Budapest: Info dan Tips

It’s all about the money

Mata uang Hungaria adalah forint atau sering disingkat menjadi HUFffffttt. Saat saya berkunjung ke Budapest awal bulan ini, nilai tukar terhadap euro sekitar 290 forint per euro. Saya waktu itu tiba di bandara Budapest pukul 19.30 dan langsung mencari tempat penukaran uang. Alangkah kagetnya saya ketika melihat kurs beli 230 forint/euro dan kurs jualnya 320/euro. Luar biasa! Itu semacam perampokan namanya. Marginnya nggak kira-kira.

Saya tengok kanan-kiri tetapi tidak ada tempat penukaran lain. Karena hari sudah malam dan khawatir tidak sempat mencari tempat lain, saya menyerahkan dengan pasrah selembar uang 50 euro saya kepada petugas penukaran uang bernama Interchange (nggak kepikiran kalau bisa menukarkan sebagian saja dan minta kembalian euro).

Ibla Change, tempat penukaran uang yang reliable.
Ibla Change, tempat penukaran uang yang reliable.

Beruntunglah saya punya dua orang teman yang baik. Mereka menjemput saya di bandara tanpa saya minta (dan tentu tanpa saya tolak haha…). Sebenarnya saya tidak mau merepotkan, cukup dijemput di halte bus atau stasiun metro terdekat pun tidak apa-apa. Namun sehari sebelum berangkat Kiki mengabarkan, “Besok aku sama Mbak Fafa jemput ke bandara ya, terus aku sekalian beliin one-day ticket juga.” Ah, terima kasih banyak!

Untuk mencapai tempat menginap malam itu (tempat tinggal Kiki di Budapest), kami naik bus dan dilanjutkan dengan metro. Di bus saya bercerita perihal nilai tukar yang amat kejam di bandara tadi. “Ya ampun, mbak… aku lupa ngasih tahu supaya jangan tuker uang di situ.” Ternyata Fafa mengalami hal yang sama saat kali pertama ia tiba di Budapest. Namun demikian, rasanya memang malam itu saya harus menukarkan uang. Pasalnya keesokan harinya adalah hari libur nasional All Saints’ Day dan kemungkinan tempat penukaran uang juga pada tutup.

Jadi, ya, pemirsa, tips pertama: jangan menukarkan uang di Interchange. Warna counternya oranye ngejreng. Inga-inga! *ting*

Sebagai alternatif, Fafa dan Kiki menyarankan menukar uang di Ibla. Saya menukarkan forint ke koruna (Ceko) di sana. Pas saya cek nilai tukar euro, memang 290-an tuh. Hufffft.

Transportasi Umum

Sistem transportasi umum di Budapest terbilang lengkap dan efisien, yang terdiri dari bus, tram, dan metro. Untuk wisatawan, kita bisa membeli day ticket seharga 1.650 HUF di stasiun metro yang berlaku selama 24 jam sejak pertama kali kita membeli tiket itu. Oh ya, perlu diperjelas sih, sebetulnya kita bisa request mau berlaku sejak tanggal dan pukul berapa. Misalnya kita membeli tiket pagi namun baru akan digunakan siang hari atau bahkan keesokan harinya juga bisa. Si petugas akan menuliskan manual di kertasnya hehe…

Berbeda dengan di kebanyakan Negara Eropa Barat yang menggunakan system otomatis, pemeriksaan tiket di Budapest masih dilakukan manual. Di pintu masuk menuju platform metro biasanya ada dua petugas yang akan mengecek tiket. Orang yang tinggal di Budapest biasanya punya tiket bulanan. Mereka pun sama-sama harus memperlihatkan tiketnya karena tidak ada mesin scan kartu dan tiketnya bukan berbentuk ov-chipkaart seperti di Belanda, misalnya. Btw para petugas itu kinerjanya beda-beda. Ada yang teliti melihat tanggal dan jam di tiket kita, ada pula yang hanya tersenyum manis dan melihat sambil lalu tanpa mengecek detail tiket.

Tram di Budapest

Kalau naik bus, kita tinggal memperlihatkan tiket kepada supir bus saat naik. Lain lagi dengan pemeriksaan di tram. Karena sang supir berada di ruang terpisah dengan penumpang (ada sekatnya), kita kita bisa menunjukkan tiket kepada supir. Pemeriksaan bersifat random. Bisa jadi selama perjalanan tidak diperiksa tetapi terkadang tiba-tiba ada seorang pria atau wanita yang meminta penumpang memperlihatkan tiketnya. Uniknya mereka tidak mengenakan seragam lho. Jadi istilahnya petugas berpakaian preman, haha… (halah padahal di Jakarta biasa ditagih kondektur metro mini tak berseragam). Yang penting sih kita selalu membawa tiket dan beli tiket baru kalau masa berlaku sudah habis. Untuk peta kota dan peta jalur metro dan transportasi lainnya dapat diambil di bandara maupun pusat informasi wisata yang ada di Budapest.

Keamanan

Sebenarnya pergi kapanpun dan kemana pun kita selalu dihadapkan dengan risiko ya. Hanya saja memang keamanan di setiap tempat itu berbeda. Kalau di Belanda, saya merasa aman-aman saja berada di jalan sampai malam. Saya selesai kelas bahasa Belanda pukul sepuluh malam. Rasanya santai saja bersepda dari kampus ke rumah. Beberapa kali juga kembali dari luar kota dan sampai di stasiun sudah cukup malam dan aman-aman saja bersepeda.

