Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali

PAT dari dekat sekali.2Setelah membaca beberapa karya Pramoedya Ananta Toer, saya memang semakin penasaran dengan pribadi penulis yang satu ini. Memang, sebelumnya saya sudah pernah membaca beberapa literatur mengenai penulis yang pernah bertahun-tahun dipenjara tanpa proses pengadilan ini. Namun melihat buku yang ditulis oleh adiknya sendiri, saya pun tertarik untuk membacanya lebih lanjut.

“Saya merasa…sayalah ‘keranjang sampah Mas Pram’ untuk hal-hal yang tidak dapat, tidak tepat, atau tidak pantas dikemukakannya kepada orang lain.” begitu tulis Koesalah. Buku ini merupakan kumpulan catatan harian Koesalah mengenai Pram (panggilan akrab Pramoedya) yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu tahun 1981-1986, 1987-1992, dan 1992-2006. Jadi Anda jangan membayangkan sebuah biografi yang kaku dan terdiri dari paragraf-paragraf panjang yang sistematis mengenai riwayat hidup Pram. Catatan harian Koesalah kebanyakan terdiri dari dialog-dialog dengan Pram ataupun cerita singkat mengenai pribadi dan kehidupan sehari-harinya.

Sebagai pribadi, bisa jadi Pram tak selalu menyenangkan karena dinilai punya pikiran dan gaya yang berbeda dengan orang kebanyakan. Lewat buku ini, setiap pembaca memiliki kebebasan untuk menafsirkan bagaimana seorang Pram dari dialog-dialog dan deskripsi yang dituliskan Koesalah. Cerita yang dituliskan Koesalah pada bagian pertama banyak menyinggung Pram, keluarga, dan masalah seputar itu. Lalu selanjutnya menyinggung hal-hal lain juga seperti Pram dengan kawan-kawan, politik, dan lain-lain, dari yang paling ringan sampai yang cukup serius seperti pandangan kebangsaan.

Selain yang mendukung Pram, banyak juga tokoh yang tidak senang padanya karena pandangannya mengenai agama dan juga kaitannya dengan Lekra dan PKI. Padahal Pram sendiri pernah bilang bahwa di Lekra ia sering tidak digubris dan “tidak dianggap” karena pendapatnya yang sering berbeda dengan yang lain. Untuk masalah agama, Pram mengakui bahwa ia hanyalah Islam abangan (istilah untuk orang yang menganut Islam tetapi tidak menjalankan agama secara keseluruhan).

Pram adalah Pram. Seorang manusia biasa yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Terlepas dari pro dan kontra mengenai dirinya, secara wajar, sederhana, dan tak berlebihan, saya mengaguminya sebagai penulis. Ia menilai menulis adalah sebagai wujud kewajibannya terhadap bangsa. “Untuk saya, sastra merupakan kewajiban pribadi dan nasional. Tidak ada di sini masalah hiburan,”

Lebih lengkap tentang buku ini:

Judul : Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali: Catatan Pribadi Koesalah Soebagyo Toer
Penulis : Koesalah Soebagyo Toer
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan ke : 1 (Juli 2006)
Tebal : 265 + XIV

*Tulisan ini saya repost dari blog Multiply saya. Tulisan-tulisan dari blog itu saya backup ke blogspot namun sekadar untuk arsip saja. Secara aktif (duilee..aktif) saya ngeblog di wordpress. 😀

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. yusmei says:

    Jadi tertarik mencari buku ini. Semoga masih ada ya Sya 🙂

    Like

    1. Beberapa bulan lalu kayaknya masih lihat sih di Gramedia, mbak. Semoga masih ada ya. 🙂

      Like

  2. tinsyam says:

    masih ada banyak buku pram di gramedia..
    senang membaca lagi tulisan ini..

    Like

  3. khoirudin says:

    buku buku karya pramudya ananta toer banyak, tapi jika aku membeli uangnya ngga cukup loh terlalu mahal, memangnya apakah ada ebooknya ya??

    o iya hampir lupa saya salam kenal

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s