Sebulan Pengabdi Setan

Sudah lebih dari 30 hari dan ‘Pengabdi Setan’ masih tayang di bioskop. *tepuk tangan* Kalau diingat-ingat, kali terakhir saya nonton film horor di bioskop itu tahun 2011 atau 2012. Waktu itu nonton Insidious. Itu pun sebetulnya hanya karena ikutan nonton bareng beberapa teman. Nah, kalau terakhir nonton film horor Indonesia… itu lebih lama lagi. Film ‘Bangsal 13’ itu tahun berapa ya?  Hehe. Oh… 2004 (habis googling), berarti sudah lebih dari sepuluh tahun. Maklum laaah.. film horor Indonesia beberapa tahun belakangan identik dengan horor berbalut adegan vulgar. Seolah-olah, hal vulgar menjadi satu-satunya yang dianggap bisa menarik perhatian penonton, bukan cerita yang digarap serius maupun aktor dan aktris dengan kemampuan akting yang baik.

‘Pengabdi Setan’ kemudian hadir mematahkan pandangan tersebut. Sekitar tahun lalu, saya pernah menyaksikan wawancara Joko Anwar di Flik (channel khusus film Indonesia di TV kabel). Salah satu pertanyaan yang diajukan kepadanya kurang lebih adalah, “Kalau diberi kesempatan untuk remake film, mau remake film apa?” Saat itu, dengan mantap Joko Anwar menjawab, “Pengabdi Setan.” Menurutnya, film horor tahun 1980-an tersebut sangat membekas bagi dirinya sekaligus yang membuatnya tergerak untuk belajar membuat film.

Ternyata, tahun ini harapannya tercapai. Dibintangi beberapa aktor yang sudah dikenal seperti Tara Basro dan Dimas Aditya, film ini membuat benchmark baru untuk film horor Indonesia. Selain dua pemain tersebut, film ini juga mengahadirkan beberapa nama baru – setidaknya bagi saya – yaitu Bront Palarae (yang ternyata adalah aktor asal Malaysia), Ayu Laksmi (seniman dan musisi dari Bali), Endy Arfian, Nasar Anuz, dan Adhiyat. Menurut Joko Anwar, film Pengabdi Setan versi 2017 ini lebih tepat disebut reboot daripada remake. Hal ini dikarenakan cerita dan tokohnya tidak persis sama, hanya ide besarnya yang terinspirasi dari film Pengabdi Setan versi 1980-an.

1507262527-sekuel-pengabdi-setan
Keluarga ‘Pengabdi Setan’

Ingatan saya tentang Pengabdi Setan versi pertama agak samar-samar sampai saya menonton ulang filmnya baru-baru ini. Kalau ditonton sekarang, mungkin jadinya tidak terlalu seram dan malah agak lucu karena dari segi teknik dan make-up nya belum secanggih sekarang. Saya teringat waktu kecil suka menakut-nakuti adik saya dengan berkata, “Bangkitlaah… bangkitlaah…” ala Darminah (yang diperankan Ruth Pelupessy), dukun jahat di Pengabdi Setan jadul, dan itu membuat adik saya takut dan hampir menangis. Haha. Jadi film ini memang sangat seram pada zamannya.

Menonton Pengabdi Setan versi reboot merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan. Ehk. Menyenangkan atau menyeramkan nih? Hmm.. menyeramkan yang menyenangkan. Haha. Awalnya suami saya sempat tidak mau diajak nonton film ini dengan alasan, “Nanti kamu takut, terus kalau Mas belum pulang kantor, nanti nyuruh buru-buru pulang lagi. Kan repot.” Huff. Padahal saya kan pemberani. :p Setelah diajak untuk kedua kalinya, akhirnya dia mau juga. Mungkin penasaran karena teasernya berkeliaran terus di media sosial. 😀

Pengabdi Setan bercerita tentang empat bersaudara, yaitu Rini (Tara Basro), Tony (Endy Arfian), Bondi (Nasar Anuz), dan Ian (Adhiyat) yang tinggal bersama Ibu (Ayu Laksmi), Bapak (Bront Palarae), dan Nenek (Elly D. Luthan). Keluarga mereka menghadapi kesulitan finansial dan sudah habis-habisan untuk membiayai pengobatan sang ibu yang beberapa tahun terakhir terbaring sakit. Karena tak bisa bergerak dan kesulitan berkomunikasi, sang ibu menggunakan lonceng untuk memanggil anggota keluarganya. Bunyi lonceng inilah yang kemudian menjadi salah satu bunyi terhoror selama film berlangsung (bahkan mungkin setelahnya :p).

Berikut empat (dari sekian banyak) alasan mengapa film ini sangat layak ditonton.

  1. Tak Sekadar Horor

Dari segi cerita, Pengabdi Setan 2017 terasa lebih kaya. Tidak hanya menyajikan yang seram-seram, komedi dan drama juga menjadi pelengkap dalam film horor ini. Bondi dan Ian, dua adik kecil Rini, membawa kesegaran lewat berbagai keisengan dan tingkah lucunya. Kedekatan keempat kakak beradik di film ini juga terasa tidak dibuat-buat. Pada beberapa adegan, saya juga dibuat emosional karena keempatnya selalu berusaha untuk selalu bersama dan saling menjaga.

