Izin

Malam itu aku baru tahu sebuah rahasia penting.

Kami duduk berbincang. Keluargaku dan keluarganya. Aku diam menyimak saat Papa sedang bicara.

Kira-kira begini, “Saat anak-anak dibesarkan,  tidak semua hal materil yang mereka inginkan bisa kami penuhi. Mungkin karena melihat keadaan orang tuanya, mereka pun bahkan tak berani meminta. Mereka menahan diri, mereka mencoba mengerti.”

Jeda.

Aku tak bisa menebak kalimat selanjutnya.

“Oleh karena itulah saat anak-anak ingin melakukan ini dan itu, selama baik dan bermanfaat, saya selalu mengizinkan. Hanya itulah yang bisa saya berikan sebagai orang tua: izin. Mungkin saya tidak bisa membelikan barang-barang mahal. Tapi kalau mereka mau ikut kegiatan sekolah, kemping, naik gunung, pertukaran pelajar ke luar negeri, jalan-jalan dengan biaya sendiri, dan lainnya, insya Allah saya tidak membatasi ruang gerak mereka.”

Jujur, aku baru dengar hal ini. Cerita dibalik semua izin dan keikhlasan Papa melepaskan anaknya untuk belajar banyak hal di luar sana.

Kemudian Papa bercerita bahwa adikku, Nadia, baru saja mendaki Gunung Ceremai sebelum ia menjalani ujian nasional SMA. Ia juga Januari lalu sempat ke Thailand untuk mewakili Indonesia dalam sebuah festival kebudayaan (ia penari saman).

“Kalau dibilang khawatir ya pasti. Tapi dari semua itulah mereka belajar, dan hanya sebatas izin dan doa yang bisa saya berikan.”

Papa melanjutkan cerita mengenai perjalananku pada 2007. “Waktu itu Icha mau naik gunung di Korea Utara. Mamanya khawatir.”

Ya, negara itu pasti samar di benak mama, penuh ketidakpastian. Ditambah lagi pemberitaan yang kebanyakan negatif.

“Di akhir tahun, saat musim dingin, Icha naik gunung lagi. Mamanya khawatir juga, tapi saya yakinkan bahwa Icha akan baik-baik saja. Ia sudah bisa menimbang mana yang dirasa baik dan aman.”

Di tengah-tengah kalimat tadi, dadaku sudah sesak.

Ada rasa haru. Ada rasa bangga pada Papa. Ada rasa syukur dan terima kasih yang begitu dalam.

Dan aku sadar, bukan uang dan materi berlebih yang membentukku menjadi diriku saat ini.

1865143963390123180513

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. wahidyankf says:

    congrats cha… wehehehehe…

    Like

    1. congrats yok.. wehehehehe…

      Like

      1. wahidyankf says:

        hm…

        Like

  2. onits says:

    papamu keren ^_____^

    Like

  3. herupyuda says:

    A good lesson indeed!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s