Kabei: Seorang Ibu di Masa Perang


Selalu ada potret sedih dalam suasana perang. Bukan hanya bagi negara yang dijajah, namun juga bagi yang menjajah. Seringkali perang adalah keputusan negara, bukan keinginan rakyat yang terlibat di dalamnya. Film Kabei menceritakan perjuangan seorang wanita yang menjalankan peran sebagai istri, ibu, sekaligus tulang punggung keluarga semenjak suaminya ditangkap oleh pemerintah Jepang karena dianggap melakukan tindak kriminal menentang perang.

Pada awalnya, keluarga Profesor Nogami hidup dengan tenang dan bahagia. Mereka memiliki panggilan sayang satu sama lain dengan menambahkan akhiran “bei” pada nama mereka. Ayah adalah tobei (dari kata ‘otosan’), ibu adalah kabei (dari kata ‘okasan’), sedangkan kedua anak mereka dipanggil Hatsu-bei dan Teru-bei. Pada suatu malam, tiba-tiba Profesor Nogami ditangkap lalu dipenjarakan karena pemikirannya yang tidak sejalan dengan pandangan Negara. Saat itu, memasuki tahun 1940, Jepang sedang gencar-gencarnya memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki negara lain. Profesor Nogami tidak setuju dan menganggap hal itu adalah perang, sedangkan pemerintah Jepang menganggap itu adalah usaha untuk merebut kembali wilayah yang dulunya memang milik Jepang. Pada intinya, Nogami tidak setuju akan sikap Jepang yang menduduki negara lain.

Setelah Profesor Nogami meninggalkan rumah, istrinya, Kayo, harus mengurus semuanya sendiri. Saat itulah Yamazaki, mahasiswa Nogami saat di bangku kuliah, hadir di keluarga mereka. Karena rasa hormatnya kepada Nogami, ia dengan senang hati membantu dan mendukung keluarga tersebut. Yamazaki pun menjadi dekat seperti bagian dari keluarga itu.

Sesuai dengan judulnya, film ini menonjolkan peran istri dan ibu dalam menjalani masa-masa sulit. Ia tetap rajin datang ke penjara sekadar untuk mengirimkan makanan bagi suaminya. Dan ketika akhirnya ia diperbolehkan bertemu dengan suaminya, ia dengan setia membawakan pakaian untuk suaminya yang kini sudah benar-benar tak terawat. Teru-bei, yang pada kunjungan pertama turut serta ke penjara, sangat kaget dan takut meihat ayahnya yang kini seperti orang lain baginya. Ayahnya kini berjanggut, kotor, dan bau. Karena ketakutannya, ia bersembunyi di belakang ibunya, ekspresi jujur seorang anak kecil.

Kehangatan keluarga Profesor Nogami

Seiring berjalannya waktu, Kayo tetap sabar dan setia. Ia menganggap tidak ada yang salah dengan pemikiran suaminya. Ia bahkan harus rela untuk tidak lagi diakui sebagai anak oleh ayahnya. Ayahnya adalah seorang polisi yang berpangkat tinggi, yang jelas-jelas memiliki pemikiran yang bertolak belakang dengan Nogami. Ia meminta Kayo untuk bercerai dari Nogami, namun permintaan itu ditolak mentah-mentah.

Film ini juga memperlihatkan perubahan dan perkembangan emosi pada anak-anaknya. Bagaimana mereka pada akhirnya bisa beradaptasi dan berdamai dengan keadaan yang sungguh sangat berat untuk dihadapi. Mereka perlahan bisa mengerti, namun bagaimanapun mereka juga hanyalah anak-anak yang kapan saja bisa meluapkan kesedihan, kerinduan, dan kesepian mereka dengan tangisan.

Selain berhasil menggambarkan konflik pribadi, film Kabei juga mampu menghadirkan latar situasi politik Jepang pada saat itu. Salah satunya kampanye anti kemewahan (campaign against luxury) yang sampai turun ke jalan-jalan dan mengimbau agar masyarakat tidak berpakaian berlebihan. Bahkan mereka tak sungkan meminta perhiasan yang sedang dikenakan oleh warga yang melintas dengan alasan lebih baik disumbangkan kepada negara dan digunakan untuk biaya persenjataan.

Kabei merupakan cermin dari kesetiaan dan ketegaran seorang wanita dalam memperjuangkan apa yang dicintai dan diyakininya. Mengingatkan saya ada mama saya, juga semua ibu yang menjalankan perannya dengan setia dan sabar.

Starring: Sayuri Yoshinaga, Tadanobu Asano, Mitsugoro Bando
Director: Yoji Yamada

Selamat menonton! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s