  1. Akting yang All Out

Joko Anwar memang tidak asal-asalan dalam memilih pemain, dari mulai pemeran dewasa sampai anak-anak seperti Adhiyat yang memerankan tokoh Ian. Dalam film ini, Ian digambarkan tuli sehingga sehari-hari berbicara dengan bahasa isyarat. Adhiyat sangat baik dalam memainkan perannya.

  1. Nuansa 1980-an

Latar 1980-an disajikan dengan apik dalam film ini, dari mulai tone gambar, interior rumah, wardrobe, dan musiknya. OST film ini, ‘Kelam Malam’, tak hanya menambah rasa jadul tetapi juga suasana mencekam. Diceritakan bahwa Ibu dulunya adalah penyanyi kondang dan lagu tersebut merupakah lagu hits Ibu pada masanya.

  1. Plot Twist

Nah ini dia yang membuat penonton bergumam, “Lho..kok… Oh.. jadi gitu ya?” Plot twist-nya membuat gemas. Selain itu, adegan terakhir di filmnya juga membuat penasaran dan meninggalkan teka-teki. Hmm.. mungkinkah akan ada sequelnya?

***

Lho, kok nggak banyak bahas cerita horornya? Ya… kalau itu sih akan lebih seru kalau nonton sendiri ya. Hehe. Yang jelas, saya puas teriak-teriak di bioskop entah karena kaget atau memang karena gemas (gemas? :p) dan takut sama hantunya. Makanya saya bilang menonton film ini menyenangkan karena hitung-hitung bisa teriak melampiaskan kelelahan dari aktivitas sehari-hari. Dari ketawa, sedih, kaget, takut, lega, semua campur jadi satu. Eh tapi habis lega jadi penasaran lagi karena adegan terakhirnya yang misterius.

13 nominasi Festival Film Indonesia 2017 untuk Pengabdi Setan setidaknya menjadi garansi kualitas film ini. Jadi, bagi yang sudah sebulan tapi masih maju mundur untuk menonton film ini, segeralah ke bioskop selagi filmnya masih tayang. Pssst.. tapi kalau ketinggalan nonton di Indonesia, bisa juga menyusul nonton di luar negeri karena kabarnya film ini akan diekspor dan tayang di 17 negara.

Buat yang sudah nonton, hal apa sih yang paling berkesan dari film ini? 🙂

Advertisements

8 Comments Add yours

  1. Silviaaa says:

    Wow that a good review! dari sekian banyak yang review saya suka yang ini :))) *dan pertama kali komen hehe

    Saya lahir tahun 90an tapi ngefans bgt sama film pengabdi setan yang lama dan waktu TK sampe SD kaka saya suka nakut2in saya dengan “den tomi…..den tomi….” pake suara asma khas pak kamto. Begitu tau bakal ada remake wahhh seneng bgt dan langsung info ke kaka “Mas, den tomi mau di buat filmnya lagi dooong”

    Dan tiba saat nonton reboot ini dan hasilnya? SUKA! menurut saya lebih bagus dari aslinya. Terimakasih bang Joko Anwar. Dan buat temen2 yang belum nonton mariii yuk nonton! walaupun film ini ga 100% sempurna tapi recommended sekali dan patut di apresiasi sebagai salah satu film terbaik karya anak bangsa.

    *sekian curhatnya, maaf kepanjangan mba 😀

    Liked by 1 person

    1. Maisya says:

      Makasih ya udah baca reviewnya. Hehe.. ternyata jadi korban ditakut-takutin kakaknya ya. 😀 Iya, Pengabdi Setan yg pertama mungkin banyak yg membekas sama tokoh2nya, termasuk HIM Damsyik.
      Aku bukan penggemar film horor sih, tapi suka sama reboot film ini.

      Like

  2. kunudhani says:

    Mau nonton, trus d chat tmn, bilang mau nginap gara-gara gk brani tdur sndri hbis nntn pngbdi setan, yaudah deh jadi gk brani nntn 🙄😥

    Like

    1. Maisya says:

      Hehe.. nah berarti nanti kalau takut tinggal ajak temennya nginap aja. Saya takutnya pas di bioskop itu aja sih.Setelah itu biasa. 😀

      Like

  3. yusmei says:

    sampai sekarang enggak punya nyali buat nonton film ini. Padahal teman-teman sekantor sampai nonton bareng2..tetep nyerah hihi

    Like

    1. Maisya says:

      Hehee.. seru lho, Mbak. :p

      Like

  4. estuari says:

    Karakter Ian paling kuat di film ini. Aktingnya kece abis 👏🏽👏🏽👏🏽

    Film horor terbaik lah, yang layak ditonton di bioskop. 👍🏼

    Like

  5. rahayuasih says:

    Ini film bener-bener bikin hrrrrr. Kalo udah bunyi lagu-lagu gitu, langsung deh tutup kuping. Ngagetin. Untuk film ini, nilainya 8

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s