Eurotrip, Traveling

Menyusuri Jejak VOC di Amsterdam (bagian 1)

DSC01447n

Sebuah replika kapal yang besar dan kokoh dengan bendera merah putih biru terlihat dari kejauhan. Perlahan tapi pasti, saya terus berjalan ke arahnya. Belakangan saya mengetahui bahwa itu adalah replika East Indiaman the Amsterdam, salah satu kapal kebangaan Belanda yang hilang pada pelayaran perdananya pada 1749. Pada musim semi yang masih terbilang dingin itu, saya masih sering memasukkan kedua tangan ke dalam saku jaket. Saya tak sabar untuk segera masuk ke ruangan yang hangat. Yang saya tuju adalah Het Scheepvartmuseum atau Museum Maritim yang berlokasi di Kattenburgerplein 1, Amsterdam, Belanda. Di samping museum inilah kapal East Indiaman the Amsterdam tertambat.

Continue reading “Menyusuri Jejak VOC di Amsterdam (bagian 1)”

Advertisements
Indonesia, Traveling

Abang yang Gersang

Penampakan Candi Abang (Foto: Chendra)
Penampakan Candi Abang (Foto: Chendra)

Ekspektasi dan realita memang tak selalu sejalan ya.

Sebelum dilempar pertanyaan, “Mana candinya?” baiklah saya beri tahu. Candi Abang berada di antara gundukan tanah yang sekarang sudah menjadi bukit seperti terlihat pada gambar. Bagi yang paham bahasa Jawa pasti sudah tahu bahwa ‘abang’ berarti merah (bukan abang – adek ya :p). Ya, candi yang terletak di kecamatan Berbah, Sleman, ini memang unik karena konstruksinya menggunakan bata merah alih-alih batu andesit seperti kebanyakan candi hindu yang ditemukan di Jawa. Karena kontur bukitnya ini Candi Abang juga dikenal dengan sebutan Bukit Teletubbies. 😀

Continue reading “Abang yang Gersang”

Indonesia, Traveling

Kulari ke hutan, tanpa belok ke pantai

Syukurlah sekarang wisata alam dan ruang terbuka semakin populer, jadi anak muda nggak hanya nongkrong di mal. Yah asalkan kita tetap bersahabat dengan alam dan turut menjaganya ya. 🙂

Salah satu wisata alam yang saat ini banyak dikunjungi di Jogja adalah Hutan Pinus Mangunan. Sesuai dengan namanya, tempat ini adalah hutan yang berisi pohon pinus *yaiyalah* karena hutan yang berisi pohon bakau namanya hutan bakau *dan pembaca pun bubarrrr*. Sebagian orang menyebut hutan ini Hutan Pinus Imogiri, sebagian lagi menyebutnya Hutan Pinus Dlingo. Tidak perlu bingung ya jika ada yang menyebutkan tiga nama itu, karena sesungguhnya mereka merujuk ke tempat yang sama.

Continue reading “Kulari ke hutan, tanpa belok ke pantai”

Asia, Traveling

Kimchi: yes or no?

Kids React adalah salah satu tontonan favorit saya di Youtube. Episode baru dari program ini hadir di kanal youtube-nya setiap seminggu sekali. Bagi saya, program ini seru karena menghadirkan tanggapan jujur dan spontan dari anak-anak usia 5 – 14 tahun terhadap tema tertentu, bisa isu yang sedang happening, viral video, makanan, teknologi, dan lainnya.

Hari ini saya menonton episode Kids vs Kimchi. Langsung deh saya penasaran bagaimana tanggapa anak-anak Amerika terhadap makanan khas Korea ini. Kimchi merupakan ‘asinan’ sayur (berbahan utama sawi putih dan lobak) hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Sejarah kimchi cukup panjang. Awal mula pembuatan kimchi bertujuan untuk persediaan makanan pada musim dingin. Tidak seperti di negara tropis dimana sayuran tumbuh sepanjang tahun, orang-orang di negara empat musim kekurangan hasil pertanian pada musim dingin. Agar awet, kimchi difermentasi dengan cara ditempatkan di kuali dan disimpan di bawah tanah (tetapi saat ini biasa disimpan di lemari es). Rasa pedas pada kimchi baru muncul pada tahun 1700-an saat Korea mulai mengenal cabe sebagai salah satu komoditas perdagangan.

