Eurotrip, Traveling

Menjelajahi Rijksmuseum Amsterdam

Dengan kartu ‘sakti’ bernama Museumkaart, selama 2013 – 2014 saya berkesempatan mengunjungi lebih dari sepuluh museum di Belanda. Dari semuanya, saya sangat menikmati setiap kunjungan karena masing-masing museum menawarkan cerita dan keunikan tersendiri. Kali ini saya mulai dengan salah satu museum di Amsterdam dan salah satu museum yang menjadi icon Belanda, yaitu Rijksmuseum.

Rijksmuseum (tampak luar) pada musim panas 2014 (foto: Chendra)
Rijksmuseum (tampak luar) pada musim panas 2014 (foto: Chendra)

Continue reading “Menjelajahi Rijksmuseum Amsterdam”

Advertisements
Eurotrip, Traveling

Mengunjungi Museum di Belanda: Kartu ‘Sakti’  

DSC01452n
Pintu masuk Nederlands Scheepvaartmuseum (Maritime Museum), Amsterdam

Sebelum saya bercerita lebih jauh mengenai museum-museum di Belanda, saya akan bercerita terlebih dahulu tentang sebuah kartu ‘sakti’. Saya rasa, salah satu keputusan terbaik saya saat tinggal di Belanda adalah memiliki kartu museum atau disebut dengan Museumkaart. Dengan kartu ‘sakti’ ini, sang pemegang kartu bisa memasuki puluhan museum di Belanda dengan gratis dalam jangka waktu satu tahun setelah penggunaan kali pertama (daftar museum dapat dilihat di sini). Pada saat saya membelinya pada 2013 lalu, harga kartu ini adalah 50 euro ditambah 5 euro biaya untuk pendaftaran. Saat ini harganya adalah 54.95 euro untuk dewasa dan 27.5 euro untuk anak dan remaja sampai dengan usia 18 tahun, sedangkan biaya pendaftarannya masih sama, yaitu 5 euro.

Continue reading “Mengunjungi Museum di Belanda: Kartu ‘Sakti’  “

Eurotrip, Traveling

Granada (3): Mengagumi Alhambra

Beranjak dari kawasan Albaicin, seharian itu kami habiskan di komplek Alhambra. Alhambra berasal dari kata ‘Alhamra’ (الْحَمْرَاء) yang dalam bahasa Arab berarti ‘yang berwarna merah’. Penamaan ini dikarenakan bangunannya banyak dihiasi ubin, bata, dan keramik berwarna kemerahan. Di dalam komplek Alhambra terdapat istana (Nasrid Palace), benteng (Alcazaba), dan taman yang dikenal dengan nama Generalife. Komplek yang masih bertahan hingga saat ini dibangun untuk Emir Muslim yang terakhir di Spanyol dari Dinasti Nasrid. Jika kita menelusuri komplek ini, akan terasa bahwa berbagai bangunan yang ada di dalamnya seolah berdiri sendiri-sendiri. Hal ini wajar karena pada awal dibangunnya tidak ada grand design secara keseluruhan melainkan dibangun secara bertahap melewati berbagai rezim kekuasaan.

Continue reading “Granada (3): Mengagumi Alhambra”

Eurotrip, Traveling

Granada (2): Oase di Albaicin

Pensil seorang pelukis menari-nari, mentransfer rupa pemandangan yang berada di hadapannya ke atas kertas. Dengan luwes ia melukiskan Alhambra dari Mirador de San Nicolás, sebuah plaza di depan gereja San Nicolás, yang juga menjadi titik temu sekaligus puncak di kawasan Albaicin. Di puncak ini, kita bisa menyapukan pandangan ke berbagai arah dimana terlihat dengan jelas Alhambra, lanskap kota Granada, dan pegunungan Sierra Nevada. Usai dengan satu lukisan, pelukis itu memajang karyanya di sebuah meja dan menaruh nominal harga. Kemudian ia melanjutkan melukis lagi.

Continue reading “Granada (2): Oase di Albaicin”

Eurotrip, Traveling

Granada (1): Yang Tak Terduga

Menanti di depan Terminal Bis Granada
Menanti di depan Terminal Bis Granada

Jika mendengar kata Granada, ada satu sosok yang tak bisa saya lupakan: Mabel. Dia adalah host Airbnb di kota tersebut saat saya dan suami, Chendra, melakukan perjalanan ke beberapa kota di Andalusia, Spanyol, pada musim panas tahun 2014.

Di depan terminal bus Granada, kami menanti dengan harap-harap cemas. Berdasarkan komunikasi terakhir, Mabel meminta kami menyeberang jalan di depan terminal dan menunggunya di sana. Ia berbaik hati akan menjemput kami. Sepuluh menit berselang. Ditambah lima menit lagi mungkin, saya tidak ingat. Yang jelas saat itu, saya dan Chendra, merasa amat kegerahan pada suhu udara yang sudah nyaris mencapai 40 derajat celcius. Tetapi kami tetap bersyukur bahwa Mabel akan menjemput sehingga kami tak ambil pusing mencari informasi kendaraan umum.

