpi menjadi pemain bola handal. Selain bermain bola, dalam kesehariannya ia membantu sebagai seorang juru masak di panti tempatnya dibesarkan.

“Mama tara senang kah lihat saya jadi pemain bola yang berhasil? Di Jakarta nanti saya akan jadi orang hebat,” ujar Hans di malam perpisahan itu kepada Mama, ibu asuh yang membesarkannya di Panti Asuhan di Serui.

Continue reading “Bauran Rasa dalam Tabula Rasa”

Advertisements
Movies, Review

Meet the Robinsons (2007)


Awalnya saya pikir ini adalah film kartun yang membosankan. Bercerita tentang seorang anak panti asuhan bernama Lewis yang oleh orang sekitarnya sering dianggap aneh karena ia gemar melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan alat-alat baru. Mengapa dianggap aneh? Karena eksperimennya sering gagal dan justru membuat kekacauan.

Continue reading “Meet the Robinsons (2007)”

Movies, Review

Tanah Surga…Katanya

foto pinjam dari SINI
foto pinjam dari SINI

Saya baru saja menonton film ‘Tanah Surga…Katanya’. Sukses berurai air mata. Film tentang kehidupan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini mengangkat isu-isu sosial, ekonomi, dan drama keluarga. Ditambah cukup banyak bagian dari film itu yang mengingatkan saya akan Bawean, dari mulai ruang kelas yang disekat papan, anak-anak yang lebih familiar dengan Malaysia daripada Indonesia (jadi ingat murid-murid saya lebih banyak yang punya baju kesebelasan Malaysia yang kuning ngejreng, hanya satu anak yang punya baju kesebelasan Indonesia dengan nama punggung Bachdim hehe..), para orang tua yang bekerja di Malaysia, dan lainnya.

Movies, Review

Les Misérables dan Sebuah Refleksi

Les-miserables-movie-poster1Pertama kali melihat informasi mengenai film ini di web 21cineplex, saya terpana melihat di situ tertulis durasinya 158 menit. Such a long movie! Ditambah lagi tertulis kalau itu adalah film drama musikal. Sebelumnya saya memang tidak familiar dengan novel dan drama musikalnya dengan judul serupa. Namun saya tertarik untuk menonton setelah membaca synopsis dan menyimak beberapa teman yang membahas film tersebut di media sosial (ikut mainstream).

Continue reading “Les Misérables dan Sebuah Refleksi”

Movies, Review

Rachel Getting Married (2008)

Jika biasanya kita melihat penampilan Anne Hathaway sebagai gadis anggun dan baik-baik, di film ini Anne mendapatkan peran yang berbeda dari biasanya. Ia memerankan tokoh Kym, wanita usia 20-an yang harus keluar masuk rehabilitasi narkoba. Pada suatu waktu, ia harus pulang dan kembali berkumpul dengan keluarganya dalam rangka pernikahan kakaknya, Rachel (Rosemarie DeWitt). Kym dan rachel adalah dua orang yang sangat berbeda. Rachel adalah wanita yang sukses dan baru saja mendapat gelar Ph.D. Dibandingkan dengan Kym, jalan hidup rachel bisa dibilang lurus-lurus saja.

Continue reading “Rachel Getting Married (2008)”

Movies, Review

Jatuh Cinta pada Chibi Maruko Chan

Keluarga Maruko

Sebenarnya menonton serial kartun Chibi Maruko Chan adalah hobi saya setiap Minggu pagi. Iya, itu sudah jauh beberapa tahun yang lalu karena belakangan saya tak lagi menemukan serial kartun itu di televisi. Cerita Maruko diangkat dari komik manga populer berjudul serupa yang dikarang oleh Momoko Sakura. Jadi cerita ini memang diangkat dari pengalaman pengarangnya sendiri. Maruko adalah panggilannya sewaktu kecil.

Continue reading “Jatuh Cinta pada Chibi Maruko Chan”

Movies, Review

The Fall (2008)

Film dibuka dengan tulisan “Los Angeles once upon a time”. Sama seperti latar waktu, latar belakang tokohnya pun terasa tak jelas di awal cerita. Seorang anak bernama Alexandria (Catinca Untaru) sedang dirawat di sebuah rumah sakit karena tangannya patah. Dari fisik dan bahasa Inggris-nya yang masih belum terlalu lancar, terlihat bahwa ia adalah seorang imigran. Ia menulis surat untuk seorang suster dan menerbangkannya melalui jendela di lantai dua. Ternyata surat itu masuk ke sebuah ruangan. Surat itulah yang kemudian mempertemukannya dengan seorang pemuda bernama Roy (Lee Pace) yang juga dirawat di tempat tersebut.

Continue reading “The Fall (2008)”

Movies, Review

Everybody’s Fine (2009)

Ya, semua baik-baik saja. Begitulah yang terjadi dalam sebuah keluarga dengan empat orang anak: Amy (Kate Beckinsale), Rossie (Drew Barrymore), Robert (Sam Rockwell), dan David (Austin Lysy). Mereka belum bertemu ayah mereka, Frank Goode (Robert de Niro), sejak pemakaman sang ibu delapan bulan lalu. Pada suatu malam, sang ayah berencana mengadakan pesta kecil bersama keempat anaknya, namun mereka semua berhalangan hadir. Mereka semua kini berada di kota yang berbeda, mengejar impian masing-masing.

Continue reading “Everybody’s Fine (2009)”

Movies, Review

Kabei: Seorang Ibu di Masa Perang


Selalu ada potret sedih dalam suasana perang. Bukan hanya bagi negara yang dijajah, namun juga bagi yang menjajah. Seringkali perang adalah keputusan negara, bukan keinginan rakyat yang terlibat di dalamnya. Film Kabei menceritakan perjuangan seorang wanita yang menjalankan peran sebagai istri, ibu, sekaligus tulang punggung keluarga semenjak suaminya ditangkap oleh pemerintah Jepang karena dianggap melakukan tindak kriminal menentang perang.

Continue reading “Kabei: Seorang Ibu di Masa Perang”

Movies, Review

Doubt (2008)

Saya jatuh cinta pada film ini, sebuah film yang diadaptasi dari novel karya John Patrick Shanley (peraih Pulitzer) yang berjudul Doubt: A Parable. Film ini mengisahkan kehidupan di sebuah gereja dan sekolah Katolik. Secara bijak, tentu kita dapat mengambil nilai-nilai kebaikan dari agama mana pun yang mengajarkan cinta kasih dan kejujuran.

Untuk Anda penyuka film ringan, sayangnya Doubt bukanlah jawabannya. Film berlatar tahun 1964 di Bronx, New York, ini termasuk film serius. Cerita dibuka oleh Father Flynn (Philip Seymour Hoffman) yang menyampaikan sebuah ceramah tentang ‘Keraguan’. Sister Aloysius (Meryl Streep), kepala sekolah yang amat keras dan konservatif, entah sebab apa mencurigai bahwa Father Flynn lah yang sedang dilanda keraguan dalam dirinya. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Father Flynn.

Continue reading “Doubt (2008)”