Continue reading “Kimchi: yes or no?”

Eurotrip, Traveling

Gereja Misterius di Kapadokia

“Jadi kalian nanti ke kiri… kemudian ke kanan ya!” ujar seorang bapak penjual souvenir di Kapadokia (Turki: Kapadokya, bahasa Inggris: Cappadocia), Turki. Informasi itu ia sampaikan dalam rangka menjawab pertanyaan kami – saya dan Mbak Ami – mengenai arah ke Goreme Open Air Museum. Jarak ke museum tersebut katanya sekitar 1,5 km. Baiklah… rasa-rasanya kami kuat berjalan di bawah terik matahari musim panas Kapadokia. Memang tidak ada pilihan lain karena tidak ada kendaraan umum dan kami juga tidak ikut tur.

Continue reading “Gereja Misterius di Kapadokia”

Indonesia, Traveling

Pulang (ke Bawean)

Sambutan hangat di SDN 4 Telukjatidawang
Sambutan hangat di SDN 4 Telukjatidawang, 2015 (foto: Chendra)


Aku doakan agar Ibu sampai ke Jakarta dan semoga tidak ada rintangan. Aku senang punya Ibu seperti Ibu Icha. Saya tidak akan melupakan Ibu sampai kapanpun. Dan saya menyimpan foto ibu baik-baik sampai saya tua biar saya ingat terus sama Ibu. Dan saya akan mencari Ibu kalau saya tua.

(Surat perpisahan dari Umi Kulsum, 2012)

Continue reading “Pulang (ke Bawean)”

Eurotrip, Traveling

Menjelajahi Rijksmuseum Amsterdam

Dengan kartu ‘sakti’ bernama Museumkaart, selama 2013 – 2014 saya berkesempatan mengunjungi lebih dari sepuluh museum di Belanda. Dari semuanya, saya sangat menikmati setiap kunjungan karena masing-masing museum menawarkan cerita dan keunikan tersendiri. Kali ini saya mulai dengan salah satu museum di Amsterdam dan salah satu museum yang menjadi icon Belanda, yaitu Rijksmuseum.

Rijksmuseum (tampak luar) pada musim panas 2014 (foto: Chendra)
Rijksmuseum (tampak luar) pada musim panas 2014 (foto: Chendra)

Continue reading “Menjelajahi Rijksmuseum Amsterdam”

Eurotrip, Traveling

Mengunjungi Museum di Belanda: Kartu ‘Sakti’  

DSC01452n
Pintu masuk Nederlands Scheepvaartmuseum (Maritime Museum), Amsterdam

Sebelum saya bercerita lebih jauh mengenai museum-museum di Belanda, saya akan bercerita terlebih dahulu tentang sebuah kartu ‘sakti’. Saya rasa, salah satu keputusan terbaik saya saat tinggal di Belanda adalah memiliki kartu museum atau disebut dengan Museumkaart. Dengan kartu ‘sakti’ ini, sang pemegang kartu bisa memasuki puluhan museum di Belanda dengan gratis dalam jangka waktu satu tahun setelah penggunaan kali pertama (daftar museum dapat dilihat di sini). Pada saat saya membelinya pada 2013 lalu, harga kartu ini adalah 50 euro ditambah 5 euro biaya untuk pendaftaran. Saat ini harganya adalah 54.95 euro untuk dewasa dan 27.5 euro untuk anak dan remaja sampai dengan usia 18 tahun, sedangkan biaya pendaftarannya masih sama, yaitu 5 euro.

Continue reading “Mengunjungi Museum di Belanda: Kartu ‘Sakti’  “