Korea Banget!

Dear Readers,

Tulisan ini saya repost dari blog lama saya di Multiply. Awalnya tulisan ini berjudul ‘Hal-hal SEPELE di Korea yang Jarang (atau mungkin tidak) Ditemukan di Indonesia‘. Hehe.. Tapi rasanya sudah capek duluan membaca judulnya. Selama setahun tinggal di Korea (2007), setidaknya saya jadi tahu beberapa kebiasaan yang ada di Korea yang jarang atau mungkin tidak ditemukan di Indonesia. Hal-hal ini bisa jadi bukan hal penting, tapi bisa jadi penting juga. Bisa dikira sepele, tapi berarti juga. 😀 Let’s check it out!

1. Tentang Kantung Plastik

Kalau belanja di minimarket atau supermarket, jangan harap diberi kantung plastik kalau kita tidak minta. Terkadang sang kasir bertanya saat kita sedang membayar. “Mau pakai lastik?” Kalau kita jawab mau, barulah kasir akan memberikan plastik dan biayanya  langsung ia kumulasikan ke struk belanja kita. Saat itu kebanyakan supermarket mengenakan harga 30 won (sekitar 300 rupiah) per plastiknya. Hahaha…itungan banget ya orang sini? Awalnya saya pikir, “Yaelah….plastik doang…” Soalnya selama ini saya terbiasa ‘bermandikan’ plastik kalau belanja di Indonesia. Tanpa dikomando, pedagang akan memberikan plastik sesuai banyaknya belanjaan kita tanpa harus menambah biaya.

Namun kemudian saya sadar bahwa pengenaan biaya terhadap pemakain plastik adalah upaya menjaga lingkungan. Betul juga sih, dengan adanya hal tersebut orang-ornag Korea biasa membawa plastik maupun tas belanja sendiri dari rumah. Dengan demikian, konsumsi dan sampah plastik bisa dikurangi. Saya pun jadi terbawa oleh kebiasaan mulia tersebut. Hehe.. (See how a system can affect people’s behavior?)

Oh ya, ada cerita lucu juga tentang plastik. Waktu itu saya sedang masak bersama teman-teman Indonesia, Malaysia, dan Brunei (Okay, sebenarnya memasak di asrama adalah pelanggaran :p). Kami memkai plastik besar sebagai alas saat memotong bumbu dan sayuran agar jika yang jatuh dari talenan tidak berantakan. Selesai memasak, salah satu teman saya bertanya, “Eh,ini plastiknya dibuang?” Lalu teman saya lainnya mejawab, “Buang saja sampahnya, tapi plastiknya jangan. Disini kan plastik harus bayar,” Diiringi tawa kami semua yang sedang memasak. Hahaha.. Entah itu cinta lingkungan, hemat, atau pelit. :p

2. Orang Korea juga (Ada yang) Jorok

Ternyata orang Korea jorok juga lho (khusunya cowok). Sebagian dari mereka suka meludah sembarangan . Baiklah, di Indonesia juga tidak terlalu bersih ya masalah ludah-meludah ini. Kaget sekali lho rasanya saat melihat ada cowok cakep dan keren sedang berjalan dengan gagahnya, eh tiba-tiba meludah di tengah jalan tanpa permisi (Terus kalau permisi sopan gitu? :p). Yang lebih kebangetan lagi, saya juga pernah beberapa kali menemukan ludah di dalam lift asrama. Gila!! Itu kelewatan. Saya pernah menceritakan hal ini kepada teman Korea yang cewek. Ia hanya berkata, “Iya,mereka memang jorok.” -_-”

3. Aneka Vending Machine

Memang ini bukan di Korea saja, tetapi juga sudah populer di negara-negara maju lainnya. Disini banyak mesin otomatis, seperti mesin cuci, mesin soft drink, mesin penukar uang, dan mesin penjual hal-hal lainnya yang dijalankan secara otomatis. Asalkan memasukkan uang yang sesuai dengan harga barangnya, tak lama barang yang ingin kita beli otomatis keluar. Di Indonesia juga saat ini sudah ada sedikit mesin otomatis semacam ini, misalnya di tempat-tempat wisata. Namun mengapa di Indonesia tidak terlalu populer? Saya rasa masalahnya ada di masyarakat kita sendiri.

Seperti yang bisa kita atami di sekitar kita, aksi vandalisme sudah jadi kebiasaan. Begini lah kalau mau eksis tapi tak punya/tak tahu media dan cara yang tepat. Misalnya saja telepon umum. Berapa banyak telepon umum yang terawat dan masih berfungsi dengan baik? Nyaris semua yang saya temukan sudah tak beres. Entah itu dicoret-coret, masih utuh tapi tak ada gagang teleponnya, dan lain-lain.

Oh ya, di Korea ada pula vending machine untuk rokok. Mesin ini agak berbeda dengan yang lain karena selain harus memasukkan uang, pembeli juga wajib memindai (scan) kartu identitas mereka. Hal ini untuk menunjukkan bahwa mereka sudah di atas 19 tahun dan boleh mengonsumsi rokok.

4. Serba Kembar

Ini dia Couples-T (foto: dok. pribadi)

Orang korea suka tampil kembar, apalagi mereka yang punya pasangan. Seolah mereka ingin seluruh dunia tahu bahwa mereka bukan jomblo :p. Sepertinya di Indonesia sempat populer juga ya t-shirt kembar untuk pasangan. Nah di Korea hal ini sudah ada sejak lama. Mereka menyebutnya couples-T, sepasang t-shirt yang seragam yang harganya lebih murah kalau dibeli sepasang daripada dibeli satuan (strategi pemasaran yang bagus).

