Petualangan Secarik Kertas

Kartu pos kejutan kiriman teman-teman Komunitas Postcrossing Indonesia (KPI) dalam rangka Hari Pos Sedunia
Kartu pos kejutan dari teman-teman Komunitas Postcrossing Indonesia (KPI) dalam rangka Hari Pos Sedunia

Sebulan lalu saya mengadakan giveaway kartupos dalam rangka World Post Day alias Hari Pos Sedunia. Bagi-bagi kartupos ini saya umumkan via Facebook dan blog. Sebagaimana yang saya janjikan, pengalaman dari dua orang terpilih akan saya tampilkan di blog ini. Ini diaaaa dua cerita dari dua pemenangnya!

(tulisan melalui penyuntingan saya dalam hal ejaan agar lebih enak dibaca, tanpa mengubah isi)

1. Kartupos dari Sang Pangeran (Ria Oktorina, Solok)

Zaman remaja dulu, tepatnya waktu SMA, saya suka sekali korespondensi, memiliki sahabat pena, dan berkirim surat dengan orang terkenal atau lembaga tertentu seperti kedutaan negara sahabat lalu dikirimkan brosur tentang negara tersebut. Menerima surat dari beragam sahabat pena yang datang dibawa pak pos waktu itu menyenangkan sekali.

Tahun 1999, Salah satu balasan surat yang paling berkesan waktu itu adalah balasan surat dari Prince William yang tentu cuma dijawab sekretarisnya tapi cap kerajaan ada disanaaaa!!!!! Hehe.. surat awal dikirim untuk ucapkan selamat ultah ke 17 dan alamatnya cuma berbekal nama istana di salah satu majalah waktu itu:

to Prince William

St James Palace,

London, England

Selang sebulan atau dua bulan, datang surat balasan amplop putih yang ada cap timbul kerajaan inggris. Duuhhh…exciting banget karena rasanya mewaaah sekali. Pas baca (ternyata) dibalas oleh sekretarisnya yang bernama Mrs. Hilton Holloway, on behalf Prince William karena nggak mungkin dia jawab surat yang (berjumlah) ribuan dr seluruh dunia. Zaman muda yang unyuuu… Surat itu saya bawa pas sekolah ke Belanda dan menjadi motivasi buat travelling ke Inggris, jadi bela-belain membuat visa lagi dan travelling ke sana pada 2009. Saya cari deh dimana itu St James Palace asal surat itu dulu. Pas nemu pose deh di depannya hihihi.

Tahun 2010 saya berkesempatan ikut pertemuan pemuda Mosaic International Summit yang diselenggarakan di inggris. Mosaic ini lembaga nirlaba yang didirikan Prince Charles ayahnya William. Saat itu, surat saya bawa juga. Pada momen singkat pertemuan kami peserta dengan Prince Charles, suratnya saya bawa tetapi hanya disimpan di tas, nggak sempat dikeluarkan karena semua dapat jatah salaman cuma sekian detiik..

Sepulang dari acara itu pada tahun 2010, saya lupa surat putih itu disimpan atau kececer dimana hiksss.. Tapi bagaimanapun, surat balasan yang hanya dari sekretaris Prince William yang saya simpan sepuluh tahun lebih itu menjadi kenangan yang tak terlupakan sebagai salah satu pelecut semangat bermimpi untuk bisa berpetualang ke negeri lain dan mengajukan beragam aplikasi beasiswa bahkan sampai sekarang. Kenangan tentang masa muda yang unyu-unyuuu hihi…

2.  Keliling Indonesia (Ina Rakhmawati, Cilacap)

Kiriman kartu pos dan surat yang paling berkesan adalah kartupos dan surat-surat dari para sahabat pena waktu aku masih SD. 🙂 Ada sahabat penaku dari Kalsel, kami bertukar kartupos. Berkesan karena saat itu aku masih kelas SD, dia kelas 6 SD 😀 sahabat penaku lebih tua semua dariku. Tulisanku masih acak-acakan tapi tetap mau dibalas olehnya. Terus waktu itu masih bisa ngirim pakai perangko Rp.150 hihihi.

Ada juga sahabat penaku dari Menggala, Lampung. Dia cuma bisa kirim surat untukku di hari sabtu, karena untuk menuju kantor pos harus naik perahu klotok dari rumahnya, dan hanya sabtu jadwal pengiriman suratnya. Katanya daerahnya masih sulit terjangkau. Kadang-kadang suratnya kuterima dengan bekas abis basah kuyup di jalan. :))

Surat berkesan selanjutnya adalah dari sahabat penaku yang berasal dari Bawean. Whoaa dia kerap bercerita tentang Bawean di surat-suratnya. Saat itu aku di Lombok dan kami suka bertukar cerita. Memiliki sahabat pena , berkirim surat, kartu pos dan tukeran perangko serasa membuatku keliling Indonesia!

Dulu (tahun 2000an) aku punya sahabat pena dari Malaysia suka tuker kartupos dan perangko. Ongkos perangkonya 5000 rupiah , jadi aku harus nabung uang jajanku dulu🙂 soalnya waktu itu email belum menjamur seperti sekarang. Memang jaman-jaman klasik memiliki momen unik ya.

***

Keseruan berkirim surat dan kartupos alias berkorespondensi juga sudah saya rasakan sejak kecil dulu. Hal ini pernah saya ceritakan lewat tulisan Berjumpa Sahabat Pena #1 dan Berjumpa Sahabat Pena #2. Apakah rekan-rekan pembaca juga punya pengalaman unik serupa? 🙂

1865143963390123180513

Advertisements

10 Comments Add yours

  1. omnduut says:

    Hurraaay 😀
    Dapet bom postcard 🙂

    Like

    1. maisya says:

      Huaaa selalu nunggu email notifikasi yang diawali dengan kata “Hurraaaay!”. Sebulan terakhir ini kartuposku yang buat Postcrosser lama mulu sampenya. Fiuhhh. :/

      Like

  2. adhyasahib says:

    saya suka pengalaman di cerita yg pertama itu menarik hati 😀

    Like

    1. maisya says:

      Iya, Mbak.. Siapa tahu ya mimpi masa muda malah jadi kenyataan. 🙂

      Like

  3. winnymarch says:

    wow baru thau u bagi2 kartu pos

    Like

    1. maisya says:

      hehe..iya itu udah sebulan yang lalu, winny. 😀

      Like

  4. ayanapunya says:

    keren ya bisa dapat balasan dari kerajaan

    Like

    1. maisya says:

      dulu emang musim ya ngirim2 surat buat artis dan tokoh terkenal hehe.. tapi kayaknya aku belum pernah ngirim deh.

      Like

      1. ayanapunya says:

        aku juga nggak pernah. hehe

        Like

  5. full nostalgia deh kak jaman itu 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s