Kebaikan Orang-orang Tak Dikenal

Siang itu, beberapa tahun lalu, saya habis berbelanja di E-Mart Daejeon, Korea. Wow! Bawaan saya buanyak buangettt.. Kalau tidak salah waktu itu mau ada Food Festival di kampus, jadinya belanja segambreng-gambreng. Saat itu saya tak sendiri, namun walaupun sudah bagi-bagi barang belanjaan dengan teman, rasanya tetap ribet banget. Ditambah lagi, untuk mencapai subway station terdekat, saya mesti jalan kaki sekitar 10-15 menit. Mungkin bukan waktu yang lama, tapi dengan barang bawaan yg banyak, rasanya tak kunjung  sampai.

foto: mobavatar.com

Tiba-tiba ada seorang wanita yang mendekati saya. Ia menyapa dengan ramah dalam bahasa Inggris. Duh..saya lupa namanya. Setelah berkenalan, barulah saya tahu bahwa ia ternyata adalah orang Jepang yang sudah lama menetap di Korea (karena menikah dengan orang Korea). Tanpa diduga, ia menawarkan untuk membantu membawakan barang belanjaan saya. Jelas saya menolak. Saya merasa tak enak, baru kenal eh sudah merepotkan. Lalu dia memaksa dengan cara halus, hehe… Mungkin dia kasihan melihat tampang saya. Akhirnya saya memberikan salah satu kantong belanjaan yang lebih ringan kepadanya. Selama perjalanan menuju subway station dan di dalam kereta subway, kami terus berbincang. Tentang apa saja.

Saya juga ingat beberapa tahun lalu, waktu saya masih berkuliah di Jogja. Kala itu saya belum dibelikan motor dan kost saya masih lebih dekat ke kampus. Saya biasa pulang-pergi jalan kaki. Kalau pas berangkat paginya sih asik, udara masih segar dan berasa sekalian olahraga. Tapi pas pulang siang-siang…duh panasnya luar biasa.

Pernah suatu hari saya sedang berjalan di sekitar bunderan deket Fakultas Psikologi (ke arah lembah). Seperti biasa, siang hari di Jogja sangatlah panas. Tiba-tiba ada mbak berjilbab menghentikan motornya di samping saya. Saya kaget. “Duh, salah apa gue??”

Seingat saya mbak itu membuka helmnya sedikit lalu bertanya kepada saya, “Kostnya dimana, Dek?”

Saya jawab, “Di Karang Malang”.

“Sini Mbak anterin,” ia menawarkan.

Entah kesambet apa saya refleks saja naik motor itu, padahal saya belum kenal. Sampai di atas motor, saya masih berpikir mungkin mbak ini adalah seseorang yang saya kenal, tapi saya lupa. Or…is she just a random person I met on the way home? Tapi saya senang juga bisa dapet tebengan motor di tengah siang yang terik dan membakar itu. Sesampainya di depan kost saya, saya turun dan berterima kasih banyak kepada mbak itu. Saya bertanya dimana mbak itu tinggal, dan ternyata arahnya berlawanan sama arah ke kost saya. Dia menaikkan kaca helmnya dan jelaslah bahwa saya memang tidak mengenal mbak itu sebelumnya, dan sebaliknya.

Subhanallah… Baik banget ya mau mengantarkan orang tak dikenal macam saya. Sampai masuk kost saya masih agak-agak tak percaya akan apa yang baru terjadi. Bukan kejadian luar biasa sih, tapi benar-benar menyentuh. Bisa jadi kebaikan-kebaikan dari orang tak dikenal itu adalah suatu cara Allah untuk mengingatkan kita supaya kita selalu berbuat baik sama orang lain, siapapun itu.

Salam,

Maisya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s