Continue reading “Granada (1): Yang Tak Terduga”

Eurotrip, Traveling

Teşekkür

DSC09365n
Salah satu menara Masjid Sultanahmet, Istanbul.

Kebaikan itu universal.

Taksi yang kami tumpangi dari Taksim sudah memasuki area Sultanahmet, Istanbul, Turki. Di sana terdapat banyak pilihan akomodasi untuk para wisatawan, dari hotel mewah sampai hostel bagi para backpacker. Banyak pula restoran dan toko souvenir yang menambah suasana touristy di sekitarnya.

Daerah Sultanahmet terdiri dari banyak jalan dan gang sempit, sebagian hanya bisa dilewati satu mobil saja. Wajar jika saat memberikan alamat hotel dimana kami akan tinggal, sang supir taksi tidak mengetahui persis lokasinya. Namun, sebagaimana yang saya baca di salah satu panduan wisata di internet, biasanya supir taksi di Istanbul berinisiatif untuk menelepon hotelnya untuk memeroleh info dan petunjuk jalan yang lebih rinci. Setelah melihat deretan angka di lembaran reservasi hotel yang saya sodorkan padanya, ia langsung menelepon hotel. Berbicara dalam bahasa Turki, ia menyebutkan alamat kemudian manggut-manggut. Nampaknya persoalan jalan sudah beres, pikir saya.

Continue reading “Teşekkür”

Eurotrip, Traveling

Artikel Budapest di Cleo Juni 2014

1
Dua dari empat halaman tulisan di Cleo edisi Juni 2014

Baru baca majalah Cleo bulan lalu yang memuat tulisan saya. Kalau tulisan saya dimuat di media atau buku, saya selalu penasaran bagaimana editor menyunting tulisan saya. Kata apa saja yang diganti, apakah ada bagian yang dipotong dan dipadatkan, apakah urutan tulisan diubah, dan sebagainya.

Salah satu pelajaran kali ini adalah bahwasanya dalam KBBI tidak ada kata ‘familiar’, yang ada adalah ‘familier’. #Bahasa101

Eh tapi majalahnya malah typo (mungkin autocorrect), kata yang seharusnya ‘publik’ tertulis ‘public’. Editor juga manusia. 

1865143963390123180513

Eurotrip, Traveling

Secangkir Teh di Kayseri

Salah satu masjid di pusat kota Kayseri
Salah satu masjid di pusat kota Kayseri

Seumur-umur baru kali ini dihadiahi secangkir teh panas oleh seorang supir bus.

Beberapa hari lalu, saya dan seorang kawan, Mbak Ami, menginap di rumah Burak, seorang Couchsurfer di Kayseri, Turki. Kayseri bukanlah kota tujuan wisata seperti Istanbul. Tidak banyak orang bisa berbahasa Inggris. Dan karena saya juga tidak bisa berbahasa Turki, maka berkomunikasi biasanya menggunakan bahasa tubuh. Persoalan bertanya nomor bus dan menjelaskan tujuan saja bisa memakan waktu cukup lama. Kemarin kami dua kali salah naik bus karena supirnya salah paham. 

Continue reading “Secangkir Teh di Kayseri”

Eurotrip, Traveling

(Not just) another day in Amsterdam

Inside the bookstore (Picture by Ami)
Inside the bookstore (Picture by Ami)

Alhamdulillah. I am super happy today for visiting some more museums in Amsterdam (I’ll write about the museums later in another post). Among others, one thing that also made my day is finding this bookstore which sells used English books. And I really love the books I just bought today. Yeayy..

The Story of Indonesia‘ was written by Louis Fischer, author of ‘The Life of Mahatma Gandhi’ (which I haven’t read actually) and published in 1959. So this book is 55 years old now. The bookstore owner said that this kind of old book is hard to find but easy to sell (yeahh..). And this book has been on the shelf for only few days before a lucky person got it (and it is me..hehe..). I finally decided to buy it after I randomly picked some pages to read.

Continue reading “(Not just) another day in Amsterdam”

Eurotrip, Traveling

Keheningan di Vyšehrad

Pemandangan dari tebing  Vyšehrad
Pemandangan dari tebing Vyšehrad

Charles Bridge bisa dibilang sudah menjadi ikon kota Praha, Ceko. Hampir setiap orang yang mengunjungi Praha akan menyempatkan untuk melintasi dan berfoto di jembatan bersejarah ini. Ditambah lagi pemandangan di sekitarnya juga indah: Sungai Vltava serta perbukitan dimana Prague Castle berada.  Namun bagi saya, tempat yang paling saya sukai di Praha adalah Vyšehrad, sebuah benteng yang terletak di perbukitan sepanjang sisi lain sungai Vltava.

Continue reading “Keheningan di Vyšehrad”