Bisa dibilang kalau di Budapest itu agak waswas seperti di Jakarta kalau sudah terlalu malam. Temannya Fafa pernah dijambret saat sedang berjalan sendirian. Cerita lanjutannya, teman Fafa ini melapor ke kantor polisi dan keesokan harinya polisi mengadakan reka ulang kejadian penjambretan. Reka ulang berlangsung sekitar setengah hari. Tapi yaa tetep nggak ketangkep itu penjambret.

Polisi di Budapest
Polisi di Budapest

Fafa juga pernah punya pengalaman kecopetan di Budapest. Uang dan berbagai macam kartu hilang semua. Setelah mengurus ke kantor polisi, dia ditanya apa masih ada uang. Karena Fafa tidak pegang uang sama sekali, diminta datang ke sebuah kantor (yang saya lupa namanya). Di sana dia diberikan sejumlah uang sebagai pegangan, cukup lah untuk bertahan setelah kehilangan dompet. Jadi intinya polisi dan sistem administrasinya sangat membantu.

Meskipun demikian, kita wajib hati-hati dan mempertimbangkan keamanan saat akan bepergian. Saat di tempat ramai seperti di Central Market, misalnya, taruh tas di depan kita, sebagaimana kalau sedang berbelanja di Tanah Abang. Hehe… Ingat pesan Bang Napi ya, kejahatan itu bukan hanya karena ada niat, tapi juga kesempatan. Waspadahal..waspadalah!

Akhir kata, enjoy Budapest! It’s a nice and beautiful city indeed.

Tulisan terkait:

Teaser: Budapest and Praha

Surprising Budapest

Menjejaki Budapest (1)

Menjejaki Budapest (2)

1865143963390123180513

Advertisements

17 Comments Add yours

  1. bhellabhello says:

    Beneeer banget kak! Pengalaman tukar mata uang ini jg blaku di praha. Pas ptama kali ksna, dptnya rugi bangeeet. Tp akhirnya nemu yg agak pelosok2 tsembunyi & tukernya tinggi. Jd tb2 tajir sehabis nukerin euro hahaha.

    Soal transportasi, budapest tbilang plg “tbelakang” dibanding bbrpa negara yg aq kunjungi. Msh inget bangeet wujud bisnya :p

    Like

    1. Pas di Praha itu ada pelayan toko yg bilang harus hati2 kalo nuker uang, soalnya banyak yg uang palsu. Aku jadinya nyari2 yang tempatnya kelihatan representatif, ratenya juga bagus. hehe..

      Bisnya emang ‘sederhana’ ya hihi.. tapi jauh lebih layak dari kopaja dan metro mini (ya ampuun…bandinginnya :p). Tapi secara umum sistemnya reliable bgt kok.

      Like

      1. bhellabhello says:

        omg! jangan2 yg aku uang palsu? :p ahahahaha xD tapi ga smp setersembunyi itu kak. doi di deket narodni museum.

        Like

    2. yang penting waktu itu bisa dipake transaksi kan bhel? :p
      jadi waktu itu aku hampir nuker uang di pertokoan sebelum charles bridge, yang banyak jual souvenir gitu. terus kata salah satu pelayan toko cari tempat lain aja atau bisa jg bayar pk euro di toko itu. aku pun ga tau ya infonya dia bener apa nggak.

      Like

  2. dee nicole says:

    Saya pernah kecopetan di napoli. Untung isinya ga seberapa. Lapor polisi juga percuma karena mereka tunduk sama Caponya. Soal tukeran duit berhubung IDnya seafarer biasanya dapet diskon khusus. Lumayan buat ngopi ^.^

    Like

    1. capo itu semacam mafia atau preman gitu? wah asik banget dpt rate khusus ya.. pinjem dong kartunya, mas. haha..

      Like

  3. Reka ulang sampai setengah hari, rajin banget ya polisinya.
    Kalo disini (Indonesia), boro-boro ada reka ulang untuk kasus penjambretan, malah setor 20 ribu untuk bikin laporan kehilangan.

    Like

    1. Hehe.. iya tuh si korbannya aja sampe capek sendiri. Niatnya baik sih tapi ternyata lumayan makan waktu. 😀
      Oh bikin laporan kehilangan pake ada biayanya ya? Baru tahu.

      Like

      1. Ada biayanya 20 ribu. Itu pungutan gak resmi, cuma biaya ngetik surat laporan kehilangan. Boro-boro polisi ngusut / nyari pelaku pencopetnya, saya cuma dikasih nasehat hati-hati kalo bawa barang berharga di jalanan.

        *pernah ngalamin sendiri

        Like

      2. I see. Thanks for sharing, mas iwan. 🙂

        Like

  4. Dede ruslan says:

    ternyata di eropa ada penjabret juga.. kalo ketahuan digebukin juga ga ya? hahaha
    budapest itu eropa timur kah? baru sadar nih

    Like

    1. Hehe.. ada aja kok. Denger cerita temen2ku di Paris dan beberapa kota di Italia juga nggak terlalu aman.

      Like

      1. Dede ruslan says:

        ga amannya mungkin ga terlalu keliatan yaa ga kayak di jakarta keliatan bgt ga amannya haha..

        Like

    2. Yup, Budapest itu di Hungaria. Ada yang menglasifikasikan Hungaria ke Eropa Tengah, ada pula yang Eropa Timur. Kalo aku baca2 di paper tentang ekonomi, biasanya penulis membedakan atau membandingkan antara Western Europe dengan Central Eastern Europe (CET). Hungaria masuk yg CET itu.

      Like

  5. Aku mau ke Budapest awal Maret, Mbaaaaa. Terima kasih kisah kasihnya 😀

    Like

    1. Wah semoga perjalannya lancar ya, Nov. Sama2. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s