Kalau menurut saya, kehidupan percintaan remaja Korea itu drama banget dan agak lebay. No, no.. I’ve never been in any relationship with Korean guy hehe.. Saya mengamati teman-teman dan orang sekitar saya. Mereka kadang suka bermesraan tanpa mengenal tempat. Saya bahkan pernah melihat pasangan berciuman sambil berbasah-basahan di tengah air mancur. Ih, kayak adegan drama kan? Disana mereka merayakan hari jadi dengan pasangannya per seratus hari. Capek deeeh! Harus selalu sigap menandai di kalender kapan seratus hari, dua ratus hari, dan seterusnya.

5. Ganteng sih, tapi…

Tapi apa? Tapi mereka pakai tas cewek! Serius. Di Korea bukan hal yang aneh kalai kita melihat para pria memakai tas wanita. Jangan mengira mereka waria ya, hehehe… Memang begitulah kebiasaan di sana. Waktu pertama kali melihat seperti itu, rasanya saya mau pingsan demi menahan tawa. Bayangkan saja, pria Korea yang gagah (apalagi mereka kan wajib ikut military service) eh waktu kita tengok tangannya, ia menenteng tas bergaya feminin. Kebanting!

Ada lagi lho ‘tapi’ yang lain. Kita juga jangsung mengira ada cowok gay kalau melihat dua cowok Korea berjalan sambil berpegangan tangan atau bahu. Itu memang kebiasaan mereka, mungkin wujud afeksi sesama teman. Saya dulu waktu di kelas pernah duduk di belakang dua cowok Korea. Aneh juga awalnya melihat cowok yang satu tiduran di bahu cowok yang lain. Belum berhenti sampai disitu, saat salah satunya sedang pegal-pegal, cowok lainnya langsung memijatnya. Saya shock! Kalau cewek mungkin biasa ya seperti itu.

Teman cowok saya yang orang New Zealand bilang ia merasa tak nyaman diperlakukan seperti itu. Jadi suatru hari dia sedang pergi bersama cowok Korea. Tiba-tiba hujan turun. Cowok Korea itu langsung bilang, “Sini barengan pakai payung,” sambil merangkul bahu si cowok New Zealand itu, hihihi….

6. Jangan Lelet!

Mereka terbiasa tepat waktu, baik itu di sekolah, di kantor, dan kegiatan lainnya, termasuk jadwal transportasi umum. Selama saya disana belum pernah mengalami keterlambatan kereta. Naik bus pun tidak ada tuh acara supir menunggu penumpang. Kalau sudah jadwalnya berangkat ya berangkat. Saya bahkan pernah sibuk mengejar bus karena terlambat beberapa detik saja (detik lho!). Sila baca ceritanya di SINI.

7. Rambut Ajumma

http://asktheexpat.blogspot.com/2009/10/who-wants-to-be-ajumma.html

Ajumma adalah panggilan untuk ibu-ibu di Korea. Tapi bukan sekadar ibu-ibu. Kebanyakan ajumma punya penampilan yang sama, yaitu rambut pendek yang dikeriting permanen. Selain itu, di Korea juga ada topi yang populer di kalangan ajumma. Mereka biasanya pakai topi ini kalau sedang bekerja atau berada di luar rumah. Biar nggak kepanasan! Hehe..

Perihal model rambut yang seragam ini pernah saya tanyakan kepada ibu dari salah seorang teman Korea saya. Mendengar pertanyaan saya, sang ibu langsung tertawa terbahak-bahak atas kepolosan saya (entah itu polos atau kepo). Katanya, model rambut demikian bertujuan agar nggak ribet saat bekerja. Betul juga sih, mereka bahkan bisa berangkat bekerja tanpa menyisir setiap hari. :p

Sila mampir ke SINI juga, ada artikel menarik yang saya temukan tentang ajumma.

8. Hobi Mendaki Gunung

Di Korea, mendaki gunung adalah hobi sejuta umat. Korea memang merupakan negara dengan kontur pegunungan. Bedanya, gunung disana terbilang tidak terlalu tinggi kalau dibandingkan dengan di Indonesia. Karena banyaknya orang yang hobi mendaki, maka jalur pendakian dibuat seaman dan senyaman mungkin. Sering ketika di jalur yang curam, saya menemukan pegangan besi di kanan dan kirinya. Hehe..

Pendakian di Korea dilakukan oleh semua umur lho, dari mulai anak-anak (bahkan balita!) sampai kakek-nenek. Tak ketinggalan anjing peliharaan mereka pun ikut mendaki. (baca selengkapnya di SINI)

Apakah ada yang mau berbagi lagi tentang hal-hal yang Korea banget?

1865143963390123180513

 

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. patty thea says:

    Hahahaha yang ini beneeerr beneeerr bangeeettt… ternyata merhatiin perbedaan2 yg unik juga yach.. 🙂

    Like

  2. JEON Ji-eun says:

    kalo diindo pegunungan ga dkt sm ibukota, beda sama korea ,,

    Like

  3. yashin says:

    keren nih..
    tp bneran tuh cowok nenteng tas cewek..haduhhh gila
    blom lg gaya persahabatan sesama cowok korea gitu..yaela aku sbg cowok risih sih walaupun klu aku sahabatan ma Yesung suju,yochun jyj atau song jongki tetap aja risih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s